BOLEHKAH MENJAMA’ SHALAT KETIKA HUJAN ?

 2,302 total views,  2 views today

BOLEHKAH MENJAMA’ SHALAT KETIKA HUJAN ?

Oleh Abu Rufaydah

            Hujan adalah salah satu di antara nikmat yang Allah berikan kepada makhluk-Nya. Bukan saja manusia yang merasakan manfaat dari turunnya hujan, namun binatang, tumbuhan dan makhluk lain pun merasakan manfaat dari hujan. Karena itu Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam menganjurkan kepada kita untuk berdoá ketika turun hujan dan selesai dari turun hujan.

            Ketika manusia menyadari akan manfaat dari hujan, namun di sisi lain hujan pun bisa menyebabkan manusia kesulitan melaksanakan aktifitas di luar rumah, tanpa terkecuali bagi seorang muslim akan kesulitan untuk melaksanakan ibadah shalat di masjid ketika hujan turun. Karena itulah agama islam memberikan rukhshah (keringanan) ketika hujan turun untuk melaksanakan shalat di rumah. Dan bagi kaum muslimin yang berada di masjid diberikan keringanan untuk menjamak shalatnya.

            Masalah menjamak shalat ketika turun hujan banyak dikaji oleh Ulama dahulu dan sekarang, tentu tidak lepas dari perbedaan pendapat dikalangan para ulama. Apakah semua shalat boleh dijamak ketika hujan turun atau hanya maghrib dan isya saja ? Apakah setiap hujan boleh dijamak atau hanya hujan yang deras saja ? Bolehkan menjamak shalat di rumah ketika hujan ?

            Pembaca yang dirahmati Allah, adapun dalil disyariátkan menjamak shalat ketika hujan yaitu :

  1. Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu Anhuma :

صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ جَمِيعًا وَالْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ جَمِيعًا فِي غَيْرِ خَوْفٍ وَلا سَفَرٍ) رواه مسلم،

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam manjamak shalat dzuhur dan asar bersamaan dan shalat maghrib dan isya bersamaan tanpa ada rasa takut dan tidak dalam kondisi safar. (HR. Muslim).

Perkataan Abdullah bin Abbas “tanpa ada rasa takut dan tidak dalam kondisi safar” menunjukkan bahwa menjamak shalat ketika turun hujan sudah ada sejak zaman Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam.

  • Hisyam bin Urwah rahimahullah mengatakan :

أَنَّ أَبَاهُ عُرْوَةَ وَسَعِيْدَ بْنَ المُسَيَّبَ وَأَبَا بَكْرٍ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنَ الحَارِثِ بْنَ هِشَام بْنَ المُغِيْرَةَ المَخْزُوْمِي كَانُوْا يَجْمَعُوْنَ بَيْنَ المَغْرِبِ وَالعِشَاءِ فِي اللَّيْلَةِ المَطِيْرَةِ إِذَا جَمَعُوْا بَيْنَ الصَّلاَتَيْنِ وَلاَ يُنْكِرُوْنَ ذَلِكَ

Sesungguhnya ayahnya (Urwah), Sa’id bin Al Musayyib, dan Abu Bakar bin Abdur Rahman bin Al Harits bin Hisyam bin Al Mughiroh Al Makhzumi biasa menjama’ shalat Maghrib dan Isya’ pada malam yang hujan apabila imam menjama’nya. Dan mereka tidak mengingkari hal tersebut.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro 3: 169). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Lihat Irwa’ul Gholil no. 583)

            Perkataan Hisyam bin Urwah bahwa tidak ada yang mengingkari menunjukkan bahwa menjamak shalat ketika hujan dibolehkan.

Apakah semua shalat boleh dijamak ketika hujan turun atau hanya maghrib dan isya saja ?

            Madzhab Abu Hanifah berpendapat tidak boleh manjamak shalat kecuali saat di Arafah dan di Mudzdalifah.

            Adapun Madzhab Maliki dan Hambali berpendapat bolehnya menjamak shalat ketika hujan hanya pada shalat maghrib dan isya saja tanpa dzuhur dan asar.

Madzhab Syafií membolehkan menjamak shalat ketika hujan apakah di siang hari yaitu shalat dzuhur dan asar atau shalat di malam hari yaitu maghrib dan isya, maka kedua kondisi tersebut diperbolehkan untuk di jamak. Demikian juga yang dikatakan oleh Imam asy-Syafii dalam al-Umm 1/94.

Adapun alasan pendapat yang hanya membolehkan di malam hari saja, karena malam hari lebih menyulitkan di bandingkan siang hari. Namun pendapat yang membolehkan shalat malam dan siang hari untuk di jamak ketika hujan karena alasannya hujan, bukan karena malam atau siangnya.

Apakah setiap hujan boleh dijamak atau hanya hujan yang deras saja ?

            Dalam Madzhab Syafií menjamak shalat ketika hujan ada beberapa syarat yang harus terpenuhi di antaranya :

  1. Menghadirkan niat saat hendak melaksanakan shalat pertama dan kedua.
  2. Dalam kondisi hujan ketika melaksanakan dua shalat tersebut.
  3. Hujan yang membolehkan untuk dijamak yaitu hujan yang menyebabkan pakaian basah dan menyulitkan pergi ke masjid.
  4. Hendaknya shalat jamak saat hujan dilaksanakan di masjid dan atas ketetapan dari imam rawatib

Dari pendapat Madzhab Syafií di atas maka tidak dibolehkan untuk menjamak shalat di rumah ketika hujan, karena tidak adanya masyaqqoh (kesulitan) apapun ketika di dalam rumah seperti kehujanan dan lainnya. Tetapi syariát membolehkan untuk melaksanalah shalat di rumah bagi laki-laki ketika dalam kondisi hujan dan ini disunnahkan.

Kesimpulannya bahwa shalat jamak ketika hujan diperbolehkan, apakah shalat malam atau shalat siang hari dengan memperhatikan syarat-syarat di atas. Semoga bermanfaat.

Cianjur Kota Santri, 29 Rabiul Akhir 1443 H / 30 November 2021

Leave a Comment