![]()
3 TIPS MENGGAPAI HUSNUL KHATIMAH
Oleh Abu Rufaydah
Husnul Khatimah atau akhir yang baik adalah dambaan dan cita-cita setip mukmin yang mengetahui akan besarnya balasan Allah bagi orang-orang yang wafat dalam kondisi hunul khatimah. Keadaan seseorang saat tutup usia memiliki nilai tersendiri, karena balasan baik dan buruk yang akan diterimanya tergantung pada kondisinya saat tutup usia. Sebagaimana dalam hadits yang shahih :
إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمُ رواه البخاري وغَيْرُهُ.
“Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya”. [HR Bukhari dan selainnya]
Oleh sebab itulah, seorang hamba Allah yang shalih sangat merisaukannya akhir dari kehidupannya. Karena itu Mereka melakukan amal shalih tanpa putus, merendahkan diri kepada Allah agar Allah memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah sampai meninggal. Mereka berusaha merealisasikan wasiat Allah Azza wa Jalla :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri) ”. [Ali Imran/3 : 102]
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan maksud dari “Sebenar-benarnya takwa” yaitu Mentaati Allah tanpa maksiat kepadanya, mensyukuri Nikmat-Nya tanpa kufur dan mengingat-Nya tanpa melupakan.
Ketika seorang muslim ingin wafat dalam kondisi muslim, maka wajib dia melaksanakan nilai-nilai keislama pada dirinya dan keluarganya. Terkadang banyak yang berangan-angan untuk menggapai husnul khatimah, tetapi tidak sejalan antara angan-angan dengan realita kehidupan. Nilai-nilai islam ia langar bahkan menolaknya. Waliyadzubillah
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ، قاَلُوُا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ. رَواه الإمام أحمـد والترمذي وصحح الحاكم في المستدرك.
“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya”. Para sahabat bertanya,”Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah menjawab,”Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.” [HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak).
Dari hadits di atas menunjukkan bahwa diantara tanda orang yang Allah kehendaki kebaikkan kepadanya adalah Allah memberikan taufik untuk beramal shalih. Dan amalan shalat yang paling utama untuk menggapai hunul khatimah dan sebagai bentuk dari nilai ketakwaan dia kepada Allah yaitu merealisasikan tiga hal :
- Senantiasa taát kepada Allah dan tidak melakukan maksiat.
Mentaati Allah direalisasikan dengan mentaati Rasulullah. Banyak ayat yang membahas tentang kewajiban mentaati Allah dan Rasul-Nya. Artinya ketika seorang muslim meksiat kepada Rasul berarti dia telah maksiat kepada Allah. Maka kewajiban kita adalah berusaha mentaati Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi kemaksiatan, sekalipun jatuh dalam kubangan kemaksiatan maka hendaknya ia segera bertaubat kepada Allah dan jangan menundanya.
2. Senantiasa mensyukuri nikmat Allah dan tidak kufur nikmat.
Semua yang kita dapatkan murni atas kehendak Allah. Nikmat Allah begitu luas dan besar, kita tidak akan mampu untuk menghitung nikmat dan karunia-Nya. Karena itu kewajiban kita adalah beryukur dan tidak kufur nikmat. Semua fasilitas hidup yang kita dapatkan, jabatan yang kita terima, dan harta yang kita banggakan bukan karena kita pintar, berpengalaman atau kita ahli dalam bidangnya. Tapi semua itu karunia dari Allah.
3. Senantiasa mengingat Allah dan tidak melupakannya.
Mengingat Allah adalah pangkal ketenangan dan ketentraman dan melupannya adalah pangkal kegelisahan dan kehancuran. Rasulullah mengajarkan umatnya dalam setiap kondisi untuk menyertakan Allah dalam doá setiap aktifitas kehidupannya. Agar bimbingan dan kemudahan Allah berikan kepada kita. Tanda orang yang melupakan Allah yaitu tidak belajar ilmu agama.
“dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri) ”. Imam Ibnu Katsir mengomentari ayat ini dengan berkata, ‘jagalah keislaman kalian pada kondisi sehat dan selamat agar kalian wafat di atas keislaman, karena Allah Dzat Yang Maha Pemurah menjalankan kemaha pemurahnnya bahwa siapa yang hidup di atas keislaman, makai ia wafat dalam kondidi muslim, dan akan dibangkitkan di atas keislaman dan kita berlindung dari kondisi sebaliknya yaitu wafat suúl khatimah.
Semoga Allah mewafatkan kita dalam kondisi husnul khatimah yang diterima amal ibadah dan diampuni segala dosa dan maksiat. Aamiin
Cianjur Kota Santri, 1 Jumadil Ula 1443 H / 6 Desember 2021