![]()
AJAK IA BERMAIN
Oleh Abu Rufaydah
Apa yang kita rasakan ketika kita menggendong anak kesayangan kita ? Atau apa yang kita rasakan ketika kita mengajak anak kita naik kendaraan dan bermain dengannya ? Kita sepakat bahwa rasa bahagia yang kita rasakan juga dirasakan oleh buah hati kita. Kita akan tersenyum dengan tingkah laku dan senyum tawa anak kita. Apa yang akan terjadi jika semua itu mulai hilang ? Anak tak lagi menemukan sosok ayahnya, hilang kasih sayang ibunya. Yang ia kenal adalah malam dan siang yang selalu datang dan pergi dan kembali.
Bermain, menggendong dan mengajak anak naik kendaran. Bukan hanya memberikan kebahagiaan kepada anak kita, namun juga berdampak pada emosi dan pertumbuhan psikologi anak. Lebih dari itu bermain bersama anak dapat membantunya untuk mengungkapkan apa yang dipendamnya. Lihatlah Nabi shalallahu alahi wasallam sangat paham bagaimana cara bergaul dengan anak-anak pada berbagai jenjang usia. Nabi telah mengajarkan metode pendidikan terbaik untuk setiap generasi muslim. Berikut ini beberapa hadits yang mencerminkan akhlak Nabi kepada anak-anak. Semua itu menunjukkan pentingnya kedua orang tua bermain bersama anak meraka.
Dr. Muhammad Nur Suwaid berkata, “Di antara besarnya perhatian Rasulullah terhadap kedua orang tua yang menemani anak mereka bermain adalah beliau menyeru secara umum kepada setiap orangtua agar ikut serta bermain bersama anak-anaknya.” (Manhaj Tarbiyah an-Nabawiyah lith Thifl, hal. 133).
Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Abu Sufyan radhiallahu Anhu : Aku masuk menemui Muawiyah yang saat itu sedang berbaring terlentang. Di atas dadanya ada anak kecil laki-laki atau perempuan yang sedang bercanda dengannya Aku katakana, “Turunkan anak itu, Wahai Amirul Mu’minin.” Aku Menjawab, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, Barangsiapa memiliki anak kecil, hendaknya bermain dengannya.
Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya membawakan hadits yang dia beri judul Bab من ترك صبية غيره حتى تلعب أو قبّلها أو مازخها (Orang yang membiarkan Anak Orang lain bermain atau menciumnya dan Bercanda dengannya). Diriwayatkan dari Ummu Khalid binti Khalid ibn Sa’ad; Aku bertamu ke tempat Rasululah bersama bapakku. Aku mengenakan pakaian berwarna kuning. Rasulullah bersabda, Sabag, sanah.” Abdullah mengatakan, “Dalam bahasa Abessina artinya: Bagus, bagus. “ Aku pun bermain-mian dengan cincin beliau, maka bapakku melarangku. Tetapi Rasulullah bersabda, Biarkanlah dia.” Kemudia beliau meanjutkan. “Pakailah pakaian (pakaianmu) sampai rusak, pakailah sampai rusak, pakailah sampai rusak.” Abdullah mengatakan, “Pakaian itu terus dipakainya sampai berubah warnanya.
Al-Hafidhh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam komentarnya pada hadits ini mengatakan; “Bercanda dengan anak kecil dengan perkataan dan perbuatan, tujuannya untuk menjali keakraban. Ciuman juga termasuk dalam katagori ini. (Fathul Baari, 13/31).
Al-Bara’ ibn Azib radhiallahu Anhu ia melihat nabi dan saat itu Husain berada di pundak beliau. Beliau bersabda, ‘Ya Allah, sesungguh aku mencintainya karena itu cintailah ia. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, 63).
Abdullah ibn Ja’far berkata, “Apabila Nabi baru tiba dari perjalanan, beliau selalu disambut oleh anak-anak ahli baitnya. Suatu hari beliau baru datang dari perjalanan dan aku adalah anak yang paling terdepan menyambutnya. Maka Beliau langsung menaikkanku di depannya, kemudian didatangkanlah salah seorang diantara kedua putra Fatimah, al-Hasan dan al-Husain lalu beliau memboncengkannya di belakannya, dan kami bertiga memasuki kita Madinah di atas kendarannya.” (HR. Muslim, Kitab Fadhoilus Shahabah 4455).
Nabi pernah membawa al-Hasan dan al-Husain di kedua pundak beliau, lalu bersabda, “Sebaik-baiknya pengendara adalah keduanya, tapi ayah keduanya lebih baik daripada keduanya.” (HR. ath-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabiir, III: 2677).
Umar ibn Khattab radhiallahu Anhu berkata; “Suatu ketika Rasulullah shalat, lalu al-Hasan dan al-Husain –atau salah satu dari keduanya- datang dan naik di atas punggung beliau. Maka bila sujud, beliau mengankat kepalanya dengan tangan beliau dan memegangnya atau keduanya. Usai shalat beliau bersabda, “Sebaik-baik tunggangan adalah tunggangan kalian berdua.”
Hal tersebut merupakan sikap rendah hati Nabi dan perhatiannya yang sangat besar kepada generasi muda untuk membina kepribadian mereja dan agar mempererat hubungan mereka dengan Nabi sebagai pendidik. Ke akraban itu sangat penting, agar mereka tidak canggung dalam mengikuti jejak beliau nantinya.
Menggendong, naik kendaraan dan bermain bersama anak sangatlah sederhana, namun saat ini menjadi sesuatu yang mahal. Sebagian anak harus menebus atau membayar kesibukan ayahnya untuk dapat bermain dengannya.
Adapun permain pada usia anak-anak adalah permainan yang menitik beratkan kepada fisik. Sehingga gerakan anak akan berdampak pada kecerdaasannya. Dan anak-anak yang main game dan sejenisnya akan memiliki dampak yang sangat banyak pada fisik dan fisikis anak. Terkadang orangtua lebih memilih yang simple dan ingin merasa nyaman tidak diganggu anaknya dengan memberikan gadget.
Cianjur Kota Santri