HUKUM AIR KENCING BAYI

Loading

Dari Ummu Qais bintu Mihshan Al-Asadiyah :

أَنَّهَا أَتَتْ بِابْنٍ لَهَا صَغِيْرٍ لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامَ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ، فَأَجْلَسَهُ رَسُوْلُ اللهِ فِي حِجْرِهِ، فَبَالَ عَلَى ثَوْبِهِ، فَدَعَا بِمَاءٍ فَنَضَحَهُ وَلَمْ يَغْسِلْهُ

“Ummu Qais pernah membawa bayi laki-lakinya yang masih kecil dan belum makan makanan kepada Rasulullah, lalu Rasulullah mendudukkan anak itu di pangkuan beliau. Kemudian anak itu kencing di baju beliau, maka beliau pun meminta dibawakan air, lalu beliau memerciki pakaian beliau (yang terkena air kencing, pent.) dan tidak mencucinya.” (HR. Al­-Bukhari no. 223 dan Muslim no. 287)

Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud makanan di sini adalah segala makanan kecuali air susu yang dia minum, atau kurma yang digunakan untuk mentahniknya, ataupun madu yang diberikan untuk pengobatan dan yang lainnya, sehingga yang diinginkan di sini si anak belum diberi makan apapun kecuali air susu semata-mata.” (Fathul Bari, 1/425).

Read more

ADA APA DENGAN BULAN RAJAB ?

Loading

ADA APA DENGAN BULAN RAJAB ? Oleh Abu Rufaydah Rajab secara bahasa diambil dari lafadz رَجَبَ الرَّجُلُ رَجَاباَ , maknanya mengagungkan dan memuliakan. Rajab adalah … Read more

ORANG BERIMAN TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH

Loading

Allah Ta’ala Berfirman :

وَالَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ

Dan orang-orang yang mereka itu tidak berbuat syirik kepada Tuhan mereka. (Al- Mu’minun/23: 59).

Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah berkata : “Makna ayat di atas adalah mereka tidaklah menyembah Allah bersamaan dengan menyembah selain Allah, akan tetapi mereka mentauhidkan Allah dan mereka mengetahui bahwa Allah yang Maha Esa, tidak beristri dan beranak serta tidak ada tandingan bagi Allah. (Fathul Majiid, hal. 69).

Read more