BOLEHKAH PUASA KAFFARAH TIDAK BERURUTAN ?

 215 total views,  2 views today

BOLEHKAH PUASA KAFFARAH TIDAK BERURUTAN ?


Assalaamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Begini ustadz/ustadzah, kalo misalkan kita pernah mengikrarkan janji dengan diiringi kalimat ” demi Allah” namun kita melanggar perjanjian tersebut..jika kita membayarnya dengan shaum 3 hari, apakah shaumnya harus berturut turut? Syukron

Dari 0895 2050 XXXX

Jawaban :

 

Walaikumussalaam Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Bismillah walhamdulillah Washolatu Wassalamu ala Rasulillah

Para Ulama berbeda pendapat tentang melaksanakan puasa kaffarah. Apakah dilakukan secara terpisah atau berturut-turut tiga hari. Dalil yang memrintahkan puasa kaffarah yaitu firman Allah;

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). (QS. Al-Maidah : 89)

 

Dari ayat di atas perndapat ulama menjadi dua;

  1. Pendapat pertama boleh puasa kaffarah tidak berurutan waktunya. Ini pendapat dari Ibnu Hazm dalam kitab al-Muhalla, 6/345. Beliau berkata :

وَيُجْزِئُ الصَّوْمُ لِلثَّلاثَةِ الأَيَّامِ مُتَفَرِّقَةٍ إنْ شَاءَ – وَهُوَ قَوْلُ مَالِكٍ , وَالشَّافِعِيِّ …فَإِذْ لَمْ يَخُصَّ اللَّهُ تَعَالَى تَتَابُعًا مِنْ تَفْرِيقٍ , فَكَيْفَمَا صَامَهُنَّ أَجْزَأَهُ . اهـ

tidak mengapa puasa kaffarah tiga hari dilaksanakan di waktu yang berbeda, inilah pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’I rahimahumullah….. Jika Allah tidak memerintahkan untuk melakukan secara berturut-turut, maka boleh melakukan secara terpisah dan itu sudah cukup.

Ayat di atas tidak disebutkan tiga hari berturut-turut artinya bisa dilakukan kapan pun ayat tiga hari.

  1. Pendapat kedua, dilakukan berturut-turut selama tiga hari lebih uatama. Inilah pendapat dari Syaikh bin Baz rahimahullah dan Lajnah Daimah.

الأفضل أن يكون صيام كفارة اليمين متتابعاً ، ولكن لو قطع التتابع فلا حرج في ذلك ” اهـ . وجاء في فتاوى اللجنة الدائمة (23/22)

Yang lebih utama dilakukan tiga hari berturut-turut, namun jika dilakukan terpisah maka tidak mengapa.

 

Cianjur Kota Santri, 18 Dzulhijjah 1439 H / 30 Agustus 2018

Abu Rufaydah

Leave a Comment