TAFSIR AL-FATIHAH #3

 4,961 total views,  4 views today

TAFSIR ALFATIHAH AYAT 3
Oleh Ust. Abu Rufaydah, Lc. MA

(الرحمن الرحيـــــم)

“Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al-Fatihah: 2)

  1. Jumlah nama Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahim dalam al-Qurán.
    Nama Allah Ar-rahman disebutkan sebanyak 57 kali dalam al-Qurán. Sedangkan nama Allah Ar-Rahiimdisebutkan sebanyak 123 kali dalam al-Qurán dan kebanyakan digendengkan dengan nama Allah al-Ghofuur contohnya pada surat al-Muzammil ayat 20. (Kitab Walillahil Asmaul Husna, Hlm. 118).
  2. Pendapat Ulama;

قال السعدي: ﴿ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ﴾ اسمان دالان على أنه تعالى ذو الرحمة الواسعة العظيمة التي وسعت كل شيء، وعمت كل حي، وكتبها للمتقين المتبعين لأنبيائه ورسله. فهؤلاء لهم الرحمة المطلقة، ومن عداهم فلهم نصيب منها

Syaikh as-Sa’di Rahimahullah berkata : Lafaz arrohman arrohiim merupakan dua nama yang menunjukkan bahwa Allah memiliki Rahmat yang luas dan besar yang mencakup segala sesuatu, rahmat-Nya mencakup bagi seluruh yang hidup. dan Allah menetapkan rahmat-Nya bagi orang-orang yang bertakwa yang mengikuti para Nabi dan Rasul -Nya. maka bagi mereka akan mendapatkan rahmat yang mutlak. Adapun selain mereka akan mendapatkan bagian yang sedikit dari Rahmat itu. (Tafsir as-Sa’dy, Al-fatihah : 3).

  • 3. Perbedaan Ar-Rahman dan Ar-rahim ;

Perbedaan kedua nama Allah di atas yaitu Pertama; Ar-Rahman artinya Yang Maha Pengasih terhadap seluruh makhluk, sedangkan Ar-Rahim artinya Yang Maha Pengasih terhadap kaum mukminin. Sebagiamana yang tercantum dalam surat al-Ahzab ayat 34.” Kedua; nama Ar-Rahman menunjukkan sifat Dzatiyyah sedangkan Ar-Rahim menunjukkan Sifat Fi’liyyah. Imam Ibu Qoyyim mengatakan bahwa Ar-rahman menunjukkan sifat yang melekat pada Allah sedangkan Ar-rahim menunjukkan sifat pada yang dikasihi. Ar-rahman untuk sifat-Nya dan Ar-rahim untuk perbuatan-Nya. (Kitab Walillahil Asmaul Husna, Hlm. 119-120).

Faidah dari Nama Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahiim :

  1. Keduanya adalah nama yang mulia dari nama-nama Allah.
  2. Kedua nama ini menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat rahmat, kasih sayang, yang merupakan sifat hakiki bagi Allah dan sesuai dengan kebesaran-Nya.”
  3. Ar-Rahman artinya Yang memiliki rahmat, kasih sayang yang luas, karena wazan (bentuk kata) fa’lan dalam bahasa Arab menunjukkan makna luas dan penuh. Semisal dengan kata ‘Seorang lelaki ghadhbaan,’ artinya penuh kemarahan.
  4. Ar-Rahiim adalah nama Allah yang memiliki makna kata kerja dari rahmat (yakni Yang merahmati, Yang mengasihi), karena wazan fa’iil (فَعيْلٌ) bermakna faa’il (فَاعِلٌ)2 pelaksana, sehingga kata tersebut menunjukkan perbuatan (merahmati, mengasihi).
  5. Oleh karena itu, paduan antara nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim bermakna rahmat Allah itu luas dan kasih sayang-Nya akan sampai kepada makhluk-Nya.”
  6. Ar-Rahman menunjukkan sifat kasih sayang pada Dzat Allah (yakni Allah l memiliki sifat kasih sayang), sedangkan Ar-Rahim menunjukkan bahwa sifat kasih sayang-Nya terkait dengan makhluk yang dikasihi-Nya.
  7. Sehingga seakan-akan nama Ar-Rahman adalah sifat bagi-Nya, sedangkan nama Ar-Rahim mengandung perbuatan-Nya, yakni menunjukkan bahwa Dia memberi kasih sayang kepada makhluk-Nya dengan rahmat-Nya, jadi ini sifat perbuatan bagi-Nya.
  8. Rahmat Allah terbagi menjadi dua; pertama Rahmat Allah yang Umum yaitu rahmat Allah yang diberikan kepada seluruh makhluk-Nya. Kedua Rahmat Allah secara khusus yang diberikan hanya kepada orang-orang beriman saja berupa hidayah dan taufiq dari Allah kepada jalan yang lurus.
  9. Pengaruh mengimani nama ar-Rahman dan Ar-Rahiim.
    – Mengimani nama Allah  tersebut akan menambah rasa syukur kita kepada Allah, karena berbagai nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kita, baik yang ada dalam organ tubuh, kebutuhan keseharian, alam sekitar kita, maupun alam semesta ini semuanya, adalah semata-mata buah dari kasih sayang-Nya, yang mengharuskan kita untuk tunduk dan bersyukur kepada-Nya, serta membalasnya dengan ketaatan, bukan dengan kemaksiatan dan kerusakan.
    – Menambah rasa cinta kepada Allah dengan melihat pengaruhnya pada alam semesta terutama pada diri sendiri dengan curahan kasih sayang-Nya.
    – Berharap hanya kepada Allah dan tidak putus asa dari rahmat-Nya, karena sempurnanya rahmat dan kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya.
    – Allah memerintahkan agar manusia memiliki rasa kasih dan sayang kepada yang lainnya.
  10. Sebab-sebab meraih rahmat Allah yaitu;
    – Membaca dan tadabbur al-Qurán. (QS. Al-A’raf : 204).
    – Berdoá kepada Allah dengan memohon rahmat-Nya seperti yang dilakukan oleh Nabi Ayyub Alahis Salam. QS. l-Anbiya : 83).
    – Menyayangi anak yatim dan pembantu. (HR. Muslim no. 2983).
    – Menyayangi sesama makhluk.
    – Bersabar ketika tertimpa musibah.

Wallahu a’lam.

Leave a Comment