7 CATATAN PENTING TENTANG BASMALAH

 1,392 total views,  44 views today

7 CATATAN PENTING TENTANG BASMALAH
Oleh Abu Rufaydah

Basmalah memiliki kedudukan yang sangat agung. Selain mengandung nama dan sifat Allah yang mulia juga mengandung faidah dan keutamaan yang sangat banyak. Basmalah atau yang disebut juga dengan at-Tasmiyah disepakati oleh para ulama termasuk dalam surat al-Naml ayat 30, namun para ulama berselisih pendapat kalimat Basmalah disetiap awal surat.

Berikut ini beberapa catatan penting tentang Basmalah yang disadur dari berbagai referensi; diantaranya:

  1. Tafsir Basmallah:
    Pertama بسم yaitu Jar majrur di awal ayat berkaitan dengan kata kerja yang tersembunyi setelahnya sesuai dengan jenis aktifitas yang sedang dikerjakan. Misalnya anda membaca basmalah ketika hendak makan, maka takdir kalimatnya adalah : “Dengan menyebut nama Allah aku makan”.
    Kedua lafadz الله yaitu Merupakan nama bagi Allah Rabbul Alamin, selain Allah tidak boleh diberi nama denganNya. Nama ‘Allah’ merupakan asal, adapun nama-nama Allah selainnya adalah tabi’ (cabang darinya).
    Ketiga الرحمن Yakni yang memiliki kasih sayang yang maha luas. Oleh sebab itu, disebutkan dalam wazan fa’laan, yang menunjukkan keluasannya.
    Keempat الرحيم Yakni yang mencurahkan kasih sayang kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Oleh sebab itu, disebutkan dalam wazan fa’iil, yang menunjukkan telah terlaksananya curahan kasih saying tersebut. Di sini ada dua penunjukan kasih sayang, yaitu kasih sayang merupakan sifat Allah, seperti yang terkandung dalam nama ‘Ar-Rahmaan’ dan kasih sayang yang merupakan perbuatan Allah, yakni mencurahkan kasih sayang kepada orang-orang yang disayangiNya, seperti yang terkandung dalam nama ‘Ar-Rahiim’. Jadi, Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiiim adalah dua Asma’ Allah yang menunjukkan Dzat, sifat kasih sayang dan pengaruhnya, yaitu hikmah yang merupakan konsekuensi dari sifat ini.
  2. Keutamaan Basmalah:
    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ
    Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’, dari jalur Ar-Rahawai dalam Al-Arba’in, As-Subki dalam tabaqathnya).
  3. Hukum membaca Basmalah:
    Wajib: Ketika membaca surah Al-Fatihah
    Sunnah: Ketika menjaharkan basmalah saat membaca surah Al-Fatihah. Sunnah kifayah: Ketika makan berjamaah, cukup salah satu membaca basmalah. Sunnah ‘aini: Ketika menulis kitab.
    Mubah: Ketika memulai sesuatu yang tidak terlalu penting, misal mengambil tisu lalu membaca basmalah.
    Haram: Memulai surah At-Taubah dengan basmalah.
    Makruh: Membaca basmalah ketika pertengahan surah At-Taubah.
  4. Apakah Basmalah bagian dari surat al-Fatihah ?
  • Madzhab Malikiyyah berpendapat bahwa basmalah bukan bagian dari ayat Al-Qur’an kecuali pada surat An-Naml.
  • Menurut Imam Ahmad sendiri, basmalah adalah bagian dari Al-Fatihah. Karena alasannya, para sahabat menetapkan dalam mushaf. Abu Hurairah juga pernah membaca Al-Fatihah dimulai dari bismillahirrahmanirrahim. Dalam pendapat lain dari Imam Ahmad, basmalah adalah ayat tersendiri. Basmalah diturunkan di antara dua surat sebagai pemisah.
  • Ibnul Mubarak sampai-sampai mengatakan, “Siapa yang meninggalkan bismillahirrahmanirrahim, maka ia meninggalkan 113 ayat (surat).”
  • Adapun dalam madzhab Syafi’i, mereka menganggap bahwa basmalah adalah ayat sempurna dari Al-Fatihah dan dari setiap surat.  (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 8: 83-85).

5. Apakah bagian dari Setiap Surat ?

  • Sebagaimana Hanafiyah, Hanabilah, Malikiyyah dan jumhur fuqaha berpendapat bahwa basmalah bukan bagian dari Al Fatihah, mereka juga berpendapat basmalah bukanlah bagian dari setiap surat (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 8/83). Namun basmalah memang Allah turunkan untuk pemisah antara surat yang satu dengan yang lain. Diantara alasan bahwa basmalah bukanlah bagian dari setiap surat, para ulama ijma’ bahwa surat Al Kautsar itu terdiri dari 3 ayat, dengan demikian basmalah bukan bagian dari surat Al Kautsar.
  • Adapun Syafi’iyyah berpendapat basmalah adalah bagian dari Al Fatihah dan juga dari setiap surat (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 8/84). Diantara alasannya adalah bahwa para sahabat Nabi mengumpulkan Al Qur’an dan menulis basmalah di setiap awal surat, padahal yang bukan berasal dari Al Qur’an tidak boleh ditulis dalam Al Qur’an. Dan para ulama sepakat bahwa basmalah yang berada di antara dua surat itu adalah kalamullah, sehingga wajib dianggap sebagai bagian dari surat Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 8/85).

6. Hukum Mengeraskan Basmalah dalam Shalat ?

  • Sebagian ulama berpendapat basmalah disunnahkan dibaca secara keras (jahr). Diantara yang berpendapat demikian adalah ulama Syafi’iyyah. Mereka berdalil dengan dalil-dalil yang menyatakan bahwa basmalah adalah bagian dari Al Fatihah, maka dibaca secara jahr sebagaimana Al Fatihah (lihat Sifatu Shalatin Nabi, 81; Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, 16/182)
  • Sebagian ulama berpendapat bahwa basmalah disunnahkan dibaca secara lirih (sirr) tidak dikeraskan. Diantara yang berpendapat demikian adalah Imam Al Bukhari, Imam Muslim, Az Zaila’i, Ibnul Qayyim, Hanafiyyah, Hanabilah, dan lainnya (lihat Sifatu Shalatin Nabi, 83; Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, 16/181).
  • Ulama Malikiyyah berpendapat makruh membaca secara jahr. Al Qarafi mengatakan: “yang lebih wara’ adalah tetap membaca basmalah dalam rangka keluar dari khilaf, namun ia dibaca secara sirr dan makruh jika di-jahr-kan” (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, 16/182).

7. Kapan Basmalah Dianjurkan untuk dibaca ?
Basmalah memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan Nabi mengajarkan umatnya agar memulai segala sesuatu dengan Basmalah. Ada beberapa kondisi yang Nabi anjurkan untuk membacanya. Silahkan baca di 24 KONDISI DIANJURKAN BACA BASMALAH

Leave a Comment