APAKAH NABI PERNAH MEMBUNUH ?

 4,598 total views,  1 views today

Oleh Ustadz Abu Rufaydah

Dalam salah satu sesi tanya jawab di Kajian saya, pernah ada seorang bapak-bapak paruh baya bertanya dengan pertanyaan yang unik dan menarik. Beliau menyampaikan; Ustadz bukankah Nabi selalu ikut serta dalam setiap peperangan ? Maka saya pun menjawab Iya betul. Lalu beliau meminta penjelasan yang terperinci agar rasa penasarannya terobati dengan jawaban yang benar. Saat itu saya menjawab tidak tahu, karena saya sama sekali tidak tahu.

Tapi siapapun mengenal sosok Nabi Muhammad yang penyayang kepada umatnya, lembut tutur katanya, indah akhak dan adabnya. Diakui ketinggian akhlak dan luhur budi pekertinya oleh lawan ataupun kawan. hal itu terlihat dari sejarah kehidupan Rasulullah, mulai dari Thaif ketika di usir, dan ujian serta gangguan dari kafir Quraisy, tapi tetap saja yang harum akhlak dan adabnya.

Kemudian saya mencari jawaban dari pertanyaan di atas dan alhamdulillah menemukannya di https://islamqa.info/ar/answers

Diriwayatkan oleh Bukhari, (4073) dan Muslim, (1793) dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda,

اشْتَدَّ غَضَبُ اللَّهِ عَلَى رَجُلٍ يَقْتُلُهُ رَسُولُ اللَّهِ فِي سَبِيلِ الله

”Allah sangat murka kepada seseorang yang dibunuh Rasulullah di jalan Allah.”

Imam an-Nawawi Rahimahullah Taála berkata :

فِيْ سَبِيْلِ اللهِ اِحْتِرَاز مِمَّنْ يَقْتُلهُ فِي حَدّ أَوْ قِصَاص ; لأَنَّ مَنْ يَقْتُلهُ فِي سَبِيل اللَّه كَانَ قَاصِدًا قَتْل النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اهـ

An-Nawawi rahimahullah berkata,”Perkataan ( فِي سَبِيل اللَّه ) “Di jalan Allah” mengeluarkan orang yang dibunuh karena hukuman atau qisos. Karena orang yang di bunuh di jalan Allah, berarti dia bermaksud membunuh Nabi sallallahu’alaihi wasallam.”

Tidak diketahui bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam membunuh salah seorang dari kalangan orang musyrik dengan tangannya kecuali Ubay bin Kholaf. Hal itu diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Hakim dari Said bin Musayyab dan Zuhri rahimahumallah. Ibnu Katsir berkomentar dalam tafsirnya (2/296), “Sanadnya shahih.”

Ibnu Qayim rahimahullah mengatakan ketika berbicara tentang perang Uhud, “Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menuju pasukan kaum muslimin. Orang yang pertama kali mengenalinya di bawah pohon adalah Ka’ab bin Malik, maka beliau berseru dengan suara tinggi, “Wahai kaum muslimin, kabar gembira, ini Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam.” Kemudian beliau (Nabi shallallahu alaihi wa sallam) memberi isyarat agar diam. Lalu pasukan muslim berkumpul di sekelilingnya kemudian beranjak bersamanya menuju lembah tempat singgahnya, di sana ada Abu Bakar, Umar, Ali, Harits bin Shamah Al-Anshori dan lainnya yang sedang bersandar di gunung. Lalu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mendapatkan Ubay bin Kholaf dengan kudanya yang bernama Al-Audz, musuh Allah, yang akan membunuh Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Ketika dia mendekat, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengambil tombak dari Harits bin Shamah lalu dia menikam tulang selangkanya. Sehingga musuh Allah lari dalam kondisi kalah. Orang-orang musyrik mengatakan, “Demi Allah, engkau tidak apa-apa. Dia mengatakan, “Demi Allah, kalau bukan karena penduduk Dzil Majaz, maka mereka akan mati semua. Dahulu dia memberi makan kudanya di Mekkah dan dia mengatakan,”Saya akan membunuh Muhammad. Hal itu sampai kepada Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Maka beliau mengatakan,”Bahkan saya yang akan membunuhnya insyaallah. Ketika dia ditikan, musuh Allah tersebut teringat ucapannya saya akan membunuhnya. Maka diyakini dia terbunuh karena luka tersebut. Maka dia mati ketika diperjalanan pulang menuju ke Mekkah. (‘Zadul Ma’ad, (3/199).

Leave a Comment