Abu Rufaydah Endang Hermawan, Lc. MA.
Beliau Lahir di Cianjur tahun 1989
Pendidikan Formal
1. SDN Citamiyang
2. SMP T dan SMA T di PONPES Al-Ma’shum Mardiyah
3. S1 Pendidikan Agama Islam di STAINDO
4. S1 Syari’ah di LIPIA JAKARTA
5. S2 Tafsir al-Qur’an PTIQ Jakarta
Saat ini membina Yayasan Ibnu Unib untuk pembangunan Masjid dan Sumur dan Ketua Yayasan Cahaya Kalimah Thoyyibah bergerak di Pendidikan, Sosial dan Dakwah
“Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Dan jika melihatnya kembali, maka berbukalah (berhari Raya ‘Ied). Lalu, jika kalian terhalangi (tidak dapat melihatnya), maka ukurlah”. HR Al Bukhari, dalam Shahih-nya, kitab Ash Shiyam, no. 1.906 dan Muslim dalam Shahih-nya, kitab Ash Shaum, no. 2.500).
“Siapa yang puasa pada hari syak maka dia telah bermaksiat kepada Abul Qosim (Nabi Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam” (HR. Bukhari secara Muallaq, 3/27).
“Hadis ini dijadikan dalil haramnya puasa pada hari syak. Karena sahabat Ammar tidak mungkin mengatakan demikian dari pendapat pribadinya, sehingga dihukumi sebagaimana hadist marfu’ (sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). (Fathul Bari, 4/120).
“Jika sampai Nabi menceraikan kalian, mudah-mudahan Rabbnya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, Muslimat, Mukminat, Qanitat, Taibat, ‘Abidat, Saihat dari kalangan janda ataupun gadis.” (at-Tahrim: 5).
LARANGAN MENDAHULUI RAMADHAN DENGAN PUASA Puasa secara bahasa maknanya menahan Secara istilah maknanya menahan diri dari perkara-perkara yang membatalakan, seperti makan, minum dan jima’ sejak … Read more
Ayah dan bunda yang dirahmati Allah. Jika sebelumnya saya pernah menulis Dampak Keshalehan Guru Pada Anak [1], maka dipembahasan ini kami peruntukkan kepada orang tua yang hendaknya memilih guru yang shalih. Interaksi anak dengan guru akan terjadi ikatan batin di antara kedua pihak sehingga mampu memberikan pengaruh kepada anak kita.
Allah memberikan contoh yang baik kepada kita tentang kisah Nabi Musa Alaihissallam yang belajar kepada Nabi Khidir Alaihissallam. Allah Ta’ala berfirman :
Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” [QS. Al-Kahfi : 65-66].