![]()
32 KESALAHAN-KESALAHAN ORANG YANG BERPUASA
Setiap amalan membutuhkan ilmu. Karenanya ilmu memiliki kedudukan yang sangat agung dalam agama islam. Orang yang beramal tanpa ilmu maka amalan yang ia lakukan akan sia-sia dan menyelisihi agama. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah berkata,
النَّاسُ إِلَى الْعِلْمِ أَحْوَجُ مِنْهُمْ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ لِأَنَّ الرَّجُلَ يَحْتَاجُ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فِي الْيَوْمِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ وَحَاجَتُهُ إِلَى الْعِلْمِ بِعَدَدِ أَنْفَاسِهِ
“Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman, karena seseorang butuh makan dan minum dalam sehari hanya satu atau dua kali, sedang kebutuhannya terhadap ilmu adalah sebanyak hembusan nafasnya.” [Madaarijus Saalikin, 2/440]
Agar kita tidak terjatuh kepada kesalahan maka kita harus belajar. Mengetahui keburukan dan kesalahan supaya kita tidak terjatuh ke dalam kesalahan. Berikut beberapa kesalahan-kesalahan orang yang berpuasa, diantaranya;
- Menetapkan Awal Ramadhan dengan Hisab.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا
”Sesungguhnya kami adalah umat ummiyah. Kami tidak mengenal kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula mengenal hisab. Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).” (HR. Bukhari dan Muslim)