13 CATATAN PENTING BULAN SYAWAL

 10,167 total views,  16 views today

13 CATATAN PENTING BULAN SYAWAL
Oleh Abu Rufaydah

Bangsa Arab dahulu menamakan bulan-bulan hijriyah sesuai dengan kondisi dan peristiwa besar yang mudah diingat. Bulan Syawal termasuk bulan ke 10 di kalender Hijriyah yang terletak setelah bulan Ramadhan dan sebelum bulan Dzulhijjah. Bulan Syawal pertama kali dikenal yaitu pada masa Kilab bin Murrah kakek Nabi yang ke 5 tepatnya pada tahun 412 M. Berikut ini beberapa catatan penting terkait Bulan Syawal :

  1. Kata Syawal diambil dari kata شَالَ يَشُوْلُ شَوْلاً maknanya yaitu اِرْتِفَاع artinya naik atau tinggi.
  2. Dinamakan bulan Syawal karena buah-buahan dan tanaman mengering di bulan ini, maka sebaiknya diangkat. Ada pula yang berpendapat bahwa Unta Betina mengangkat ekornya ketika didekatu unta jantan, karena itulah masyarakat Jahiliyah melarang wanita dinikahi pada bulan ini.
  3. Bulan di mana masyarakat Jahiliyah Mengangkat atau menyimpan senjata mereka karena mendekati bulan-bulan haram.
  4. Hari Raya Umat Muslim pada tanggal 1 Syawal.
  5. Dinamakan Iedul Fitri karena kaum muslimin kembali menjadi fitri.
  6. Dianjurkan puasa 6 hari di bulan Syawal.
  7. Puasa 6 hari tidak harus berurutan yaitu boleh dilakukan secara terpisah selama masih di bulan Syawal.
  8. Boleh melaksanakan puasa 6 hari sekalipun belum melaksanakan puasa Qodha, alasannya karena puasa Syawal waktu pelaksanaannya terbatas sedangkan Qodha sangat luas.
  9. Tidak ada hari ied ke dua di bulan syawal selepas melaksanakan puasa 6 hari.
  10. Disunnahkan melasanakan puasa Syawal agar amalan shalih tetap terjaga dan puasa syawal menjadi seperti puasa satu tahun penuh.
  11. Dianjurkan melaksanakan pernikahan di bulan Syawal sebagaimana yang Nabi lakukan ketika menikahi Aisyah, sebagai bantahan terhadap anggapan masyarakat Jahuliyah.
  12. Tidak boleh beranggapan siap pada waktu, bulan, hari, angka atau yang lainnya. Karena anggapan sial pada sesuatu yang tidak ditetapkan bisa terjatuh kepada kesyirikan.
  13. Hendaknya setiap muslim menjadikan agama sebagai panduan, bukan menjadikan budaya sebagai acuan. Hal ini terlihat dari Nabi menikahi Aisyah di bulan Syawal, sekirannya budaya menjadi panduan tentunya Nabi tidak akan menikahi Asiyah di bulan Syawal.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment