![]()
ANTAR JEMPUT DAN DISAMBUT
Masih ingatkah ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Jakarta, khususnya orang tua siswa untuk mengantar anaknya di hari pertama sekolah pada Senin (16/7/2018).
Bahkan Imbauan tersebut tercantum dalam Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2018 tentang Hari Pertama Sekolah yang ditandatangani Anies pada 10 Juli 2018.
“Kita menganjurkan para orang tua mengantarkan anak di hari pertama sekolah, Senin besok,” kata Anies di Hotel Four Points, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).
Himbauan beliau kepada orang tau untuk mengantarkan anaknya ke sekolah bukan sekedar atur belaka, namun ada manfaat yang perlu orang tua dan guru ketahui, diantaranya :
1. Menerapkan Disiplin Pada Anak dan Orang Tua
Dengan mengantar anak ke sekolah maka orang tua dan anak sedang belajar disiplin, bahkan orang tua sedang mengajarkan kepada anak tentang urgensi waktu. Orang tua berusaha mengajak anak agar disiplin diri, mulai dari waktu tidur lebih awal, agar bangun tidur lebih awal, setelah bangun berdoa, atau sholat, membantu orang tua menyiapkan sarapan pagi, mandi dan ke sekolah.
Namun kebiasaan itu telah hilang ditelan era globalisasi. Yang ada sekarang, orang tua kewalahan untuk membangunkan si anak, si anak tidak punya disiplin untuk bangun lebih pagi, karena tidur terlalu larut malam. Dampaknya kedisiplinan hilang dari diri orang tua dan anak. apalagi di setiap sudut kota jalanan sudah macet, sehingga tidak heran lagi apabila banyak siswa terlambat sampai di sekolah karena bangun kesiangan, macet di jalan, dan berbagai alasan lainnya, walau orang tua telah memberikan fasilitas mewah belum pada waktunya.
Dengan mengantar anak, maka diharapkan orang tua punya waktu untuk mengantar anak ke sekolah lebih pagi sehingga berdampak baik untuk psikologi anak dan orang tua tahu kondisi jalanan dan bukti tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak terutama disiplin waktu.
2. Orang tua mengenal betul peraturan dan kondisi Sekolah
Dengan menghantarkan anaknya ke depan pintu gerbang sekolah, maka orang tua sudah berperan penting mempercayakan kemajuan pendidikan anaknya di sekolah. Disamping itu, orang tua juga tau betul kondisi sekolah. Bagaimana guru menyambut siswa, bagaimana keadaan sekolah, dimana posisinya, apa keunggulan sekolah tersebut dan bagaimana peraturan yang diberlakukan disana.
Dengan mengenal peraturan sekolah untuk siswa dan orang tua, maka akan terjalin kerjasam yang bagus antara sekolah dan rumah. Karena sering kali anak disiplin dan diperbaiki adab dan akhlak anak, namun hancur lagi setelah berada di rumah. Hal itu terjadi karena orang tua tidak mengenal aturan dan bagaimana mendidik anak.
3. Mengetahui karakter dan sifat Guru
Ibunda Malik bin Anas Rahimahullah ketika akan mengirimkan anaknya untuk belajar kepada Rabi’atur Ra’yi rahimahullah maka hal pertama yang beliau sampaikan kepada anaknya adalah belajar karakter dan sifat guru. Hal ini sudah turun temurun dari zaman ke zaman bagaimana orang tua mencarikan sosok guru yang baik.
Dengan mengantarkan anak ke sekolah maka orang tua akan mengetahui sosok dan karakter guru masing-masing. Dengan adanya tegur sapa dan saling komunikasi, maka orang tua akan mengetahui sifat dan karakter guru yang ada di sekolah tersebut.
Setiap pagi, guru sudah harus berada, berdiri dan menyapa orang tua siswa maupun siswa yang masuk lingkungan sekolah di gerbang sekolah. Tujuannya, minimal siswa dan orang tua yang mengantar siswa menjalin komunikasi. Budaya 3 S (Senyum, Sapa, Salam) harus kembali digalakkan agar tidak terjadi lagi kriminaliasi terhadap guru.
4. Mengetahui ketulusan siswa untuk belajar
Ketika orang tua ikut serta berperan menghantarkan anaknya sampai ke sekolah, ini pertanda bahwa orang tua mengetahui apa kebiasaan anaknya sebelum sampai ke sekolah, juga orang tua mengetahui apa yang dilakukan anak sebelum sampai ke sekolah.
Sekarang ini banyak kita lihat anak-anak pagi-pagi saat di jalan berhenti, membeli rokok dan merokok saat perjalanan ke sekolah.
Atau ketika anak masih TK atau SD, kita akan tahu bagimana kesiapan anak untuk sekolah, terkadang masih ada anak yang hendak sekolah menangis, tidak mau berangkat atau masalah lainnya seperti baju atau sepatunya basah.
5. Sebagai bentuk Kepedulian orang tua terhadap anak
Hal pertama yang harus disadari oleh orang tua adalah pendidikan anak menjadi tanggung jawabnya, tidak menyerahkan totalitas pendidikan kepada sekolah atau pesantren. Oleh karena itu sesibuk apapun orang tua, maka ia memiliki tanggung jawab untuk mendidik anaknya dan memiliki kepedulian yang besar terhadap anak.
6. Wujud Silaturahmi Orang Tua kepada Guru, Wali Siswa di Sekolah
Guru selain sebagai pendidik dan pengajar, adalah orang tua siswa di sekolah setelah orang tua kandung mereka. Oleh karena itu orang tua dan guru harus kerjasama dan menjalin komunikasi dan silaturahmi. Guru tidak mengapa untuk berkunjung ke rumah orang tua santri. Untuk melihat suasana rumah dan lingkungan, apakah mendukung belajar siswa atau tidak. Misalnya anak di sekolah di ajarkan untuk berkata baik atau diam, apakah hal itu juga terjadi di rumah, atau aturan dan disiplin lainnya. Karena terkadang sikap dan perilaku anak ketika berada di sekolah dengan kondisi anak ketika di rumah. Dengan adanya silaturahmi maka orang tua dan guru akan semakin paham dan saling tukar fikiran untuk mencari solusi demi kemajuan anak.
7. Guru yang bertanggung jawab.
Dengana adanya antar jempur anak ke sekolah, maka pihak sekolah dan guru mesti menyambut baik. Ketika orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah, pastikan guru telah siap berada di lokasi penyambutan. Demikian juga ketika anak hendak pulang, terutama anak yang duduk di bangku TK atau SD pastikan yang menjemput anak sekolah adalah orang tuanya atau keluarganya.
Manfaat lainnya yaitu guru akan tahu orang tua anak atau keluarganya.
Komunikasi yang terjalin antara keduanya maka akan memudahkan anak. Bisa dibayangkan jika guru tidak ada saat anak di antarkan orang tuanya ke sekolah, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih ketika anak akan pulang, ketika guru lalai tidak mengetahui siapa yang menjemput anak, maka akan berdampak pada masalah yang besar.
Terakhir berdoalah kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam mendidik anak-anak kita, karena anak adalah asset yang paling berharga untuk dunia dan akhirat kita. Semoga Allah memberikan kepada kita anak yang shaleh dan shalehah.
Cianjur, 3 Dzulqo’dah 1440 H
Endang Hermawan Unib (Abu Rufaydah)