HIKMAH DARI KEYATIMAN NABI MUHAMMAD

Loading

HIKMAH DARI KEYATIMAN NABI MUHAMMAD

Oleh Abu Rufaydah

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam lahir dalam keadaan Yatim, Ayahandanya yang bernama Abdullah wafat saat beliau dalam kandungan Ibundanya. Setelah beliau lahir tepatnya pada usia 6 tahun, ibundanya meninggal di Abwa’. Kemudian beliau diasuh oleh sang Kakek yang bernama Abdul Mutholib sampai pada usia 8 tahun 2 bulan 10 hari sang kakek meninggal dunia.

Saat beliau shalallahu Alaihi wasallam berada pada puncak kecintaan dan kerinduan kasih sayang, Allah uji dengan meninggalnya orang-orang penting dikehidupan beliau, sampai pada akhirnya beliau diasuh dan dibesarkan oleh sang paman yang bernama Abu Tholib.

Allah berfirman :

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ

(Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim lalu Dia melindungimu?).

Ayat ini menjadi hiburan bagi Nabi Muhammad shalallahu Alaihi wasallam ketika beliau tidak mendapatkan perlindungan, kasih sayang dan pengasuhan dari manusia, maka Allah-lah yang melindunginya dari berbagai mara bahaya. Kasih sayang Allah kepadanya melebihi kasih sayang makhluk.

Nabi Muhammad shalallahu Alaihi wasallam bersabda :

عَنْ سَهْلٍ بْنِ سَعْدٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

Artinya: Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Aku dan orang yang mengurus (menanggung) anak yatim (kedudukannya) di dalam surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan (kedua jarinya yaitu) telunjuk dan jari tengah serta agak merenggangkan keduanya.” (HR. Imam Al-Bukhari).

  • Hikmah dari Keyatiman :
    1. Belajar tegar dalam ujian.
    2. Belajar bergantung kepada Allah.
    3. Cinta dan kematian adalah episode yang terus terulang.
    4. Mandiri dengan segala kekurangan.
    5. Empati dan jeri payah sendiri.
    6. Tempaan hidup bagi calon pemimpin dunia.
    7. Tidak bergantung kepada makhluk.
    8. Keutamaan mengasuh anak Yatim.

Referensi.
1. Fiqh Siroh.
2. Ar Rahiqul Makhtum.
3. Sirah Ibnu Hisyam.
4. Raudhotul Anwar.

📝 Abu Rufaydah

Leave a Comment