JADILAH GURU YANG MENGGUGAH DAN MERUBAH

Loading

JADILAH GURU YANG MENGGUGAH DAN MERUBAH

 

Diantara kisah yang menakjubkan dari kehidupan guru bersama muridnya adalah kisah Ibnu Jauzi rahimahullah dan kedua gurunya yaitu Abdul Wahhab Al Anmathi dan Abu Manshur Al Jawaliki Rahimahullah Ta’ala dimana Ibnul Jauzi Rahimahullah (W. 597 H) mengatakan dalam Kitab Shoidul Khothir, Fasal al Ulama wa al-‘Amiluun, beliau berkata :

“Aku banyak bertemu para Syaikh, keadaan mereka berbeda-beda, keilmuan mereka juga bertingkat-tingkat. Namun yang paling bermanfaat bagiku dalam bergaul dengannya adalah orang yang mengamalkan ilmunya, meskipun ada yang lebih alim dari dia.

Aku juga telah bertemu para ulama hadits, mereka punya hapalan dan keilmuan, namun mereka bermudah-mudahan dalam ghibah yang mereka legalkan dengan label ‘jarh wat ta’dil’. Mereka juga mengambil upah dari bacaan hadits, dan segera menjawab pertanyaan agar terjaga namanya, meski dia jatuh dalam kesalahan.

Read more

Ortu Adalah Guru

Loading

Ortu Adalah Guru

Al Imam Al Khathib al Baghdadi rahimahullah dalam kitab Al Faqiih al Mutafaqqih memberi bab dengan judul “Bab tentang Pengajaran seseorang kepada Anak dan Istrinya berserta Budaknya.” Lalu ia membawakan beberapa riwayat di antaranya, bahwa Ibnu Umar pernah berkata kepada seseorang, “Ajarlah anakmu; karena engkau bertanggung jawab atas anakmu terhadap apa yang telah engkau ajarkan kepadanya, sementara dia akan bertanggung jawab atasmu terhadap kebaktian dan ketaatannya kepadamu.”

Abu Hurairah radhiallahu anhu  berkata :

أخذ الحسن بن علي رضي الله عنهما تمرة من تمر الصدقة فجعلها في فيه فقال النبي صلى الله عليه وسلم: كخ كخ ليطرحها ثم قال أما شعرت أنا لا نأكل الصدقة. متفق عليه

“Al Hasan bin Ali rodhiallahu ‘anhuma mengambil sebiji kurma dari kurma shadaqah (zakat), kemudian ia memasukkannya ke dalam mulut (hendak memakannya) maka Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Kakh, kakh,’ agar ia mencampakkannya, kemudian beliau bersabda kepadanya, ‘Tidakkah engkau sadar bahwa kita tidak (halal) memakan shadaqah?’” (Muttafaqun ‘alaih)

Read more

BOLEHKAH MENCIUM PASANGAN SAAT PUASA ?

Loading

BOLEHKAH MENCIUM PASANGAN SAAT PUASA ?

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُقَبِّلُ وَيُبَاشِرُ ، وَهُوَ صَائِمٌ ، وَكَانَ أَمْلَكَكُمْ لإِرْبِهِ .

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mencium dan mencumbu istrinya sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan demikian karena beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya.” (HR. Bukhari no. 1927 dan Muslim no. 1106).

Imam an-Nawawi rahimahullah memberikan judul dalam al-Minhaj Syarh Shahih Muslim dengan bab بَاب بَيَان أَنَّ الْقُبْلَةَ فِي الصَومِ لَيْسَتْ مُحَرَّمَة عَلَى مَنْ لَمْ تَحَرَّك شَهْوَتَه (Bab Penjelasa bahwa Mencim Saat Puasa tidak Haram Bagi Yang tidak Menggerakkan Syahwatnya), kemudiaan beliau menyebutkan 16 hadits terkait bab di atas.

Read more

PUASA YANG TIDAK SEMPURNA

Loading

PUASA YANG TIDAK SEMPURNA

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَ العَمَلَ بِهِ وَ الجَهْلِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ فِي أَن يَدَعَ طَعامَه وشرابَه 

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta, mengamalkannya dan bersikap bodoh, maka Allah tidak butuh terhadap sikapnya meninggalkan makan dan minumnya (puasanya)” (Diriwayatkan al-Bukhari dan Abu Daud dan lafazh hadits ini milik Abu Daud).

KOSA KATA

قول الزور : Ucapan kedustaan.

و العمل به : Mengamalkannya, artinya, perbuatan diakibatkan ucapan dustanya.

والجهل : Sikap tolol.

Read more

HUKUM PUASA WISHOL

Loading

HUKUM PUASA WISHOL

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: – نَهَى رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَنِ اَلْوِصَالِ, فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اَلْمُسْلِمِينَ: فَإِنَّكَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ تُوَاصِلُ? قَالَ: ” وَأَيُّكُمْ مِثْلِي? إِنِّي أَبِيتُ يُطْعِمُنِي رَبِّي وَيَسْقِينِي “. فَلَمَّا أَبَوْا أَنْ يَنْتَهُوا عَنِ اَلْوِصَالِ وَاصَلَ بِهِمْ يَوْمًا, ثُمَّ يَوْمًا, ثُمَّ رَأَوُا اَلْهِلَالَ, فَقَالَ: ” لَوْ تَأَخَّرَ اَلْهِلَالُ لَزِدْتُكُمْ ” كَالْمُنَكِّلِ لَهُمْ حِينَ أَبَوْا أَنْ يَنْتَهُوا – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari puasa wishal. Ada seorang muslim yang menyanggah Rasul, “Sesungguhnya engkau sendiri melakukan puasa wishal?” Rasul pun memberikan jawaban, “Siapa yang semisal denganku? Sesungguhnya aku di malam hari diberi makan dan minum oleh Rabbku.” Lantaran mereka tidak mau berhenti dari puasa wishal, Nabi berpuasa wishal bersama mereka kemudian hari berikutnya lagi. Lalu mereka melihat hilal, beliau pun berkata, “Seandainya hilal itu tertunda, aku akan menyuruh kalian menambah puasa wishal lagi.” Maksud beliau menyuruh mereka berpuasa wishal terus sebagai bentuk hukuman bagi mereka karena enggan berhenti dari puasa wishal. (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1965 dan Muslim no. 1103).

Imam an-Nawawi rahimahullah memberi judul dalam Syarah Muslim dengan Bab بَاب النَّهْيُ عَنِ الوِصَالِ فِي الصَّومِ (Bab Larangan Wishal dalam Puasa) kemudian beliau menyebutkan 10 hadits tentang puasa Wishal. (al-Minhaj, 7/211).

Read more

SAHUR YANG DIBERKAHI

Loading

SAHUR YANG DIBERKAHI

 

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

Dari Anas bin Maalik Radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.”(HR. Muttafaq Alaih, al-Bukhâri  no. 1789 dan Muslim no. 1835).

 

KOSA KATA :

تَسَحَّرُوا : Makan sahurlah kalian

السُّحُورِ : apabila huruf sinnya didhammahkan maka artinya makan sahur (aktifiasnya); Bila dibaca fathah maka artinya adalah dzat makanan sahurnya.

بَرَكَةً : kebaikan yang banyak dan tetap.

Read more

TERMASUK KEBAIKAN DALAM PUASA ADALAH MENYEGERAKAN WAKTU BERBUKA

Loading

TERMASUK KEBAIKAN DALAM PUASA ADALAH MENYEGERAKAN WAKTU BERBUKA

 

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

وَلِلتِّرْمِذِيِّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَحَبُّ عِبَادِي إلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih).

Dalam riwayat Tirmidzi disebutkan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Hamba yang paling dicintai di sisi-Ku adalah yang menyegerakan waktu berbuka puasa.”

Read more

HARUSKAH NIAT DI MALAM HARI UNTUK PUASA SUNNAH ?

Loading

HARUSKAH NIAT DI MALAM HARI UNTUK PUASA SUNNAH ?

Dari Aisyah Ummul Mukminin Radhiallahu Anha, ia berkata,

دَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ « هَلْ عِنْدَكُمْ شَىْءٌ ». فَقُلْنَا لاَ. قَالَ « فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ ». ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أُهْدِىَ لَنَا حَيْسٌ. فَقَالَ « أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا ». فَأَكَلَ.

“Pada suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuiku dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” Kami menjawab, “Tidak ada.” Beliau berkata, “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, “Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kurma, samin dan keju).” Maka beliau pun berkata, “Bawalah kemari, sesungguhnya dari tadi pagi aku berpuasa, lalu beliaupun makan” (HR. Muslim no. 1154).

Imam An Nawawi rahimahullah memberi judul dalam Shahih Muslim, باب جواز صوم النافلة بنية من النهار قبل زوال  “Bab: Bolehnya melakukan puasa sunnah dengan niat di siang hari sebelum waktu zawal (bergesernya matahari ke barat) dan bolehnya membatalkan puasa sunnah meskipun tanpa udzur. ”

Read more