11. NASAB BUKAN TOLAK UKUR KESELAMATAN

 5,734 total views,  548 views today

11. NASAB BUKAN TOLAK UKUR KESELAMATAN
Oleh Ustadz M. Iqbal Rahmatullah, Lc (Mudir Ma’had Abdullah bin Abbas Cianjur)

     Imam Ibnul Jauzy –rahimahullah– mengatakan:

     “Diantara tipuannya (Iblis) kepada mereka; (adalah dengan membisikan) bahwa diantara mereka memiliki keturunan yang terkenal, maka ia tertipu dengannya, ia berkata: saya dari keturunan Abu Bakar. Yang lain mengatakan: Saya dari keturunan Ali. Yang ini mengatakan: Saya orang mulia termasuk anak cucu al-Hasan dan al-Husain. Atau ada yang berkata: Saya dekat nasabnya dengan ulama ini atau dengan ahli ibadah ini.

     Mereka membangun pemikirannya di atas dua perkara:

     Pertama: mereka berkeyakinan bahwa orang yang mencintai seseorang; ia (harus) mencintai anak-anak dan keluarganya.

     Kedua: bahwa mereka memiliki syafa’at, dan yang paling berhak diminta syafa’atnya adalah keluarga dan anaknya!

     Dan kedua perkara ini keliru.

     Adapun kecintaan; maka bukanlah cinta kepada Allah itu sama dengan cinta kepada manusia, sebab intinya (bahwa) Allah mencintai orang yang ta’at kepada-Nya; karena Ahlul Kitab termasuk keturunan Ya’qub, dan mereka tidak mendapat manfaat dari nenek moyangnya.

     Adapun syafa’at; maka Allah ta’ala telah berfirman:

     ﴿ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ ﴾ 

     ‘Dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah.’[1]

     Ketika Nuh ‘alaihissalam ingin mengajak anaknya naik bahtera; dikatakan kepadanya:

     ﴿ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ  ﴾

     ‘Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu.’[2]

     Dan sungguh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam telah bersabda kepada Fatimah radhiallahu ‘anha:

     لَا أُغْـنِـيْ عَـنْـكِ مِـنَ اللّٰهِ شَــيْئًـا.

     ‘Aku tidak dapat menyelamatkanmu dari (azab) Allah sedikitpun juga.’[3]

     Barangsiapa yang menyangka ia akan selamat dengan (bersandar kepada) keselamatan ayahnya; maka ia seperti orang yang menyangka bahwa ia kenyang (dengan bersandar) kepada kekenyangan ayahnya.”[4]

Baca sebelumnya di 10. TIDAK MENUNTUT ILMU RENTAN DENGAN TIPUAN IBLIS


[1] QS Al-Anbiya: 28.

[2] QS Hud: 46.

[3] HR al-Bukhari (2753) dan Muslim (206).

[4] Lihat: al-Muntaqan Nafiis, hal. 451-452.

1 thought on “11. NASAB BUKAN TOLAK UKUR KESELAMATAN”

Leave a Comment