MENELADANI ULAMA DALAM MEMBERI MAKANAN DI BULAN RAMADHAN

Loading

MENELADANI ULAMA DALAM MEMBERI MAKANAN DI BULAN RAMADHAN

 

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan bagaimana kedermawanan Nabi di bulan Ramadhan, beliau berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307).

Sebagian Salaf berkata, “Mengundang makan sepuluh orang dari sahabat-sahabatku dengan makanan yang mereka gemari lebih aku sukai daripada membebaskan sepuluh orang budak dari keturunan Nabi Isma’il.

Sebagian besar kaum Salaf mengutamakan menyediakan buka bagi orang yang berpuasa padahal mereka sendiri berpuasa. Di antaranya adalah Abdullah bin Umar radhiallahu Anhuma, Dawud ath-Tha’I, Malik bin Dinar, Ahmad bin Hanbal dan lainnya. Bahkan Abdullah bin Umar selalu berbuka bersama anak-anak yatim dan fakir miskin. Kadang kala beliau tidak berbuka karena mengetahui keluarganya menolak kedatangan mereka.

Read more

MEMBERI TAK PERNAH RUGI

Loading

MEMBERI TAK PERNAH RUGI

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن رَسُولَ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ : مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زادَ اللهُ عَبْداً بعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً، وَمَا تَوَاضَعَ أحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ.  رواه مسلم وغيره

“Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya,) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat).’” (HR. Muslim, no. 2588 dan imam-imam lainnya).

Hadits yang mulia ini menunjukkan besarnya keutamaan dan kemuliaan sifat-sifat tersebut di atas (Lihat kitab Syarah Shahih Muslim tulisan Imam an-Nawawi rahimahullah, 16/141), bahkan semua itu termasuk sifat-sifat utama yang dimiliki oleh orang-orang yang bertakwa, sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(Orang-orang yang bertakwa yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang, maupun sempit, dan orang-orang yang (selalu) menahan amarahnya, serta (mudah) memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Qs. Ali ‘Imran: 134).

Read more

32 KESALAHAN-KESALAHAN ORANG YANG BERPUASA

Loading

32 KESALAHAN-KESALAHAN ORANG YANG BERPUASA

Setiap amalan membutuhkan ilmu. Karenanya ilmu memiliki kedudukan yang sangat agung dalam agama islam. Orang yang beramal tanpa ilmu maka amalan yang ia lakukan akan sia-sia dan menyelisihi agama. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah berkata,

النَّاسُ إِلَى الْعِلْمِ أَحْوَجُ مِنْهُمْ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ لِأَنَّ الرَّجُلَ يَحْتَاجُ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فِي الْيَوْمِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ وَحَاجَتُهُ إِلَى الْعِلْمِ بِعَدَدِ أَنْفَاسِهِ

“Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman, karena seseorang butuh makan dan minum dalam sehari hanya satu atau dua kali, sedang kebutuhannya terhadap ilmu adalah sebanyak hembusan nafasnya.” [Madaarijus Saalikin, 2/440]

Agar kita tidak terjatuh kepada kesalahan maka kita harus belajar. Mengetahui keburukan dan kesalahan supaya kita tidak terjatuh ke dalam kesalahan. Berikut beberapa kesalahan-kesalahan orang yang berpuasa, diantaranya;

  1. Menetapkan Awal Ramadhan dengan Hisab.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا

”Sesungguhnya kami adalah umat ummiyah. Kami tidak mengenal kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula mengenal hisab. Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Read more

12 CATATAN PENTING TENTANG TARAWIH

Loading

12 CATATAN PENTING TENTANG TARAWIH

Pertanyaan
Assalaamualaikum Ustadz.
mau bertanya bagaimana tata cara shalat Tarawih sesuai Sunnah ?

Baarakallahu fiikum

Anggota WAG CKS
0857-2337-XXX

Jawab :
Walaikumussalaam warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillah wal hamdulillah washalatu wassalamu ala Rasulillah, waba’du

Pertanyaan antm menunjukkan semangatnya antm untuk mengikuti tuntunan Nabi, semoga kita tetap istiqomah sampai ajal menjemput. Shalat Tarawih termasuk rangkaian ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan. Tapi sudah benarkah Shalat tarawih yang kita lakukan selama ini ? karena realita yang kita saksikan dan mungkin pernah kita lakukan shalat tarawih selalu identic dengan cepat dan kilat. Apakah shalat seperti itu sah dilakukan ? Lalu apakah shalat tarawih yang Nabi dan sahabat lakukan pun demikian ? berikut 12 catatan penting tentang Tarawih.

Read more

SIKAP LEMAH LEMBUT DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Loading

SIKAP LEMAH LEMBUT DALAM PENDIDIKAN ISLAM

 

Sering kali kita dapati pendidikan di Negara kita dicedrai dengan berbagai macam kasus, misalnya seorang guru memukul muridnya, atau sebaliknya seorang murid bertindak kasar pada gurunya. Sungguh amat disayangkan jika wajah pendidikan kita tercoreng oleh ulang sebagian murid atau guru yang tidak mencerminkan nilai pendidikan. Padahal jelas tujuan pendidikan di Negara kita yaitu melahirkan generasi yang berakhlak.

Read more