![]()
- Membaca ayat-ayat yang disebutkan dalam fatwa Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah (Lihat Bag. I), yakni:
– Yang menunjukkan kemudahan (QS. Al-Baqarah: 185)
– Yang menunjukkan tentang kehamilan dan kelahiran (QS. Faathir: 11)
– Yang menunjukkan kekuasaan Allah untuk mengeluarkan sesuatu beban berat yang keluar, dan ketundukan segala makhluk kepada Allah Ta’ala (QS. Al-Zalzalah: 1-2, boleh juga dibaca lengkap seperti yang dicantumkan dalam kutaib yang berjudul al-Ifaadah fii maa Jaa-a fii Wirdil Wilaadah).
- Memperbanyak ucapan: laa haula walaa quwwata illa billaah
Keterangan: bacaan ini dapat dibaca sebanyak-banyaknya tanpa batasan jumlah dan merupakan suatu perbendaharaan dari banyak perbendaharaan Surga, dan khasiatnya sangat menakjubkan. (Lihat HR. Al-Bukhari (XI/159), Muslim (no. 2704).
- Mengucapkan bimillaah
Keterangan: bacalah ketika memulai segala perkara yang penting dan bermanfaat. Faedah bacaan ini adalah agar dijaga dari syaitan, sehingga ia tidak ikut makan dan menginap bersama orang yang membacanya. (HR Muslim, no. 2018).
- Memperbanyak istighfar. Yaitu ucapan “Astaghfirullaah…” Dan di antaranya adalah sayyidul Istighfaar, yang dibaca di waktu pagi dan petang.
Keterangan: “Barangsiapa membacanya dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia masuk Surga. Dan demikian juga ketika pagi hari.” (HR. Al-Bukhari (VII/150).
- Dan diantaranya lagi adalah do’a Nabi Yunus ‘alaihissalaam ketika dalam perut ikan (yakni QS. Al-Anbiyaa’: 87)
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Maka tidaklah seorang muslim berdo’a dengannya pada sesuatu, kecuali Allah akan mengabulkannya.” (Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih wa Dha’iif at-Tirmidzi (no. 3505, al-Maktabah asy-Syaamilah)
Disadur dari buku “Do’a dan Dzikir untuk Ibu Hamil” oleh Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, penerbit Pustaka Ibnu ‘Umar