6. ILMU YANG BERMANFAAT

 1,516 total views,  2 views today

6. ILMU YANG BERMANFAAT

Oleh Ustadz M. Iqbal Rahmatullah, Lc (Mudir Ma’had Abdullah bin Abbas Cianjur)

     Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali –rahimahullah– menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah: “Mengikat nash (dalil) Al-Quran dan Sunnah serta memahami makna-maknanya. Dan dalam menjalankannya terikat dengan atsar dari Shahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in tentang makna-makna Al-Quran dan Hadits, pembicaraan tentang permasalahan halal dan haram, zuhud dan kelembutan hati, dan yang lainnya.

     Dan dalam mengawalinya adalah dengan bersungguh-sungguh membedakan yang shahih dari yang lemahnya, kemudian yang kedua bersungguh-sungguh dalam mencari makna-maknanya, serta usaha memahaminya. Dan hal tersebut cukup bagi orang yang berakal dan sibuk memperhatikan ilmu yang bermanfaat.

     Barangsiapa yang sibuk dengan hal ini dan mengikhlaskan tujuan di dalamnya karena Wajah Allah ‘azza wajalla serta memohon pertolongan kepada-Nya; pasti Allah akan menolongnya, memberinya petunjuk, meluruskannya, dan memberinya pemahaman serta ilham.

     Ketika itulah ilmu ini membuahkan hasilnya, yaitu takut kepada Allah, sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

     ﴿ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ﴾

     ‘Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.’[1]

     Ibnu Mas’ud dan yang lainnya berkata: ‘Cukuplah takut kepada Allah sebagai ilmu, dan cukuplah tertipu dengan (makar) Allah sebagai kebodohan.’” [2]

     “Hal tersebut karena ilmu yang bermanfaat ini akan menunjuki (seseorang) kepada dua perkara:

     Pertama: mengenal Allah dan mengenal apa yang menjadi hak-Nya berupa nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang tinggi serta perbuatan-Nya yang mengagumkan. Yang demikian mengharuskan (seseorang) mengagungkan-Nya, takut kepada-Nya, mencintai-Nya, berharap kepada-Nya, tawakal kepada-Nya, ridha dengan ketentuan-Nya dan sabar atas cobaan-Nya.

     Kedua: mengenal apa yang dicintai dan diridhai-Nya, apa yang dibenci dan dimurkai-Nya, berupa keyakinan, amal serta perkataan yang nampak dan batin. Hal tersebut memberi pengaruh kepada orang yang mengetahuinya untuk bersegera melakukan perbuatan yang dicintai dan diridhai Allah, serta menjauh dari apa yang dibenci dan dimurkai-Nya.

     Jika ilmu itu memberikan pengaruh seperti ini kepada orangnya; maka itulah ilmu yang bermanfaat.”[3]

     Dan jika ilmu itu bermanfaat; maka manfaatnya seorang hamba akan tunduk hatinya kepada Allah, dan jika hatinya tunduk kepada Allah; jiwa merasa cukup dengan yang sedikit dari harta halal, sehingga menjadi zuhud dari dunia. Dan manfaatnya jika berdoa dan meminta kepada-Nya; Allah akan mengabulkannya, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam:

     فَـلَإِنْ سَــأَلَـنِـيْ لَأُعْطِـيَـنَّـهُ.

     “Maka jika ia meminta kepada-Ku; pasti Aku memberinya.”[4]

     “Jadi ilmu yang bermanfaat adalah yang dapat menjadikan seorang hamba mengenal Rab-nya dan memberi petunjuk ke arah itu, sehingga ia mengenal-Nya, mentauhidkan-Nya, tenang dengan-Nya, malu di dekat-Nya dan menyembah-Nya seakan ia melihat-Nya.”[5]

Baca juga 5. ILMU YANG TIDAK BERMANFAAT


[1] QS Fathir: 28.

[2] Fadhlu ‘Ilmis Salaf ‘Alal Khalaf, hal. 45-46.

[3] Ibid, hal. 47.

[4] HR al-Bukhari (6502), lihat Fadhlu ‘Ilmis Salaf hal. 47-48.

[5] Ibid, hal. 50.

1 thought on “6. ILMU YANG BERMANFAAT”

Leave a Comment