Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik [3]

Loading

8. Melatih Anak Bergerak.

Hendaknya jangan diremehkan untuk membedong bayi walaupun membuatnya sedikit merasa tidak nyaman sampai badannya tegak dan anggota-anggota tubuhnya kuat untuk duduk di lantai. Pada saat inilah, anak harus dilatih dan dibiasakan untuk bergerak, namun jangan terburu-buru. Begitupun juga ia harus dilatih untuk belajar berdiri sedikit demi sedikit hingga betul-betul memiliki kekuatan untuk melakukannya sendiri.
9. Menghindarkan Anak dari Gangguan.

Anak bayi seharusnya dilindungi dari segala sesuatu yang mengejutkan. Seperti suara yang keras, pemandangan yang mengerikan, serta gerakan-gerakan yang menggangu. Sebab, hal itu mungkin akan mengakibatkan melemahnya daya intelegensi, sehingga ia tidak bisa memanfaatkan saat besar nanti. Apabila si anak mengalami hal tersebut, maka segera mungkin ia harus dikembalikan dalam kondisi yang tenang, yaitu dengan memberikan ketenangan dan ketentraman pada sesuatu yang mengganggunya itu hilang, sehingga tidak meresap ke dalam pikirannya kemudian sulut untuk dihilangkan.

Setelah itu, baringkanlah anak bayi itu di tempat tidur dengan cara yang lembut sampai ia tertidur, sehingga ia dapat melupakan kejadian yang baru dialaminya. Hal ini jarangan diremehkan, karena mengabaikan berarti akan menumbuhkan rasa takut dan ngeri pada hati anak, lalu perasaan itu akan membekas dalam dirinya sehingga sulut untuk dihilangkan.

Bersambung…..

Disadur dari Kitab Tuhfatul Mauduud bi Ahkamil Maulud.

Abu Rufaydah Endang Hermawan.

Leave a Comment