Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik

Loading

  1. Menyusukan anak pada selain ibunya.

Hendaknya seorang bayi disusui oleh wanita selain ibunya setelah dua atau tiga hari darii kelahirannya. Ini yang terbaik. Pasalnya, air susu ibu (ASI) pada saat itu terlalu kasar dan bercampur, berbeda dengan air susu wanita yang profesinya adalah menyusui. Setiap orang Arab sangat peduli dalam hal ini sehingga mereka menyusukan anak-anak mereka kepada kaum wanita di pedesaan. Sebagaimana penyusuan Nabi dun dilakukan di Bani Sa’ad.

  1. Jangan diajak Jalan Sebelum Tiga Bulan.

Sebaiknya jangan membawa bayi untuk diajak jalan berkeliling sampai ia berumur tiga bulan atau lebih. Sebab, pada saat itu bayi masih dekat dengan perut ibunya, dan fisiknya yang masih lemah.

  1. Memberi makan sampai Gigi Tumbuh.

Hendaknya ASI diberikan secara eksklusif sampai gigi bayi tumbuh. Karena, pada saat itu lambung bayi masih lemah dan daya mereka untuk menerima makanan pun belum kuat. Setelah tumbuh gigi, lambung bayi pun menjadi kuat sehingga mampu mencerna makanan. Sesungguhnya Allah menunda tumbuh gigi sampai mereka mulai membutuhkan makanan. Hal ini menunjukan kebijaksanaan, kelembutan serta kasih saying Allah kepada para ibu dan putting susunya sehingga bayi itu tidak menggigit putting tersebut dengan giginya.

  1. Memberi makan secara bertahap.

Hendaknya makanan tambahan diberikan secara bertahap kepada sang anak. makanan pertama yang diberikan adalah makanan yang lembut, seperti roti yang lembut dicampur dengan air hangat dan susu cair atau susu kental (jelly. Setelah itu, barulah mereka diberi makanan berupa makanann dan sayuran tanpa dicampur daging. Tahap berikutnya, mereka diberi dging yang sangat lembut setelah dihancurkan atau dilembutkan secara halus.

  1. Saat anak Sudah Mulai Bicara.

Apabila masa seorang anak untuk mulai berbicara telah dekat, dan anda ingin memudahkan mereka berbicara, maka tetesilah lidah mereka dengan MADU dan AIR hangat dicampur Garam Dzar’ani (garam yang warnanya sangat putih atau garam yang beryodium). Karena keduanya (madu dan garam) dapat mengurai kelembaban yang pekat pada enzim mulut yang dapat menghalangi anak itu dari berbicara.

  1. Saat Gigi Anak Tumbuh.

Apabila masa tumbuh gigi telah tiba, sebaiknya setiap hari gusi-gusi bayi diolesi keju atau mentega. Sementara pangkal leher mereka diolesi minyak sesering mungkin. Ekstra hati-hatilah pada saat gigi mereka mulai tumbuh hingga semuanya tumbuh secara sempurna dan kuat, sebaiknya hindari makanan yang keras, jangan sampai mereka mengonsumsinya. Sebab, hal itu dapat menyebabkan gigi mereka menjadi rusak, tidak rata, dan berbagai jenis kerusakan lainnya.

  1. Tangisan Bayi.

Sebaiknya orangtua jangan merasa terganggu dengan tangisan dan teriakan bayi, terutama ketika dia membutuhkan air susu saat meresa lapar, karena tangisan tersebut sangat bermanfaat bagi perkembangan bayi. Dengan menangisnya seorang bayi, maka seluruh anggota badannya akan bergerak. Selain itu juga dapat memperluas lambung dan melapangkan dadanya, menghangatkan otak dan menghidupkan nalurinya, serta membangkitkan kekuatan instingnya. Dengan tangisan itu pula, seorang bayi membuang segala kotoran dan hal yang tidak diperlukan oleh tubuhnya, serta dapat membuang zat dan materi yang berlebihan dan tidak berguna bagi otaknya, seperti lendir pada hidungnya serta kotoran lainnya.

  1. Melatih Anak Bergerak.

Hendaknya jangan diremehkan untuk membedong bayi walaupun membuatnya sedikit merasa tidak nyaman sampai badannya tegak dan anggota-anggota tubuhnya kuat untuk duduk di lantai. Pada saat inilah, anak harus dilatih dan dibiasakan untuk bergerak, namun jangan terburu-buru. Begitupun juga ia harus dilatih untuk belajar berdiri sedikit demi sedikit hingga betul-betul memiliki kekuatan untuk melakukannya sendiri.

  1. Menghindarkan Anak dari Gangguan.

Anak bayi seharusnya dilindungi dari segala sesuatu yang mengejutkan. Seperti suara yang keras, pemandangan yang mengerikan, serta gerakan-gerakan yang menggangu. Sebab, hal itu mungkin akan mengakibatkan melemahnya daya intelegensi, sehingga ia tidak bisa memanfaatkan saat besar nanti. Apabila si anak mengalami hal tersebut, maka segera mungkin ia harus dikembalikan dalam kondisi yang tenang, yaitu dengan memberikan ketenangan dan ketentraman pada sesuatu yang mengganggunya itu hilang, sehingga tidak meresap ke dalam pikirannya kemudian sulut untuk dihilangkan.

 

Setelah itu, baringkanlah anak bayi itu di tempat tidur dengan cara yang lembut sampai ia tertidur, sehingga ia dapat melupakan kejadian yang baru dialaminya. Hal ini jarangan diremehkan, karena mengabaikan berarti akan menumbuhkan rasa takut dan ngeri pada hati anak, lalu perasaan itu akan membekas dalam dirinya sehingga sulut untuk dihilangkan.

 

  1. Anak Pada Pertumbuhan Gigi.

Tumbuhnya gigi pada bayi dapat mempengaruhi kondisi kesehatannya. Kondisi ini akan membuatnya muntah, suhu bandanya meningkat, dan kebiasaan yang buruk. Apalagi jika gigi tersebut tumbuh pada musim yang sangat dingin atau pada musim yang panas. Masa pertumbuhan gigi yang paling baik adalah pada musim semi dan pada musim gugur.

 

Gigi mulai tumbuh ketika anak berusia tujuh bulan. Adakalanya sudah mulai tumbuh pada usia lima bulan atau malah terkadang tumbuhnya itu terlambat hingga pada usia sepuluh bulan.

 

Hendaknya anak bayi diperlakukan dengan lemah lembut pada masa-masa pertumbuhan giginya. Sering diajak masuk kamar mandi, diberi makanan yang lembut, dan tidak sampai perutnya kekenyangan. Terkadang pada saat itu ia sering buang air besar. Hal ini dapat diatasi dengan memasang perban berupa wol dari tanaman cumin,seledri (celery), dan aniseed di perutnya. Selain itu, gusi-gusinya sambil digosok sebagaimana dijelaskan di atas. Meskipun demikian, keadaannya itu lebih baik daripada sulit buang air besar.

 

Jika pada saat giginya tumbuh kemudian ia sulit buang air besar, maka tindakan yang baik untuk diambil ketika itu ialah segera melakukan pembersihan isi perutnya. Karenanya, tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya bagi si bayi pada waktu giginya mulai tumbuh daripada menahan dirinya untuk buang air besar, dan tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat baginya ketika itu daripada mengeluarkan kotoran dari pencernaannya secara telatur dan seimbang.

 

Cara terbaik untuk membersihkan isi perut bayi adalah dengan memberikan madu yang dihangatkan dan dijadikan sebagai minuman yang menyegarkan sehingga pertutnya terasa nyaman. Selain itu, dapat pula dengan diberikan ramuan dari tanaman Habaq (Jenis tanaman yang beraroma wangi) yang dihaluskan dan dicampur dengan madu lalu dibuatkan minuman penghangat juga, pada saat itu, sebaiknya wanita yang menyusui mengonsumsi makanan dan minuman yang lembut dan menjauhi segala makanan yang berbahaya.

 

Disadur dari Kitab Tuhfatul Mauduud bi Ahkamil Maulud.

Abu Rufaydah Endang Hermawan.

 

Leave a Comment