AWALI DENGAN DO’A Bag. 1

Loading

Oleh Ust. Abu Rufaydah

Allah berfirman :

 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa”

[Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al Furqon: 74)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan makna doa dalam ayat ini dengan bertutur, “Yaitu isteri dan anak yang melakukan ketaatan kepada-Mu ya Allah, sehingga pandangan kami akan menjadi sejuk dengan (kebaikan) mereka di dunia dan akherat kelak”.

Al Qurtubhi rahimahullah berkata,

ليس شيء أقر لعين المؤمن من أن يرى زوجته وأولاده مطيعين لله عز وجل.

“Tidak ada sesuatu yang lebih menyejukkan mata seorang mukmin selain melihat istri dan keturunannya taat pada Allah ‘azza wa jalla.” Perkataan semacam ini juga dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/333)

 

FAIDAH AYAT

  1. Diantara ciri hamba Allah yang baik adalah selalu berdo’a dan memohon kepada-Nya.
  2. Pendidikan anak dimulai sejak memilih pasangan hidup.
  3. Cara mendapatkan pasangan yang baik adalah dengan berdo’a kepada Allah.
  4. Untuk mendapatkan pasangan yang baik, hendaknya dimulai dengan memperbaiki diri sendiri.
  5. Cara mendapatkan keturunan yang shaleh yaitu orang tua selalu berusaha menjadi orang tua yang shaleh.
  6. Inti pendidikan adalah dengan keteladanan.
  7. Ketika orang tua shalih, Allah akan memberikan anak dan keturunan yang shaleh.
  8. Di antara ciri keturunan yang shaleh adalah mereka berada dalam ketaatan kepada Allah.
  9. Kebahagiaan bagi seorang mukmin adalah ketika mendapati istri dan keturunananya menyejukkan mata dengan melakukan ketaatan kepada Allah.
  10. Allah jadikan keturunan yang shalih menjadi pemimpin bagi orang-orang bertaqwa.
  11. Lahirnya pemimpin yang bertaqwa dimulai dari keluarga yang baik.
  12. Pemimpin yang bertaqwa tidak akan muncul tiba-tiba, tapi butuh usaha dan do’a.
  13. Ketika rakyan menjadi cermin bagi pemimpinnya, begitu juga anak menjadi cermin bagi orang tuannya.

Baca juga AWALI DENGAN DO’A Bag. 2

Referensi :

  1. Tafsir Ibnu Katsir
  2. Tafsir As Sa’dy
  3. Asirut Tafasir

 

📚 Artikel ini disebarluaskan oleh

@CKS (Cianjur kota Santri).

🌍www.cianjurkotasantri.com/wp/wp.

🌐 IG, FP . Cianjurkotasantri

👉  join Telegram  klik : Bit.ly/1S79GTK

 

📱 Atau Via WA ketik Nama#L/p#alamat# kirim ke 0859 38 50000 4

Leave a Comment