KAJIAN PENDIDIKAN ISLAM

DIMULAI DARI WANITA

Loading

DIMULAI DARI WANITA

Saya perhatikan di beberapa Negara yang berada dibawah penindasan kolonialisme dalam waktu yang lama, mereka (para penjajah) lebih terfokus untuk merusak wanita daripada merusak pria, berangkat dari kesadaran mereka tentang pentingnya peran wanita dalam masyarakat. Selain itu keluarnya wanita dari rumah untuk bekerja bukanlah suatu kebetulan belaka, tetapi merupakan hasil rancangan kaum kapitalis yang dikendalikan oleh Yahudi yang bertujuan menghancurkan keluarga.  (Dr. Khaid Ahmad Asy-Syantut, Tarbiyatul Banaat Fii Baitil Muslim, hal. 14-15).

Read more

EFEK KESHALIHAN GURU PADA MURID

Loading

EFEK KESHALIHAN GURU PADA MURID

Guru kencing berdiri murid kencing berlari.  “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” begitulah perumpamaan bahasa kita. Demikian juga dengan anak. Anak yang shalah lahir dari orang tua yang shalih (lihat Dampak Keshalehan Orang Tua Pada Anak [1]). Maka tak salah kalau kita katakana bahwa “murid yang shalih lahir dari guru yang shalih.

Kita akan mengambil contoh yang teragung dari orang yang paling mulia suri tauladan manusia Nabi Muhammad; beliau adalah sebaik-baiknya guru peradaban. Bagaimana tidak karena di madrasah kenabian dan di meja kerasulanlah lahir generasi terbaik ummat. Allah Mengabadikan keunggulan generasi tersebut dalam al-Qur’an dalam QS. Alimran : 110.

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Read more

JADILAH GURU YANG MENGGUGAH DAN MERUBAH

Loading

JADILAH GURU YANG MENGGUGAH DAN MERUBAH

 

Diantara kisah yang menakjubkan dari kehidupan guru bersama muridnya adalah kisah Ibnu Jauzi rahimahullah dan kedua gurunya yaitu Abdul Wahhab Al Anmathi dan Abu Manshur Al Jawaliki Rahimahullah Ta’ala dimana Ibnul Jauzi Rahimahullah (W. 597 H) mengatakan dalam Kitab Shoidul Khothir, Fasal al Ulama wa al-‘Amiluun, beliau berkata :

“Aku banyak bertemu para Syaikh, keadaan mereka berbeda-beda, keilmuan mereka juga bertingkat-tingkat. Namun yang paling bermanfaat bagiku dalam bergaul dengannya adalah orang yang mengamalkan ilmunya, meskipun ada yang lebih alim dari dia.

Aku juga telah bertemu para ulama hadits, mereka punya hapalan dan keilmuan, namun mereka bermudah-mudahan dalam ghibah yang mereka legalkan dengan label ‘jarh wat ta’dil’. Mereka juga mengambil upah dari bacaan hadits, dan segera menjawab pertanyaan agar terjaga namanya, meski dia jatuh dalam kesalahan.

Read more

Ortu Adalah Guru

Loading

Ortu Adalah Guru

Al Imam Al Khathib al Baghdadi rahimahullah dalam kitab Al Faqiih al Mutafaqqih memberi bab dengan judul “Bab tentang Pengajaran seseorang kepada Anak dan Istrinya berserta Budaknya.” Lalu ia membawakan beberapa riwayat di antaranya, bahwa Ibnu Umar pernah berkata kepada seseorang, “Ajarlah anakmu; karena engkau bertanggung jawab atas anakmu terhadap apa yang telah engkau ajarkan kepadanya, sementara dia akan bertanggung jawab atasmu terhadap kebaktian dan ketaatannya kepadamu.”

Abu Hurairah radhiallahu anhu  berkata :

أخذ الحسن بن علي رضي الله عنهما تمرة من تمر الصدقة فجعلها في فيه فقال النبي صلى الله عليه وسلم: كخ كخ ليطرحها ثم قال أما شعرت أنا لا نأكل الصدقة. متفق عليه

“Al Hasan bin Ali rodhiallahu ‘anhuma mengambil sebiji kurma dari kurma shadaqah (zakat), kemudian ia memasukkannya ke dalam mulut (hendak memakannya) maka Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Kakh, kakh,’ agar ia mencampakkannya, kemudian beliau bersabda kepadanya, ‘Tidakkah engkau sadar bahwa kita tidak (halal) memakan shadaqah?’” (Muttafaqun ‘alaih)

Read more

PILIHKAN UNTUKNYA GURU YANG SHALIH

Loading

PILIHKAN UNTUKNYA GURU YANG SHALIH

Oleh Ust. Abu Rufaydah Endang Hermawan

Ayah dan bunda yang dirahmati Allah. Jika sebelumnya saya pernah menulis Dampak Keshalehan Guru Pada Anak [1], maka dipembahasan ini kami peruntukkan kepada orang tua yang hendaknya memilih guru yang shalih. Interaksi anak dengan guru akan terjadi ikatan batin di antara kedua pihak sehingga mampu memberikan pengaruh kepada anak kita.

Allah memberikan contoh yang baik kepada kita tentang kisah Nabi Musa Alaihissallam yang belajar kepada Nabi Khidir Alaihissallam. Allah Ta’ala berfirman :

فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا * قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” [QS. Al-Kahfi : 65-66].

Read more