![]()
Oleh Ust. Abu Rufaydah
Sejumlah penelitian menegaskan bahwa sebagian besar kenakalan pada anak disebabkan oleh apa yang dialaminya pada masa kanak-kanak tersebut.
Dr. Ahmad Izzat Rajih dalam kitabnya Usuul Ilmin Nafs mengatakan pendapat Dr. Bairat bahwa, “Faktor pemicu kenakalan pada anak yang paling banyak, paling berbahaya dan merusak adalah factor-faktor seputar kehidupan keluarga di masa kecil anak. Contohnya, rumah tangga yang hancur karena perceraian, kematian salah satu dari kedua orang tua atau keduanya, juga rumah tangga yang penuh dengan dosa, khamar, dan kejahatan. Demikian halnya ayah yang suka menghina, menerapkan hukuman keras dan sangat lamban, atau memperlakukan anak dengan kasar dan keras. Ini semua menjadi factor utama bagi kenakalan pada anak.
Keshalihan orang tua memiliki dampak baik pada anaknya, sebagaimana keburukan orangtua memiliki dampak pada anaknya. Oleh karena itu sebagai seorang ayah atau ibu hendaknya senantiasa bertakwa kepada Allah. Takut terhadap siksaannya dan selalu berharap akan rahmatnya. Karena anak adalah investasi terbesar yang dimiliki oleh seseorang.
Allah berfirman:
وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلاَمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِن رَّبِّكَ
Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih, maka Rabb-mu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanan itu, sebagai rahmat dari Rabb-mu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. [Al Kahfi:82].
Allah telah menjaga harta benda milik dua orang anak yatim dikarenakan keshalihan kedua orangtua mereka. Pengaruh amalan shalih menjadi jelas dan menular kepada anak keturunan. Juga sebaliknya. Semoga Allah menjaga kita dan anak keturunan kita. Aamiin