10 CARA MENCEGAH DARI SIHIR DAN AIN

 7,400 total views,  2 views today

10 CARA MENCEGAH DARI SIHIR DAN AIN
Oleh Abu Rufaydah

Dunia adalah tempat ujian dan cobaan, karena itu tidak ada satupun manusia melankan akan mendapatkan ujian. Ujian dan cobaan berupa kesenangan dan kebahagiaan atau berupa kesedihan dan kesengsaraan. Allah dan Rasul-Nya menjelaskan tentang hakikat dunia dalam al-Qurán dan As-Sunnah agar dijadikan sebagai panduan dan rujukan.

Namun ujian dan cobaan yang menimpa setiap mukmin akan menjadi tangga menuju derajat yang lebih tinggi. Bagaimana tidak setiap kondisi dari ujian kesenangan ia akan bersyukur kepada Allah, ketika ditimpa musibah ia akan sabar dan ketika berbuat dosa dan maksiat ia akan bertaubat kepada Allah.

Di antara ujian yang menimpa seorang mukmin yaitu penyakit fisik dan fisikis. Penyakit fisik akan terlihat dan lebih mudah untuk mencegah dan mengobatinya, namun beda halnya jika penyakit itu berkaitan dengan fisikis atau yang tidak terlihat, seperti gangguan sihir dan ain yang menimpa seorang mukmin akan lebih sulit untuk diobati jika tidak mngetahui penawarnya.

Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhisn al-Abbad Hafidhohumallah menyebutkan 10 Pencegahan dari Sihir dan Ain dalam kitabnya yang berjudul Asyratu Asbab Fii al-Wiqoyati mina As-Sihri wal Áin. Beliau dimuqoddimahnya menyampaikan tentang hakikat dunia bagi seorang mukmin yang tidak akan terlepas dari ujian dan musibah. Lalu beliau menyampaikan 10 pencegahan dari sihir dan ain diantaranya ;

  1. Berlindung kepada Allah dari Sihir dan Hasad.
    Di antara bacaaan untuk berlindung kepada Allah yaitu dengan membaca surat al-Falaq.
  2. Bertakwa kepada Allah.
    Takwa kepada Allah adalah solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi oleh seorang muslim.
  3. Sabar terhadap musuhnya.
    Setiap muslim yang diuji dengan sihir agar bersabar atas musuhnya yang hasad kepadanya agar tidak menyerangnya atau berkeluh kesah kepada manusia, namun hendaknya ia bersabar dengan sabara yang baik.
  4. Tawakkal kepada Allah.
    Tawakkal yaitu ia bersandar dan menyerahkan semua urusannya kepada Allah disertai dengan keyakinan bahwa Allah maha segalanya dengan mengambil sebab-sebab yang disyariátkan.
  5. Mengosongkan hati dari musibah yang menimpanya.
    Maksudnya tidak menjadikan musibah yang menimpanya menguras energi dan waktu prosuktifnya yaitu dengan mengosongkan fikiran dari musibah yang menimpanya.
  6. Kembali kepada Allah.
    Kembali kepada Allah dengan mengikhlaskan segalanya untuk Allah dan karena Allah.
  7. Taubat kepada Allah dari segala dosa.
    Ya, karena dosa akan menyababkan keburukan menimpa kepadanya termasuk sihir dan ain, namun dengan bertaubat kepada Allah semoga menjadi solusi dihilangkanya musibah yang menimpanya.
  8. Sedekah dan berbuat baik kepada manusia.
    Sedekah memiliki manfaat bagi yang memberikan hartanya juga manfaat untuk hartanya dari kehancuran dan kebinasaan.
  9. Berbuat baik kepada yang menyakiti.
    Yaa, ini memang sulit untuk dilakukan kecuali orang yang Allah rahmati dengan ketakwaan.
  10. Memurnikan Tauhid kepada Allah dengan membaca bacaan berikut.
    1. Berlindung kepada Allah dari gangguan setan.
    2. Membaca Istiádzah.
    3. Membaca ayat kursi menjelang tidur.
    4. Membaca surat al-Baqoroh di rumah.

Dirangkum secara sederhana, selengkapnya bisa dibaca di https://al-badr.net/ebook/194 Semoga bermanfaat

Leave a Comment