Komentar Ulama Tentang Pendidikan Anak [4]

Loading

Dr. Muhammad Nur Suwaid penulis buku Manhaj at-Tarbiyah an-Nabawiyah li Ath-Thifl, berkata : Islam begitu peduli terhadap keluarga dan menaruh perhatian besar terhadapnya, agar dengan itu keluarga menjadi tempat pengasuhan yang tenang dan nyaman bagi anak. juga, agar keluarga menjadi tempat penanaman pengaruh terebesar dalam bidang pendidikan.

            Ustadz Muhammad Quthb didalam bukunya Manhaj At-Tarbiyah al-Islamiyyah, berkata, Apabila rumah, jalan, sekolah dan masyarakat merapakan pusat-pusat pendidikan dasar, maka rumah adalah pemberi pengaruh yang pertama. Rumah adalah yang terkuat di antara semua pusat pendidikan tersebut. Sebab, rumah menangani anak semenjak fase perta,anya, juga waktu yang di habiskan seorang anak di dalam rumah lebih banyak dari waktu-waktu yang lain, juga karena kedua orang tua adalah pihak yang paling berpengaruh terhadap anak.

Ustadz Abdurrahman An-Nahlawi, penulis buku Ushul at-Tarbiyah al-Islamiyah mengatakan, Syari’at Allah tidak akan terwujud kecuali dengan mendidik individu, generasri penerus dan masyarakat dalam keimanan kepada Allah, merasa diawasi oleh-Nya (muraqabatullah) dan tunduk kepada-Nya semata. Berawal dari sini, pendidikan merupakan kewajiban di pundak segenap orang tua dan pengajar, dan merupakan amanat yang diemban suatu generasi untuk generasi berikutnya, yang ditanamkan para pendidikan kepada abak-anak didiknya. Kebinasaanlah bagi orang yang mengkhianati amanat ini, atau menyelewengkannya dari tujuan utamanya, atau menginterpretasikannya dengan buruk, atau merubah subtansinya.

Syaikh Muhammad ibn Jamil Zainu Rahimahullah dalam bukunya Nida ila Murabbiyin wal Murabbiyyat, menegaskan, Fungsi seorang pendidik sangatlah besar. Aktivitas yang dilakukannya termasuk aktivitas paling mulia, ini bila ia melakukannya dengan professional, mengikhlaskan niat hanya untuk Allah Ta’ala, dan mendidik para murid dengan pendidikan islam yang benar. Pendidikan itu meliputi guru di sekolah, pengajar, orang tua dan siapa yang menaruh perhatian kepada anak-anak.

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Hafizhohullah menjelaskan bahwa ayah sebagai penanggung jawab terbesar dalam rumah tangga berkewajiban mendidik keluarga serta putra-putrinya untuk mentaati Allah. Ia berkewajiban menumbuh kembangkan semua anggota kelurganya berdasarkan asas ketaatan kepada Allah. Dan senantiasa untuk mengiringinya dengan doa. Sebab di antara do’a-do’a yang dilantunkan oleh para nabi, adalah do’a khusus untuk kebaikan anak-anak dan keturunananya. (Taujihaat Al-Muhimmah Lisy Syabaabil Ummah, hal. 15-16)

Leave a Comment