8. CIRI-CIRI ILMU YANG BERMANFAAT

 1,988 total views,  2 views today

8. CIRI-CIRI ILMU YANG BERMANFAAT
Oleh Ustadz M. Iqbal Rahmatullah, Lc (Mudir Ma’had Abdullah bin Abbas Cianjur)

     Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali –rahimahullah– berkata:

     “Oleh karena itu, diantara ciri orang yang ilmunya bermanfaat mereka tidak melihat diri mereka memiliki keadaan dan kedudukan (istimewa), dan mereka benci dengan hati mereka sikap menyucikan jiwa dan pujian, serta mereka tidak angkuh kepada seorangpun.

     Al-Hasan berkata: ‘Seorang yang faham agama itu hanyalah orang yang zuhud dari dunia dan mencari akhirat, memiliki pandangan tajam dengan agamanya, serta tekun beribadah kepada Rab-nya.’

     Dan dalam riwayat lain beliau berkata: ‘Yang tidak hasad kepada orang yang di atasnya, tidak merendahkan orang yang di bawahnya dan tidak mengambil upah dari ilmu yang telah Allah ajarkan kepadanya…”

     “Orang yang ilmunya bermanfaat setiap ilmunya bertambah, bertambah pula sifat tawadhu’-nya karena Allah, dan bertambah juga rasa takut dan hinanya (kepada-Nya)…”

     “Diantara ciri ilmu yang bermanfaat ia membimbing orangnya agar lari dari dunia, dan yang terbesar adalah jabatan, popularitas dan pujian. Maka sikap menjauh darinya serta bersungguh-sungguh menjauhinya adalah termasuk ciri ilmu yang bermanfaat. Jika hal itu terjadi padanya dengan tanpa maksud dan pilihan; maka orangnya sangat takut dari akibatnya, dimana dia takut bahwa itu sebagai tipuan dan istidraj, sebagaimana Imam Ahmad takut dari hal itu terhadap dirinya ketika namanya terkenal..”

     “Diantara ciri ilmu yang bermanfaat bahwa orangnya tidak mengklaim dirinya berilmu dan tidak bangga dengannya kepada seorangpun, serta tidak menisbatkan selainya kepada kebodohan, kecuali kepada orang yang menyelisihi sunnah dan Ahlus Sunnah, maka ia membicarakannya dengan dasar marah karena Allah bukan karena dirinya dan bukan karena bermaksud mengangkat dirinya di atas orang lain.”

     “Dan orang yang ilmunya bermanfaat maka ia berburuk sangka terhadap dirinya sendiri, berbaik sangka kepada kaum salaf dari para ulama, mengakui dengan hati dan dirinya akan keutamaan orang-orang yang mendahuluinya, serta menilai bahwa dirinya lemah untuk sampai kepada kedudukan mereka atau bahkan mendekatinya…

     Ibnul Mubarak ketika disebutkan akhlak kaum salaf, beliau bersyair:

لَا تَـعْـرُضَــنَّ بِـذِكْـرِنَـا مَـعْ ذِكْـرِهِـمْ

                لَـيْـسَ الـصَّــحِـيْـحُ إِذَا مَـشَــى كَـالْـمُـقْـعَـدِ

‘Janganlah kalian sandingkan kami ketika menyebut mereka

Orang sehat ketika berjalan tidak sama dengan orang pincang.’”[1]

Baca juga tulisan sebelumnya di 7. CIRI-CIRI ILMU YANG TIDAK BERANFAAT


[1] Lihat: Fadhlu ‘Ilmis Salaf ‘Alal Khalaf, hal. 55-58.

1 thought on “8. CIRI-CIRI ILMU YANG BERMANFAAT”

Leave a Comment