10 CARA MENCEGAH WABAH

 7,132 total views,  2 views today

10 CARA MENCEGAH WABAH
Oleh Abu Rufaydah

Allah Dzat yang Maha Sempurna, Maha Kuat dan Maha Melindungi, sebaliknya manusia dibatasi dengan kekurangan dan kelemahan. Banyak perkara yang diluar jangkauan manusia, keterbatasan pengelihatan, pendengaran dan daya nalar semakin menguatkan bahwa manusia butuh kepada Dzat Yang Maha Kuat. Karena itulah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berlindung dan memohon hanya kepada-Nya.

Wabah dan Musibah akan senantiasa berjalan dengan sunnah kauniyah-Nya. Keberadaannya akan memberikan beragam manfaat sekalipun tidak ada yang ingin diberikan musibah dan tertimpa wabah. Berikut penulis sajikan buah karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad Hafidhohumallah menuliskan 10 cara mencegah terjadinya wabah dalam kitabnya yang berjudul Asyru Washoya li Al-Wiqoyati minal Waba’.

  1. Sebelum terjadi perbanyak menbaca doá berikut :

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

Artinya: “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba memudaratkannya

2. Perbanyak membaca doá ini;
لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِني كُنْتُ مِنَ الظالِمِينَ

“Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Anbiya : 88).
Nabi shallahu Alaihi Wasallam mengatakan tidak ada seorangpun yang berdoa dengan doa ini melainkan Allah akan engabulkannya. (HR. At-Tirmidzi).

3. Berlindung kepada Allah dari Bala’ yang Berat;
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Ya Allâh, kami berlindung kepada-Mu dari beratnya musibah yang tak mampu ditanggung, dari datangnya sebab-sebab kebinasaan, dari buruknya akibat apa yang telah ditakdirkan, dan gembiranya musuh atas penderitaan yang menimpa.  [Muttafaq ‘alaih].

4. Senantiasa Berdoá ketika Keluar Rumah;

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ، فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَان آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟

Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemduian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’ Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ’Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’ (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426, dan dishahihkan al-Albani).

5. Memohon Keselamatan Kepada Allah di waktu Pagi dan Petang;

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).”

6. Memperbanyak doá karena doá senjata kaum muslimin.

7. Menghindari dan menjauh dari tempat yang tertimpa Wabah.
Hal ini yang dilakukan oleh Umar bin Khattab ketika mendengar berita terjadinya wabah di Syam, maka beliau mengurungkan niat untuk pergi ke Syam.

8. Banyak Berbuat Kebaikkan kepada Orang Lain.
Nabi mengatakan dalam sabdanya berbuat baiklah untuk orang lain agar terhindar dari musibah yang datang secara tiba-tiba.

9. Qiyamullail.
Nabi menyampaikan bahwa qiyamullail kebiasaan orang-orang shalih , sarana mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari dosa, penghapus kesalahan dan pelindung dari penyakit pada badan.

10. Menutup bejana dan tempat makan dan minuman
Di antara sunnah yang Nabi ajarkan yaitu menutup bejana pada makanan dan minuman sebagai pencegahan dari turunnya wabah pada malam hari.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment