PENJELASAN DZIKIR PAGI PETANG KE 6

 2,779 total views,  2 views today

PENJELASAN DZIKIR PAGI PETANG KE 6
Oleh Abu Rufaydah

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

Artinya:

“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan lainnya, di-shohih-kan oleh Albani)

Pelajaran dari doá di atas :

  1. Allah Dzat yang Maha Mengetahui, tidak ada yang luput dari pengetahuannya yang tersembunyi apalagi yang nampak, masa lalu atau masa yang akan datang, yang kecil atau yang besar, yang ada pada dada dari bisikan-bisikan hati manusia semua Allah mengetahuinya.
  2. Allah Maha Menciptakan tidak ada yang mampu menciptakan sebagaimana yang Allah ciptakan. Langit dan bumi adalah salah satu ciptaan Allah yang tidak ada satupun yang mampu menciptakannya kecuali Allah.
  3. Allah adalah Rabb segala sesuatu, semua milik Allah dan beraga di bawah kekuasaan-Nya, semua di bawah kehendak dan pengaturan-Nya serta tunduk dan patuh dengan titah-Nya.
  4. Setelah menetapkan bahwa Allah dzat yang maha mengetahui, menciptakan, mengatur dan menguasai atau disebut dengan tauhid rububiyyah, maka setelahnya mengakui bahwa Allah satu-satu-Nya Dzat yang disembah. Karena tidak ada satupun yang memiliki sifat rububiyah kecuali Allah.
  5. Berlindung kepada Allah atas keburukan diri sendiri, menunjukkan bahwa pada jiwa ada kecondongan untuk melakukan keburukan karena itulah Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan diri sendiri di setiap khutbatul hajahnya.
  6. Keburukan pada diri sendiri seperti keinginan hati, ucapan atau tindakan yang menjurus kepada kemaksiatan yang sulit dikendalikan, karena itu Nabi mengajarkan kepada kita untuk berlindung kepada Allah dari keburukan diri sendiri.
  7. Juga keburukan dorongan dan bisikan dari setan yang senantiasa membujuk, memperindah maksiat dan dosa.
  8. Dampak perbuatan buruk atau maksiat dapat menyerek pelakunya atau orang lain kepada keburukan.
  9. Rasulullah Shallahu Alaihi. Wa Sallam menganjurkan untuk membaca doá ini pada dzikir pagi petang dan menjelang tidur.

Cianjur, 21 Desember 2021

Baca dzikri pagi petang sebelumnya di PENJELASAN DZIKIR PAGI KE 5

1 thought on “PENJELASAN DZIKIR PAGI PETANG KE 6”

Leave a Comment