24 KONDISI DIANJURKAN BACA BASMALAH

 1,742 total views,  41 views today

24 KONDISI DIANJURKAN BACA BASMALAH
Oleh Abu Rufaydah


Setiap muslim yang melakukan kebaikan harus berlandaskan dalil dan pemahaman yang benar. Karena kebaikan yang kita kerjakan akan mendapatkan pahala manakala didasari keikhlasan dan ittiba’. Salah satu cara amalan kebaikan menjadi pahala dan mengandung keberkahan adalah memulai segala aktifitas dengan Basmalah.  Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ

“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’, dari jalur Ar-Rahawai dalam Al-Arba’in, As-Subki dalam tabaqathnya)

Lalu kapan Rasulullah menganjurkan amalan yang kita lakukan dimulai dengan Basmalah ? Berikut hadits-hadits yang menganjurkan membaca Basmalah, diantaranya :

  1. Ketika hendak Wudhu.

Dari Sa’id ibn Zaid Radhiallahu Anhu berkata : Aku mendengar Rasulullah bersabda :

لا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah” (HR. Abu Daud no. 102, Tirmidzi no. 5, Ibnu Majah no. 397, Ahmad 3: 41 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

            Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda :

لا صَلاةَ لِمَنْ لا وُضُوءَ لَهُ ، وَلا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

Tidak sah shalat seseorang tanpa wudhu. Dan tidak ada wudhu untuk seseorang yang tidak menyebut nama Allah. (HR. Ibnu Majah no. 393 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani, Abu Daud no. 92 dan Ahmad).

  1. Ketika menutup Pintu dan Bejana

Dari Jabir ibn Abdillah Radhiallahu Anhu berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ ، وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا ، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا ، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ

“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian.” (HR. Bukhari, no. 3280, Muslim, no. 2012)

  1. Ketika hendak Makan.

Dari Umar ibn Abi Salamah Radhiallahu Anhu berkata :

كُنْتُ غُلامًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا غُلامُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ ، فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ

Sewaktu aku masih kecil, saat berada dalam asuhan Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam, pernah suatu ketika tanganku ke sana ke mari (saat mengambil makanan) di nampan. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “wahai bocah, ucaplah bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, serta ambil makanan yang berada di dekatmu”. (HR. Bukhari no.5376, Muslim no.2022, Abu Daud no. 3284, Ibnu Majah 3258, dan Ahmad 15738).

  1. Ketika lupa membaca Basmalah saat Makan.

Dari Aisyah Radhiallahu Anha berkata, Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam bersabda :

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Apabila salah seorang di antara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: ‘Bismillaah’, dan jika ia lupa untuk mengucapkan bismillaah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillaah fii awwalihi wa aakhirihi’ (dengan menyebut Nama Allah di awal dan akhirnya).” Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3767), at-Tirmidzi (no. 1858), Ahmad (VI/143), ad-Darimi (no. 2026) dan an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 281). Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwaa-ul Ghaliil (no. 1965)

  1. Agar Makanan Cukup dan mendapat Keberkahan.

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها : (( أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْكُلُ طَعَامًا فِي سِتَّةِ نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَجَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَأَكَلَهُ بِلُقْمَتَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّهُ لَوْ كَانَ ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ لَكَفَاكُمْ فَإِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ ))[ رواه أحمد (23954) ، والترمذي في الأطعمة (1781) ، وأبو داود في الأطعمة (3275) ، وابن ماجه في الأطعمة (3255) ، والدارمي في الأطعمة (1935) ، وصححه الألباني في صحيح ابن ماجه .]

“Dari Sahabat Aisyah Radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu saat sedang makan bersama enam orang sahabatnya, tiba-tiba datang seorang Arab badui, lalu menyantap makanan beliau dalam dua kali suapan (saja). Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ketahuilah seandainya ia menyebut nama Allah (membaca Bismillah, pent), niscaya makanan itu akan mencukupi kalian”. (HR Ahmad no. 23954, At-Tirmizi no. 1935, Abu Daud 3275, Ibnu Majah 3255 dan Ibnu Majjah serta dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

  1. Ketika Hendak Masuk Rumah

Dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu Anhu, ia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ ، قَالَ الشَّيْطَانُ : لا مَبِيتَ لَكُمْ وَلا عَشَاءَ ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ ، قَالَ الشَّيْطَانُ : أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ ، قَالَ : أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ ))

وفي لفظ : (( وَإِنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عِنْدَ طَعَامِهِ وَإِنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عِنْدَ دُخُولِهِ

Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.” Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” (HR. Muslim no. 2018, Daud no. 3273 dan Ibnu Majah no. 3877).

  1. Ketika Keluar dari Rumah.

Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika sesorang keluar dari rumahnya kemudian membaca:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

(dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah tidak ada daya dan kekuatan kecuali Allah). Maka pada saat itu dikatakan kepadanya engkau telah diberikan petunjuk, dicukupkan dan dijaga, serta setan-setan akan menjauh darinya, maka setan yang lain berkata: “Bagaimana kamu mengganggu seseorang yang telah diberikan petunjuk”, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah)”. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahih Al Jami’, no. 6419).

  1. Ketika hendak Meruqyah.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang yang sakit,

بِسْمِ اللَّهِ ، تُرْبَةُ أَرْضِنَا ، بِرِيقَةِ بَعْضِنَا ، يُشْفَى سَقِيمُنَا ، بِإِذْنِ رَبِّنَا

“Dengan nama Allah, Debu tanah kami dengan ludah sebagian kami semoga sembuh orang yang sakit dari kami dengan izin Rabb kami.” (HR. Bukhari 5745 & Muslim 5848).

  1. Ketika Hendak Menyembelih.

ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ

“Anas bin Malik Radhiallahu Anhu berkat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor kambing yang putih kehitaman (bercampur hitam pada sebagian anggota tubuhnya), bertanduk, beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, beliau mengucapkan bismillah serta bertakbir dan meletakkan kaki beliau di badan kedua hewan tersebut.” (HR. al-Bukhari no. 5558 dan Muslim no. 3636).

  1. Ketika Hendak Tidur.

Anas bin Malik berkata : “Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, “Jika seorang diantara kalian menuju ke tempat tidurnya, maka hendaknya ia memegang ujung sarungnya, lalu mengibaskannya pada tempat tidur dan menyebut nama Allah (yakni, membaca, “Bismillah”). Karena, ia tak tahu sesuatu ia tinggalkan setelahnya di atas tempat tidurnya. Jika ia ingin berbaring, maka berbaringlah pada bagian kanan badannya dan mengucapkan doa,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبِّى بِكَ وَضَعْتُ جَنْبِى وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِى فَاغْفِرْ لَهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

(artinya : “Maha Suci Engkau. Ya Allah, Ya Tuhanku. Dengan-Mu aku letakkan lambungku dan dengan-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan jiwaku, maka ampunilah. Bila Engkau melepaskannya, maka jagalah jiwaku sebagaimana Engkau menjaga orang-orang sholih”. (HR. Al-Bukhoriy no. 6320 dan Muslim no. 2714).

  1. Ketika Berburu.

وَعَنْ عَدِيِّ بنِ حَاتِمٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا أَرْسَلَتَ كَلْبَكَ فَاذْكُرِ اسْمَ اَللَّهِ, فَإِنْ أَمْسَكَ عَلَيْكَ فَأَدْرَكْتَهُ حَيًّا فَاذْبَحْهُ, وَإِنْ أَدْرَكْتَهُ قَدْ قُتِلَ وَلَمْ يُؤْكَلْ مِنْهُ فَكُلْهُ, وَإِنْ وَجَدْتَ مَعَ كَلْبِكَ كَلْبًا غَيْرَهُ وَقَدْ قُتِلَ فَلَا تَأْكُلْ: فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي أَيَّهُمَا قَتَلَهُ, وَإِنْ رَمَيْتَ سَهْمَكَ فَاذْكُرِ اسْمَ اَللَّهِ, فَإِنْ غَابَ عَنْكَ يَوْماً, فَلَمْ تَجِدْ فِيهِ إِلَّا أَثَرَ سَهْمِكَ, فَكُلْ إِنْ شِئْتَ, وَإِنْ وَجَدْتَهُ غَرِيقاً فِي اَلْمَاءِ, فَلَا تَأْكُلْ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَهَذَا لَفْظُ مُسْلِمٍ

Dari ‘Adiy Ibnu Hatim Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jika engkau melepaskan anjingmu (untuk berburu), maka sebutlah nama Allah padanya. Bila ia menangkap buruan untukmu dan engkau mendapatkannya masih hidup, maka sembelihlah. Bila engkau mendapatkannya telah mati dan anjing itu tidak memakannya sama sekali, maka makanlah. Bila engkau menemukan anjing lain selain anjingmu, sedang buruan itu telah mati, maka jangan engkau makan sebab engkau tidak mengetahui anjing mana yang membunuhnya. Apabila engkau melepaskan panahmu, sebutlah nama Allah. Bila engkau baru menemukan buruan itu setelah sehari dan tidak engkau temukan selain bekas panahmu, makanlah jika engkau mau. Jika engkau menemukannya tenggelam di dalam air, janganlah engkau memakannya.” (Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim).

  1. Ketika Hendak bersetubuh.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Jika salah seorang kalian mendatangi isterinya (bersetubuh) lalu ia mengucapkan,

بِسْمِ اللَّهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

(Bismillaah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkanlah setan dari rezeki (anak) yang akan Engkau berikan kepada kami), maka jika ditakdirkan dari hubungan tersebut lahirnya seorang anak baginya, niscaya setan tidak akan bisa menimpakan kemudharatan anak itu selamanya.” (Muttafaq ’alaih).

  1. Ketika Naik Kendaraan.

Ali ibn Rabi’ah berkata : “Aku menyaksikan Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu dibawakan kendaraan untuk ditungganginya. Ketika ia meletakkan kakinya di pelana, ia mengucapkan, ‘Bismillah.’ Ketika sudah lurus di atas punggung kendaraan, ia mengucapkan, ‘Alhamdulillah.‘ Kemudian ia mengucapkan,

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ ،

‘Mahasuci Allah yang telah menundukkan ini untuk kami padahal sebelumnya kami tidak mampu mengua-sainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami.’ Kemudian ia mengucapkan, ‘Alhamdulillah,‘ sebanyak tiga kali. Kemudian mengucapkan, ‘Allahu akbar,’ sebanyak tiga kali. Kemudian mengucapkan,

سُبْحَانَكَ إِنِّي قَدْ ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا أَنْتَ

 ‘Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri, maka ampunilah dosaku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.’ Kemudian ia tertawa. Maka ditanyakan kepadanya, ‘Wahai Amirul Mukminin, karena apakah engkau tertawa?’ Ia menjawab, ‘Aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan sebagaimana yang aku lakukan, kemudian beliau tertawa, maka aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, karena apakah engkau tertawa?’ Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya Rabbku kagum terhadap hambaNya, ketika mengatakan, ‘Ampu-nilah dosa-dosaku.’ (Allah berfirman), ‘Ia tahu bahwa tiada yang mengampuni dosa-dosa selain Aku’.” Ini redaksi riwayat Abu Dawud. At-Tirmidzi menilainya sebagai hadits hasan, namun di naskah lain ia menilainya hasan shahih)

  1. Ketika Naik Unta.

Dari Hamzah ibn Amru ia berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:

عَلَى ظَهْرِ كُلِّ بَعِيرٍ شَيْطَانٌ فَإِذَا رَكِبْتُمُوهَا فَسَمُّوا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ لا تُقَصِّرُوا عَنْ حَاجَاتِكُمْ

“Di setiap pundak onta terdapat setan, jika kalian menungganginya hendaknya kalian menyebut nama Allah Azza wa Jalla.” (HR. Ahmad, no. 2667, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 2271).

  1. Ketika Meletakan Mayat di Kuburan.

Abdullah ibn Umar Radhiallahu Anhuma berkata :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُدْخِلَ الْمَيِّتُ الْقَبْرَ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ

Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mayat memasukkan jenazah ke dalam kubur, maka beliau mengucapkan, “Bismillahi Wa ‘Ala Millati Rasuulillah (Dengan nama Allah dan di atas agama Rasulullah).” (HR. Abu Daud no. 3213, At-Tirmizi no. 1046, Ibnu Majah no. 1539, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ahkam Al-Jana`iz hal. 152).

  1. Ketika Hendak Perang.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَعَثَ أَمِيرًا عَلَى جَيْشٍ أَوْصَاهُ فِي خَاصَّةِ نَفْسِهِ بِتَقْوَى اللَّهِ وَمَنْ مَعَهُ مِنْ الْمُسْلِمِينَ خَيْرًا فَقَالَ : اغْزُوا بِسْمِ اللَّهِ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ اغْزُوا وَلا تَغُلُّوا وَلا تَغْدِرُوا وَلا تُمَثِّلُوا وَلا تَقْتُلُوا وَلِيدًا

Dari Sulaiman Ibnu Buraidah, dari ayahnya, bahwa ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam jika mengangkat komandan tentara atau angkatan perang, beliau memberikan wasiat khusus agar bertaqwa kepada Allah dan berbuat baik kepada kaum muslimin yang menyertainya. Kemudian beliau bersabda: “Berperanglah atas nama Allah, di jalan Allah, perangilah orang yang kufur kepada Allah. Berperanglah, jangan berkhianat, jangan mengingkari janji, jangan memotong anggota badan, jangan membunuh anak-anak. (HR. Muslim No. 3261).

  1. Ketika Perang Berkecamuk.

Dalam riwayat hadits panjang Jabir bin Abdillah menceritakan pada perang Uhud. Rasulullah bersabda : Bacalah Basmallah agar malaikat ikut serta membantu dalam peperangan sedangkan manusia hanya menyaksikan, kemudian Allah menangkan kalian atas orang-orang Musyrik. (HR. Ath-Thabroni dan di Shahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 5276).

  1. Ketika memulai menulis kitab atau buku.

Dari Abdullah ibnu Abbas radhiallahu Anhuma, bahwa Abu Sufyan menceritakan : ketika kami masuk ke Istana Herakul, maka kami duduk di hadapannya, kemudian dibacakan surat dari Rasulullah,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ” مِنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ إِلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ سَلامٌ عَلَى مَنْ اتَّبَعَ الْهُدَى أَمَّا بَعْدُ

“Dengan nama  Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad hamba dan utusan Allah kepada Hiraklius  penguasa agung Romawi. Semoga keselamatan tercurahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du. (HR. al-Bukhari no. 7 dan Muslim no. 3322).

  1. Mencegah Manusia dari Marabahaya.

Dari Ustman ibn Affan Radhiallahu Anhu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda :

مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ : بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلاثَ مَرَّاتٍ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ

Tidaklah seorang hamba membaca di pagi setiap hari dan sore setiap malam, “Dengan nama Allah yang tidak ada yang dapat mencelakai bersama nama-Nya apapun yang ada di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” Tiga kali, maka tidak akan terkena bencana apapun.” (At-Tirmizi mengatakan, Hasan sahih gharib. Dinyatakan shahih oleh Ibnu Qoyim di ‘Zadul Ma’ad, (2/338) dan dinyatakan shahih oleh Albani di Shahih Abi Daud)

  1. Menjadi Penutup antara Jin dan Aurat Manusia.

Dari Ali ibn Abi Thalib Radhiallahu Anhu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda :

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمْ الْخَلاءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

Penutup aurat bani Adam (manusia) dari pandangan jin adalah jika seseorang dari kalian membaca: bismillah”. (HR. At-Tirmidzi no. 551, Ibnu Maajah no. 293 dan di shahihkan oleh Syaikh al-Albani).

  1. Ketika masuk dan keluar Masjid.

Dari Fatimah Radhiyallahu Anha, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda :

بِسْمِ اللَّهِ وَالسَّلامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Dengan menyebut nama Allah, shalawat dan salam terhadap Rasulullah. Ya Allah, ampuni dosa-dosaku, bukakan untukku pintu-pintu rahmat-Mu.

Lalu ketika keluar masjid, beliau mengucapkan,

، وَإِذَا خَرَجَ قَالَ : بِسْمِ اللَّهِ وَالسَّلامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah padaku pintu karunia-Mu).” (HR. Ibnu Majah no. 771 dan Tirmidzi no. 314. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

  1. Ketika mendapati kesulitan.

Jabir bin Abdillah menceritakan dalam hadit yang panjang ketika para sahabat sedang menggali parit pada perang Khandak, mereka mendapati sebongkah batu yang sulit dipecahkan, lalu Nabi datang dengan membaca, Bismillah sebanyak tiga kali sehingga batu bitu pun pecah. (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Ketika Terpeleset.

Dari Abu Tamimah Radhiallahu Anhu menceritakan:

عَثَرَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِمَارُهُ فَقُلْتُ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ تَعِسَ الشَّيْطَانُ تَعَاظَمَ وَقَالَ بِقُوَّتِي صَرَعْتُهُ وَإِذَا قُلْتَ بِسْمِ اللَّهِ تَصَاغَرَ حَتَّى يَصِيرَ مِثْلَ الذُّبَابِ

Aku membonceng nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, lalu untanya terpeleset, maka aku berkata :” Celaka setan ! beliau bersabda :” Jangan engkau katakan : Celaka Setan, karena jika engkau katakan demikian maka setan akan menjadi besar sehingga sebesar rumah, ia berkata :” Dengan kekuatanku”. Akan tetapi katakan :” Bismillah “, maka jika engkau katakan demikian ia akan menjadi kecil sehingga menjadi sebesar lalat “. (HR. Ahmad no. 19683 dan  Abu Dawud no. 4330 di shahihkan oleh Syaikh al-Albani).

Demikian petunjuk Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam dalam membaca Baasmalah, walaupun pada asalnya setiap amalan kebaikan hendaknya dimulai dengan Basmalah, tapi dibeberapa kondisi sangat dianjurkan, mengingat adanya dalil secara jelas. Wallahu A’lam.

Cianjur, 18 Rabiul Akhir 1439/05 Januari 2018-01-05

Abu Rufaydah, Lc. MA

Leave a Comment