7. CIRI-CIRI ILMU YANG TIDAK BERANFAAT

Loading

7. CIRI-CIRI ILMU YANG TIDAK BERANFAAT

Oleh Ustadz M. Iqbal Rahmatullah, Lc (Mudir Ma’had Abdullah bin Abbas Cianjur)

     Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

     مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ، أَوْ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ، أَوْ لِيَصْرِفَ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ، فَهُوَ فِي النَّارِ.

     “Barangsiapa yang menuntut ilmu agar berdebat dengan orang-orang bodoh, atau agar berbangga kepada ulama dengan (ilmu)nya, atau agar memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya; maka dia di neraka.”[1]

      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam juga bersabda:

     مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

     “Barangsiapa yang mempelajari ilmu, dimana seharusnya untuk mencari wajah Allah ‘azza wajalla, dia tidak mempelajarinya kecuali hanya untuk mendapatkan bagian dari dunia; dia tidak mencium aroma surga pada hari kiamat.”[2]

     Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali –rahimahullah– berkata:

     “Ciri ilmu yang tidak bermanfaat bahwa ia akan membawa orangnya untuk berbangga dengan ucapan dan perbuatannya, mencari kedudukan tinggi di dunia, berlomba-lomba di dalamnya, mencari kebanggaan dengan para ulama, berbantah dengan orang-orang bodoh dan berusaha memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya. Sungguh telah datang dari Nabi shalallahu alaihi wasallam bahwa orang yang mencarinya karena itu maka akibatnya adalah neraka.”[3]

     “Dan cirinya adalah menampakkan pengakuan wali sebagaimana yang disangka oleh Ahlul Kitab, Qaramithah, kaum Bathiniyah[4] dan yang serupa dengan mereka. Ini menyelisihi keadaan Salaf dimana mereka rendah hati secara lahir dan batin.”[5]

     “Diantara cirinya adalah tidak menerima kebenaran, tidak tunduk kepadanya, angkuh kepada orang yang menyampaikan kebenaran apalagi jika kedudukan (yang menyampaikan kebenaran itu) di bawahnya dalam pandangan manusia, terus menerus dalam kebatilan karena khawatir hati-hati manusia menghindar darinya dengan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran…”[6]

     “Dan orang yang ilmunya tidak bermanfaat maka kesibukannya hanya menyombongkan diri dengan ilmunya kepada manusia, menampakkan keutamaan ilmunya di atas mereka, menisbatkan mereka kepada kebodohan dan merendahkan mereka agar menjadi tinggi di atas mereka, dan ini termasuk akhlak yang paling buruk dan rendah.

     Bahkan terkadang ia menisbatkan para ulama sebelumnya kepada kebodohan dan lalai, sehingga akibatnya ia mencintai dirinya sendiri dan senang menampakkannya; karena berbaik sangka kepada dirinya dan berburuk sangka kepada pendahulunya.”[7]

Baca juga 6. ILMU YANG BERMANFAAT


[1] Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2655) dan Ibnu Majah (253) –ini lafazhnya-, dari Abdullah bin ‘Umar –radhiallahu ‘anhuma-,  dihasankan oleh Syaikh al-Albany –rahimahullah- di dalam Shahihul Jami’ (6382).

[2] Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3664), Ibnu Majah (252), dishahihkan oleh Syaikh al-Albany –rahimahullah- di dalam Shahihul Jami’ (6159).

[3] Fadhlu ‘Ilmis Salaf, hal. 53.

[4] Qaramithah dan Bathiniyyah adalah salah satu sebutan kelompok Isma’iliyyah, merupakan salah satu sekte Syi’ah, diantara pemahamannya adalah tasybih, yaitu menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk. (Lihat: al-Milal wan Nihal, karya asy-Syahrastani, hal. 153-155.

[5] Fadhlu ‘Ilmis Salaf, hal. 54.

[6] Ibid, hal. 54.

[7] Ibid, hal. 57.

1 thought on “7. CIRI-CIRI ILMU YANG TIDAK BERANFAAT”

Leave a Comment