11. NASAB BUKAN TOLAK UKUR KESELAMATAN

 7,548 total views,  2 views today

11. NASAB BUKAN TOLAK UKUR KESELAMATAN
Oleh Ustadz M. Iqbal Rahmatullah, Lc (Mudir Ma’had Abdullah bin Abbas Cianjur)

     Imam Ibnul Jauzy –rahimahullah– mengatakan:

     “Diantara tipuannya (Iblis) kepada mereka; (adalah dengan membisikan) bahwa diantara mereka memiliki keturunan yang terkenal, maka ia tertipu dengannya, ia berkata: saya dari keturunan Abu Bakar. Yang lain mengatakan: Saya dari keturunan Ali. Yang ini mengatakan: Saya orang mulia termasuk anak cucu al-Hasan dan al-Husain. Atau ada yang berkata: Saya dekat nasabnya dengan ulama ini atau dengan ahli ibadah ini.

     Mereka membangun pemikirannya di atas dua perkara:

     Pertama: mereka berkeyakinan bahwa orang yang mencintai seseorang; ia (harus) mencintai anak-anak dan keluarganya.

     Kedua: bahwa mereka memiliki syafa’at, dan yang paling berhak diminta syafa’atnya adalah keluarga dan anaknya!

     Dan kedua perkara ini keliru.

     Adapun kecintaan; maka bukanlah cinta kepada Allah itu sama dengan cinta kepada manusia, sebab intinya (bahwa) Allah mencintai orang yang ta’at kepada-Nya; karena Ahlul Kitab termasuk keturunan Ya’qub, dan mereka tidak mendapat manfaat dari nenek moyangnya.

     Adapun syafa’at; maka Allah ta’ala telah berfirman:

     ﴿ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ ﴾ 

     ‘Dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah.’[1]

     Ketika Nuh ‘alaihissalam ingin mengajak anaknya naik bahtera; dikatakan kepadanya:

     ﴿ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ  ﴾

     ‘Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu.’[2]

     Dan sungguh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam telah bersabda kepada Fatimah radhiallahu ‘anha:

     لَا أُغْـنِـيْ عَـنْـكِ مِـنَ اللّٰهِ شَــيْئًـا.

     ‘Aku tidak dapat menyelamatkanmu dari (azab) Allah sedikitpun juga.’[3]

     Barangsiapa yang menyangka ia akan selamat dengan (bersandar kepada) keselamatan ayahnya; maka ia seperti orang yang menyangka bahwa ia kenyang (dengan bersandar) kepada kekenyangan ayahnya.”[4]

Baca sebelumnya di 10. TIDAK MENUNTUT ILMU RENTAN DENGAN TIPUAN IBLIS


[1] QS Al-Anbiya: 28.

[2] QS Hud: 46.

[3] HR al-Bukhari (2753) dan Muslim (206).

[4] Lihat: al-Muntaqan Nafiis, hal. 451-452.

1 thought on “11. NASAB BUKAN TOLAK UKUR KESELAMATAN”

Leave a Comment