![]()
RINGKASAN KAJIAN TIGA LANDASAN UTAMA
Pertemuan Pertama
Oleh Abu Rufaydah
Penulis rahimahullah berkata, Akhi (Saudaraku). Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.
Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu :
- Ilmu, ialah mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalil.
- Amal, ialah menerapkan ilmu ini.
- Da’wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu ini.
- Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan berda’wah kepadanya.
Dalilnya, firman Allah Ta’ala.
وَالْعَصْرِ﴿١﴾إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ﴿٢﴾إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya setiap manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, melakukan segala amal shalih dan saling nasihat-menasihati untuk (menegakkan) yang haq, serta nasehat-menasehati untuk (berlaku) sabar”. [al-‘Ashr/103: 1-3].
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah Ta’ala, mengatakan :”Seandainya Allah hanya menurunkan surah ini saja sebagai hujjah buat makhluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surah ini sebagai hujjah bagi mereka”.
Dan Imam Al-Bukhari rahimahullah Ta’ala, mengatakan :”Bab Ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan”.
Dalilnya firman Allah Ta’ala.
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ
“Maka ketahuilah, sesungguhnya tiada sesembahan (yang haq) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu”. [Muhammad/47: 19]
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu (berpengetahuan) …. ..” (HR. Bukhari) sebelum ucapan dan perbuatan.
FAIDAH YANG DAPAT DIAMBIL
- Penulis memulai dengan do’a kepada setiap pembaca buku ini, hal ini menunjukkan etika dan adab yang baik dari penulis.
- Empat perkara ini penting untuk diketahui oleh setiap muslim karena banyak orang muslim yang bodeh terhadap empat perkara ini.
- Pentingnya urutan dalam proses pembelajaran, penulis memulai dengan pelajaran terpenting yaitu tauhid sebelum pelajaran lainnya.
- Ilmu yang paling mulia adalah ilmu mengenal Allah, Nabi-Nya dan agama islam dengan dalil. Ketiga ilmu ini harus berlandaskan dalil bukan berlandaskan akal.
- Ketingga ilmu di atas termasuk pertanyaan Malaikat kelak di alam kubur. Jika orang belajar saja terkadang tidak bisa menjawab soal, apalagi orang yang tidak pernah belajar ketiga ilmu di atas.
- Empat pembahasan di atas sesuai dengan urutannya. Artinya seorang tidak mungkin mengamalkan tanpa ilmu, dan seseorang tidak mungkin mendakwahkan tanpa mengamalkannya.
- Ilmu wajib diamalkan, maka barangsiapa yang berilmu tapi tidak mengamalkan maka ia terbelenggu atau menyerupai orang-orang Yahudi dan barangsiapa yang beramal tanpa ilmu maka ia akan tersesat seperti orang-orang Nasrani.
- Kita berdo’a agar tidak menyerupai Yahudi dan Nasrani paling sedikit 17 kali dalam shalat kita. Artinya agar kita terhindar dari keduanya maka ketika kita berilmu maka wajib di amalkan, dan ketika beramal pastikan berdasarkan ilmu.
- Berdakwah dengan ilmu yang telah kita amalkan harus memperhatikan hal-hal berikut yaitu, mengetahui ilmu syar’I, mengetahui kondisi masyarakat yang akan didakhawi, mengetahui waktu yang tepat untuk berdakwah dan pastikan berdakwah di atas ilmu yang benar.
- Setiap orang yang berdakwah pasrti mendapati berbagai macam tantangan dan rintangan, karenannya kita harus sabar. Tidak ada Nabi dan Rasul yang berdakwah kecuali memiliki musuh dari kalangan jin dan manusia, karenanya kita harus sabar.
- Sabar terbagi tiga, yaitu Sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar menjauhi maksiat dan sabar terhadap takdir yang kita tidak sukai.
- Keempat hal di atas terangkum dalam surat al-Ashar.
- Allah memulai ayat ini dengan sumpah terhadap waktu, karena rugi atau suksesnya seseorang tergantung seberapa besar ia memaksimalkan waktu.
- Semua orang dalam kerugian kecuali orang yang beriman, beramak shaleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.
- Orang beriman pasti berlandaskan ilmu, dan tidak setiap amal itu baik, karenanya Allah menyifati amalan yang akan diterima adalah amalan yang shaleh, yaitu amalan yang didasari keikhlasan dan Ittiba (mencontoh Nabi).
- Berilmu dan beramal adalah keberhasilan untuk pribadi adapun berdakwah dan bersabar adalah untuk keberhasilan berjamaah,
- Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’i Al-Hasyim Al-Quraisy Al-Muthallibi (150-204H – 767-820M) Salah seorang imam empat. Dilahirkan di Gaza (Palestina) dan meninggal di Cairo. Diantara karya ilmiyahnya Al-Umm, Ar-Risalah dan Al-Musnad
- Abu ‘Abdillah Miuhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah Al- Bukhari (194-256H – 810-870M) Seorang Ulama ahli Hadits. Untuk mengumpulkan hadits ia telah menempuh perjalanan yang panjang, mengunjungi Khurasan, Irak, Mesir dan Syam. Kitab-kitab yang disusunnya antara lain Al-Jaami Ash-Shahih (yang lebih dikenal dengan Shahih Bukhari), At-Taarikh, Adh-Dhu’afaa, Khalq Af’aal al-Ibaad.
Cianjur, 24 Syawwal 1439 H