KAJIAN KHUSUS WANITA

 4,104 total views,  2 views today

KAJIAN KHUSUS WANITA
Oleh Abu Rufaydah

Ketika zaman dahulu wanita diberbagai peradaban selalu dijadikan sebagai pemuas nafsu belaka, maka ketika islam datang para wanita dimuliakan dengan segala kedudukan. Ketika menjadi anak ia akan menjadi hijab bagi orang tuanya dari neraka. Ketika menjadi istri, Allah berwasiat kepada setiap suami untuk bergaul dengannya dengan pergaulan yang baik. Dan ketika ia menjadi seorang ibu, ia menjadi pintu surga bagi anak-anaknya.

Bukti agama islam memuliakan wanita yaitu sikap Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada wanita dengan sikap bijaksana dan penuh dengan keadilan. Islam datang dengan penuh solusi bagi wanita, karena itu ia dimuliakan tidak lagi dihinakan. Diantara perhatian Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada para wanita yaitu mengabulkan keinginan para wanita untuk bisa belajar bersama Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam di waktu khusus.

Abu Saíd al-Khudri Radhialllahu Anhu menceritakan;

جَاءَتِ امْرَأَةٌ إلى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ فَقالَتْ: يا رَسُولَ اللهِ، ذَهَبَ الرِّجَالُ بحَديثِكَ، فَاجْعَلْ لَنَا مِن نَفْسِكَ يَوْمًا نَأْتِيكَ فِيهِ، تُعَلِّمُنَا ممَّا عَلَّمَكَ اللَّهُ، قالَ: اجْتَمِعْنَ يَومَ كَذَا وَكَذَا فَاجْتَمَعْنَ، فأتَاهُنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ فَعَلَّمَهُنَّ ممَّا عَلَّمَهُ اللَّهُ، ثُمَّ قالَ: ما مِنْكُنَّ مِنِ امْرَأَةٍ تُقَدِّمُ بيْنَ يَدَيْهَا، مِن وَلَدِهَا ثَلَاثَةً، إلَّا كَانُوا لَهَا حِجَابًا مِنَ النَّارِ فَقالتِ امْرَأَةٌ: وَاثْنَيْنِ، وَاثْنَيْنِ، وَاثْنَيْنِ، فَقالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ: وَاثْنَيْنِ، وَاثْنَيْنِ، وَاثْنَيْنِ. .

Datang seorang wanita kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata ; ‘Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, para lelaki telah pergi dengan membawa haditsmu. Berikan waktu sehari untuk kami, kami akan datang kepada Engkau agar kami belajar apa yang telah Allah ajarkan kepadamu.’ Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ; ‘Berkumpullah kalian di lokasi tertentu pada hari anu’. Mereka lantas berkumpul dan beliau mendatangi mereka mengajari mereka apa yang telah Allah ajarkan kepada beliau.”

Kemudian beliau bersabda; “Tidak ada seorang wanitapun yang ditinggal mati oleh tiga anaknya kecuali akan menjadi penghalang baginya dari neraka.” Seorang wanita bertanya: “ً Wahai Rasulullah Bagaimana kalau Cuma dua?”. Wanita tadi mengulangi pertanyaan hingga dua kali. Kemudian Nabi menjawab: “Sekalipun dua, Sekalipun dua, Sekalipun dua” (Muttafaq Alaih)

Faidah Hadits:
1. Bolehnya mengkhususkan hari untuk para wanita belajar dan tidak diikuti oleh pria.
2. Bahwasannya para wanita tidak bercampur dengan pria meskipun dalam perkara belajar ilmu agama
3. Hadits ini menunjukan haramnya Ikhtilat (campur baur).
4. Perhatian pada perbedaan antara pria dan wanita dalam masalah amaliyah dan juga ta’lim.
5. Wanita memiliki keistimewaan rasa malu, maka harus memperhatikan hal tersebut dalam setiap kegiatan tertentu.
6. Nabi shalallahu alaihi wassalam mengabulkan permintaan para wanita, ini menunjukan perhatian Nabi shalallahu alaihi wassalam dengan pengajaran wanita
7. Anjuran wanita untuk sabar atas kehilangan anak dan bahwasannya pahalanya adalah surga.
8. Bahwasannya yang meninggal dari anak kecil kaum muslimin, maka anak tersebut akan ada di Surga dan akan menjadi sebab kedua orangtuanya masuk Surga.
9. Semangat para Shahabiyah untuk mempelajari perkara agama.
10. Bolehnya wanita berdialog dengan orang alim yang menjaga kehormatannya dalam perkara agama, terlebih lagi dalam perkara yang belum dipahami yang dia pelajari.

Disadur dari Kitab Syarah Umdatil Maráh karya Syaikh Dr. Fuad bin Muhammad bin Abdul Aziz al Majid

Leave a Comment