Breaking News
FAIDAH DARI PERANG BANI QURAIZHAH
TIPS MENGENAL KAREKTERISTIK ANAK DIDIK
KETIKA AKU JATUH CINTA
RUMAH YANG PENUH DENGAN KETELADANAN
HUKUM ZIARAH KUBUR BAGI WANITA DALAM MADZHAB SYAFI’I
ANAK LAHIR DALAM KEADAAN FITRAH
APA YANG ANDA CARI ?
BAGAIMANA CARA MEMINANGNYA ?
NIKMATNYA KEMERDEKAAN DAN RASA AMAN
Berhutang untuk Qurban
Sedekah di Hari Jumat
SAUDARIKU, APA YANG MENGHALANGIMU BERJILBAB ?
APA KATA IMAM ASY-SYAFII TENTANG KUBURAN ?
MALAM MENYELIMUTI MATAHARI
PROSES TERJADINYA MALAM
IMAM ASY-SYAFII MEYAKINI ALLAH DI ATAS ARSY
Bermadzhab Syafi’i, Berakidah Asy’ari
MEMOHON PERLINDUNGAN KEPADA JIN
ANTAR JEMPUT DAN DISAMBUT
AQIQAH DAN QURBAN DIGABUNGKAN BOLEHKAH ?
TUNTUNAN MENGURUS JENAZAH
Sikap Laki-laki Ketika Datang Wanita Menawarkan Diri
ADAB-ADAB HARI JUM’AT
ADAB TIDUR dan BERMIMPI
BOLEHKAH SEORANG MUSAFIR MENJADI IMAM DAN KHATIB ?
PILIHLAH TETANGGA SEBELUM RUMAH
RUMAH ADALAH SEKOLAH
18 CATATAN TENTANG SHALAT JAMA’ DAN QOSHOR
PERAN WANITA
RUKUN IMAN KEPADA ALLAH
7 CATATAN TENTANG DZIKIR BA’DA SHALAT
BACAAN ZIKIR BA’DA SHALAT
HUKUM MENCACI MAKI ALLAH, AGAMA, DAN RASUL-NYA
ANAKKU MENCURI !
5 MASALAH SEPUTAR SUJUD SAHWI
DOA MEMINTA PERLINDUNGAN DARI BALA YANG BERAT
MENGENAL AGAMA ISLAM DENGAN DALIL
FATWA MUI DAN ULAMA TENTANG NATAL
SUJUD SAHWI SEBELUM ATAU SESUDAH SALAM ?
SHALAT TAHIYYATUL MASJID ATAU MENDENGARKAN AZAN
SEBAB-SEBAB SUJUD SAHWI
TIDAK MENGKAFIRKAN ORANG KAFIR
NADZAR (Janji)
DZABH (MENYEMBELIH)
WASILAH YANG BENAR DAN YANG SALAH
ISTI’ADZAH
ISTIGHOTSAH
ISTI’ANAH (MEMINTA PERTOLONGAN)
PEMBATAL-PEMBATAL SHALAT
ADAB TERTAWA
HADITS SYUBUHAT
MENGENAL LEBIH DEKAT KITAB SAFINATUN NAJA
BIOGRAFI PENULIS  KITAB SAFINATUN NAJA
10 PEMBATAL KEISLAMAN (SYIRIK)
TAWAKKAL
MASA KECIL NABI MUHAMMAD DI BANI SA’AD
HARAP YANG TERPUJI DAN TERLARANG
BATASAN AURAT LAKI-LAKI
Isra’ dan Mi’raj
BATASAN AURAT WANITA
13 Amalan Penting Tentang Hujan
RABO WEKASAN, ADAKAH TUNTUNANNYA ?
HUJAN AIR YANG DIBERKAHI, HUJAN-HUJANAN YUUK..
KEDUDUKAN DUA KALIMAT SYAHADAT DALAM SYARIAT ISLAM
SYARAT-SYARAT KALIMAT TAUHID
MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT
KESYIRIKAN ZAMAN SEKARANG LEBIH PARAH DARI ZAMAN DAHULU
NASIHAT ULAMA DI BALIK MUSIBAH GEMPA
BEDA TAPI SAMA
KENAPA HANYA ALLAH YANG DISEMBAH ?
TUNTUNAN HAID, NIFAS DAN ISTIHADHOH
HUKUM SEPUTAR NAJIS
TAFSIR SURAT AN-NAAS
KAIDAH PERTAMA MEMAHAMI KESYIRIKAN
BAHAGIA ITU JIKA…
PERINTAH DAN LARANG YANG WAJIB DIKETAHUI
TAK ADA ARAH TUJUAN
BOLEHKAH MENGUSAP SEPATU (BUKAN DARI KULIT)  SAAT WUDHU ?
IBU DIMANA ?
BOLEHKAH BERSUCI DENGAN TISU ?
BELAJAR IMAN SEBELUM QUR’AN
BELAJAR ADAB DULU SEBELUM BELAJAR ILMU
JIKA  MANDI JUNUB TANPA WUDHU LALU SHALAT, BOLEHKAH ?
13 CATATAN PENTING BULAN MUHARRAM
APA YANG HARUS ANAK PERTAMA PELAJARI ?
PETUNJUK NABI DI FASE TAMYIZ
BOLEHKAH PUASA KAFFARAH TIDAK BERURUTAN ?
BERSIWAK
KAPAN PENDIDIKAN ANAK ITU DIMULAI ?
TIDAK BISA DIPISAHKAN
HARTAKU SURGAKU
11 CATATAN PENTING DALAM MENUNTUT ILMU
PERKATAAN DAN TINDAKAN YANG MENGHANTAR KEPADA KESYIRIKAN
TABLIGH AKBAR KEMERDEKAAN
AQIQAH DAN QURBAN DIGABUNGKAN BOLEHKAH ?
BELAJAR ADAB DULU BARU ILMU
10 Catatan Penting Tentang  Qurban
BAHAYA SYIRIK
ADA APA DENGAN BULAN DZUL HIJJAH
FAKTOR-FAKTOR PENGHALANG DALAM MENUNTUT ILMU
PANGGIL ANAK DENGAN JULUKAN SEBAGAI PENGHORMATAN
NASIHAT IMAM ASY SYAFII KEPADA PARA GURU
MENANTI SANG BUAH HATI
PERAN AYAH DALAM PENDIDIKAN ANAK
KETIKA AKU MENEMUKANNYA
PERAN IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK
WAJIB NIAT DI MALAM HARI UNTUK PUASA WAJIB
BERIKAN SEMUANYA IA HANYA MEMBERI SEPARUHNYA
PEMBAGIAN HUKUM AIR
PERAN RUMAH DALAM PENDIDIKAN
MULAILAH DENGAN TAUHID 2
SEBAB-SEBAB PENYIMPANGAN AQIDAH DAN CARA MENGATASINYA
MULAILAH DENGAN TAUHID, SEBELUM YANG LAINNYA 1
PILIH WAKTU YANG TEPAT UNTUK MENGARAHKAN
TIGA HAL YANG WAJIB DIKETAHUI Bag. I
BERIKAN SEMUANYA IA HANYA MEMBERI SEPARUHNYA
OPTIMALKAN WAKTUMU
DIMULAI DARI WANITA
MACAM-MACAM AIR
EMPAT HAL YANG WAJIB DIKETAHUI
Registrasi Member MBC
MUDIK
12 CATATAN PENTING TENTANG ZAKAT FITRAH
100 FAIDAH RAMDHAN BAGIAN 3
18  CATATAN PENTING TENTANG I’TIKAF
100 FAIDAH PUASA bagian 2
100 FAIDAH PUASA
DAURAH RAMADHAN PERDANA
MUSLIM BIKES CIANJUR SELENGGARAKAN KAJIAN, BUKA PUASA BERSAMA DAN TARAWIH
RAMADHAN DAN DO’A
DUA KEBAHAGIAAN BAGI ORANG YANG BERPUASA
MENELADANI ULAMA DALAM MEMBERI MAKANAN DI BULAN RAMADHAN
MEMBERI TAK PERNAH RUGI
MUSLIM BIKER CIANJUR ADAKAN TA’JIL ON THE ROAD
32 KESALAHAN-KESALAHAN ORANG YANG BERPUASA
ILMU DIDATANGI BUKAN MENDATANGI
12 CATATAN PENTING TENTANG TARAWIH
SIKAP LEMAH LEMBUT DALAM PENDIDIKAN ISLAM
10 HAL YANG DIMAAFKAN DALAM BERPUASA
MAKNA KEBAIKAN DAN KEBAHAGIAAN
28 CATATAN SINGKAT SEPUTAR RAMADHAN
RAMADHAN BULAN AL-QUR’AN
MENJALANKAN KOTAK AMAL SAAT KHOTIB SEDANG KHUTBAH JUM’AT
IMAM AHMAD BIN HANBAL
KISAH HARUN AR RASYID DENGAN GURU ANAKNYA
DIMULAI DARI WANITA
RAMADHAN BULAN AMPUNAN
TANGGUNG JAWAB SEORANG AYAH !
KATA MEREKA TENTANG GURU
ADAB-ADAB PUASA
HAL-HAL YANG TIDAK MEMBATALKAN PUASA
EFEK KESHALIHAN GURU PADA MURID
IJMA’ ULAMA, PEMBATAL PUASA
MUSLIM BIKER CIANJUR TOURING, NGAJI, DAN TADABBUR CIANJUR SELATAN DAN GARUT
TIDAK PUASA ATAU BUKA PUASA DI SIANG HARI TANPA ADA UDZUR SYAR’I
JADILAH GURU YANG MENGGUGAH DAN MERUBAH
BERI IA PUJIAN DAN PENGHARGAAN
Ortu Adalah Guru
BOLEHKAH MENCIUM PASANGAN SAAT PUASA ?
PUASA YANG TIDAK SEMPURNA
HUKUM PUASA WISHOL
BUKA PUASA TERBAIK DENGAN KURMA
SAHUR YANG DIBERKAHI
TERMASUK KEBAIKAN DALAM PUASA ADALAH MENYEGERAKAN WAKTU BERBUKA
HARUSKAH NIAT DI MALAM HARI UNTUK PUASA SUNNAH ?
WAJIB NIAT DI MALAM HARI UNTUK PUASA WAJIB
TAFSIR AL-FATIHAH AYAT 4
MENGAMALKAN BERITA MASUK BULAN RAMDAHAN DENGAN SATU ORANG SAKSI
APAKAH PENENTUAN RAMADHAN DENGAN HISAB ATAU RU’YAH
HUKUM PUASA DI HARI SYAK
BAGAIMANA SIFAT WANITA MUSLIMAH DALAM SURAT AT-TAHRIIM ?
LARANGAN MENDAHULUI RAMADHAN DENGAN PUASA
PILIHKAN UNTUKNYA GURU YANG SHALIH
MENGENAL LEBIH DEKAT IMAM ASY-SYAFI’I rahimahullah
NABI SAJA TAKUT DENGAN KESYIRIKAN BAGAIMANA DENGAN KITA ?
HUKUM TAYAMMUM UNTUK DUA KALI SHALAT
HUKUM MEMBACA SHODAQOLLAHUL ADHIM SETELAH MEMBACA AL-QUR’AN
KELAHIRAN DAN WAFATNYA NABI
ADA APA DENGAN BULAN SYA’BAN
INTISARI SURAT AL-KAHFI
MENDULANG HIKMAH DARI KISAH ASH-SHABUL KAHFI
CARA MANDI JUNUB
ADAB KEPADA SAHABAT NABI
TAFSIR SURAT AL-IKHLAS
BUAH KESABARAN UMMU SULAIM radhiallahu Anha
NASIHAT IMAM ABU HAMID AL GHAZALI RAHIMAHULLAH KEPADA ANAKNYA
HUKUM MERAYAKAN HARI ULANG TAHUN
HUKUM ORANG JUNUB
22 CATATAN TENTANG SHALAT
NASAB RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
INTISARI AYAT KURSI
BACALAH
ALIRAN YANG MENYIMPANG DALAM MEMAHAMI TAUHID RUBUBIYYAH
70.000 ORANG MASUK SURGA TANPA HISAB DAN ADZAB
CARA BERAGAMA YANG BENAR
8 MUTIARA HIKMAH HATIM AL A’SHAM RAHIMAHULLAH
TABLIGH AKBAR 2
ADAB MEMBACA AL-QUR’AN
MUSLIM BIKER CIANJUR (MBC)
SEMESTA BERTASBIH
HUKUM MENGUSAP KHUFF (Sepatu)
HUKUM BERSIWAK
AWALI DENGAN DO’A Bag. 1
UCAPAN YANG PALING DICINTAI ALLAH Bag. 1
ADAB TA’ZIYAH
ADAB ZIYARAH KUBUR
POTRET KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR’AN
PENGGALAN HIKMAH DARI KISAH KHADIJAH
ANAK PEREMPUAN BAGIAN DARI AYAHNYA
FASE TAMYIZ
BALIGH DALAM PANDANGAN ISLAM
KEUTAMAAN MENDIDIK ANAK PEREMPUAN
MENGAJAK ANAK KE MASJID
PRINSIP DASAR MELURUSKAN KESALAHAN
SEBAB-SEBAB KENAKALAN ANAK
PILIH WAKTU YANG TEPAT UNTUK MENGARAHKAN
KEMANA-MANA MEMBAWA BUKU
METODE PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’AN
TAFSIR AL FATIHAH AYAT 5
Syaikh Ali Thanthawi rahimahullah
WARISAN TERBAIK
MAKNA SYAHADAT
MACAM-MACAM TAUHID
CADAR DALAM KACAMATA NAHDATUL ULAMA
RISALAH CINTA UNTUK PUTRI TERCINTA
RIHLAH ULAMA DALAM MENUNTUT ILMU
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
KEUTAMAAN TAUHID 4
KAPAN DISYARI’ATKAN MEMBACA BASMALAH ?
MENGENAL LEBIH DEKAT IMAM NAWAWI AL-BANTANY
KEUTAMAAN TAUHID  3
KEUTAMAAN TAUHID 2
KEUTAMAAN TAUHID 1
HAK ALLAH DAN HAK HAMBA
DEMI MENUNTUT ILMU, IA TINGGALKAN ISTRI DALAM KEADAAN HAMIL
HUKUM AIR KENCING ORANG DEWASA
📚📚📚 TUGAS NABI DAN RASUL📚
SIKAP KEPADA ALLAH DAN ORANG TUA
TUJUAN HIDUP
TAFSIR AL FATIHAH AYAT 7
TAFSIR AL FATIHAH AYAT 6
TAFSIR ALHAMDULILLAH
AR-RAHMAN DAN AR RAHIM
ADAB MAKAN
IBNU JAUZI rahimahullah DAN MASA MUDA
ATHO BIN ABI RABAH
DAKWAH JAHRIYAH (TERANG-TERANGAN)
AWALI DENGAN DO’A Bag. 2
SIKAP TAWADHU ULAMA
TUJUAN PENDIDIKAN
DAMPAK WUDHU PADA HARI KIAMAT
MENDAHULUKAN YANG KANAN
CARA MEMBERSIHKAN JILATAN ANJING
CATATAN HAMDALAH Bag. 2
CATATAN ALHAMDULILLAH Bag. 1
JANGAN SALAH MEMILIH TEMAN
📚 PENGARUH TEMAN 📚
LARANGAN KENCING DI AIR YANG TIDAK MENGALIR
ISTINSYAQ (Menghirup Air)
ANCAMAN BAGI YANG TIDAK MENCUCI KAKI DENGAN SEMPURNA
KAPAN DISYARI’ATKAN MEMBACA BASMALAH ?
KAPAN IZTIADZAH DIBACA ?
HUKUM ISTIADZAH ATAU TA’AWWUD
ADAB MAKAN
ADAB BERSIN
ADAB BERPUASA
ADAB BEROLAH RAGA
ADAB TIDUR dan BERMIMPI
ADAB BERTAMU
ADAB BERMAJLIS
ADAB PENGHAFAL AL-QUR’AN
ADAB SEORANG PELAJAR
ADAB KEPADA ORANG TUA
ADAB KEPADA NABI MUHAMMAD Shalallahu Alaihi Wa Sallam
ADAB KEPADA ALLAH Ta’ala
HUKUM AIR KENCING BAYI
ADA APA DENGAN BULAN RAJAB ?
ORANG BERIMAN TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH
ORANG BERIMAN TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH
Muslim Yang Kuat
Tabligh Akbar – Rumahku Surgaku
Kajian Islam Ilmiyah
Pilihkan Untuknya Guru Yang Shalih
Pintar Dunia, Tapi …
Kiat Sukses Mendidik Anak
Nasihat Malam
Mengamalkan Ilmu
Pengaruh Teman
Hukuman Dalam Pendidikan Islam
Sabar Dan Menahan Emosi
Antara Uang dan Anak
Jangan Tertipu
Dampak Hasad
Antara Keinginan Dunia Atau Akhirat
Sikap Lemah Lembut
Sibuk Dengan Kekurangan Diri Sendiri
Tawadhu Seorang Guru
Sifat Pendidik Yang Sukses
Teh Hijau CKS
Paket Umroh Bersama CKS
Jangan Bosan Melatih Anak
Dahsyatnya Peran Ibu Pada Anak
Cacian Yang Berujung Pujian
Dampak Keshalihan Ulama dan Umara
Menanamkan Kejujuran dan Tidak Suka Berbohong
MENGENAL LEBIH DEKAT ABU HURAIRAH
ADA APA DENGAN BULAN SHAFAR ?
Asas -Asas Pendidikan
AJAK IA BERMAIN
Membaca Bagian Dari Pendidikan
TAHAPAN PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM – FASE HADHONAH – Memperhatikan Penampilan dan Potongan Rambut
ADA APA DENGAN BULAN MUHARRAM
Kisah Pendidikan Islam – IBNU JAUZI rahimahullah DAN MASA MUDA
TAHAPAN PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM – CARA NABI MENDIDIK ANAK PADA USIA HADHONAH
KEGEMARAN IBNU TAIMIYAH DALAM MENELA’AH
KEUTAMAAN HARI ARAFAH
TAHAPAN PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM – FASE HADHANAH (PENGASUHAN)
Kisah Pendidikan Islam – RIHLAH ULAMA DALAM MENUNTUT ILMU
TAHAPAN PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM – FASE HADHANAH (PENGASUHAN)
BELAJAR MENGAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN
FIQHUL JUM’AH – MAKNA JUM’AT
Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik
Tahapan Pendidikan Anak dalam Islam – Penyapihan dalam Islam
Kisah Pendidikan Islam – SKALA PRIORITAS DALAM MENUNTUT ILMU
FIQHUL JUM’AH – KAPAN HARI KIAMAT TERJADI ?
Al-Imam adz-Dzahabi Rahimahullah
FIQHUL JUM’AH – Jual Beli di Hari Jum’at, Bolehkah?
KATA-KATA YANG MENGGUGAH DAN MERUBAH
TAHAPAN PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM – FASE RADHA’AH – PETUNJUK NABI DALAM MENYUSUI
Jangan Berhenti Menasehati
KAPAN WAKTU MUSTAJAB DI HARI JUMAT ITU TERJADI  ?
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Hari Ketujuh Dari Kelahiran – AQIQAH
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Memberi Nama) [13-15]
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Memberi Nama) [10-12]
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Memberi Nama) [7-9]
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Memberi Nama) [4-6]
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Memberi Nama)
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Mencukur)
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam “Fase Kelahiran”
Komentar Ulama Tentang Pendidikan Anak [4]
Komentar Ulama Tentang Pendidikan Anak [3]
Komentar Ulama Tentang Pendidikan Anak [2]
Komentar Ulama Tentang Pendidikan Anak [1]
Proses Melahirkan [2]
Proses Melahirkan [1]
Do’a dan Dzikir Ibu Hamil [5]
Do’a dan Dzikir Ibu Hamil [4]
Do’a dan Dzikir Ibu Hamil [3]
Do’a dan Dzikir Ibu Hamil [2]
Do’a dan Dzikir Ibu Hamil [1]
Pendidikan Anak Pada Usia Kandungan [2]
Pendidikan Anak Pada Usia Kandungan [1]
Perhatian Islam Pada Janin [2]
PERHATIAN ISLAM PADA JANIN
Mintalah Kepada Allah [3]
Mintalah Kepada Allah [2]
Mintalah Kepada Allah [1]
Adab Jima’ [2]
Adab Jima’
Apa Yang Anda Pilih ? [3]
Apa Yang Anda Pilih ? [2]
Apa Yang Anda Pilih ? [1]
Kapan Pendidikan Anak Itu di Mulai ?
Dampak Keshalihan Guru Pada Anak [4]
Dampak Keshalihan Guru Pada Anak [3]
Dampak Keshalehan Guru Pada Anak [2]
Dampak Keshalehan Guru Pada Anak [1]
Dampak Kesholehan Orang Tua Pada Anak [3]
Dampak Keshalehan Orang Tua Pada Anak [2]
Dampak Keshalehan Orang Tua Pada Anak [1]
PERAN AYAH DALAM PENDIDIKAN ANAK [4]
PERAN AYAH DALAM PENDIDIKAN ANAK [3]
PERAN AYAH DALAM PENDIDIKAN ANAK [2]
PERAN IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK [6]
PERAN IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK [5]
PERAN IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK [4]
PERAN IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK [3]
PERAN IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK [2]
PERAN RUMAH DALAM PENDIDIKAN [2]
ORANG TUA ADALAH GURU PERTAMA [3]
ORANG TUA ADALAH GURU PERTAMA [2]
ORANG TUA ADALAH GURU PERTAMA [1]
Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik [4]
Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik [3]
Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik [2]
Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik [1]
Bagaimana Cara Nabi Mempengaruhi Akal Anak [5]
Bagaimana Cara Nabi Mempengaruhi Akal Anak [4]
BICARA SESUAI KADAR AKAL ANAK
Cara Nabi Mempengaruhi Akal Anak Dengan Dialog
DAMPAK KISAH PADA AKAL ANAK
Konsep Pendidikan Terbaik
TAFQIH (Ta'lim Fiqh)
SAUDARIKU, APA YANG MENGHALANGIMU BERJILBAB ?

SAUDARIKU, APA YANG MENGHALANGIMU BERJILBAB ?

Saudariku…
Seorang mukmin dengan mukmin lain ibarat cermin. Bukan cermin yang memantulkan bayangan fisik, melainkan cermin yang menjadi refleksi akhlak dan tingkah laku. Kita dapat mengetahui dan melihat kekurangan kita dari saudara seagama kita. Cerminan baik dari saudara kita tentulah baik pula untuk kita ikuti. Sedangkan cerminan buruk dari saudara kita lebih pantas untuk kita tinggalkan dan jadikan pembelajaran untuk saling memperbaiki.

Saudariku…
Tentu engkau sudah mengetahui bahwa Islam mengajarkan kita untuk saling mencintai. Dan salah satu bukti cinta Islam kepada kita –kaum wanita– adalah perintah untuk berjilbab. Namun, kulihat engkau masih belum mengambil “kado istimewa” itu. Kudengar masih banyak alasan yang menginap di rongga-rongga pikiran dan hatimu setiap kali kutanya, “Kenapa jilbabmu masih belum kau pakai?” Padahal sudah banyak waktu kau luangkan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perintah jilbab. Sudah sekian judul buku engkau baca untuk memantapkan hatimu agar segera berjilbab. Juga ribuan surat cinta dari saudarimu yang menginginkan agar jilbabmu itu segera kau kenakan. Lalu kenapa, jilbabmu masih terlipat rapi di dalam lemari dan bukan terjulur untuk menutupi dirimu?

Mengapa Harus Berjilbab?

Mungkin aku harus kembali mengingatkanmu tentang alasan penting kenapa Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan perintah jilbab kepada kita –kaum Hawa- dan bukan kepada kaum Adam. Saudariku, jilbab adalah pakaian yang berfungsi untuk menutupi perhiasan dan keindahan dirimu, agar dia tidak dinikmati oleh sembarang orang. Ingatkah engkau ketika engkau membeli pakaian di pertokoan, mula-mula engkau melihatnya, memegangnya, mencobanya, lalu ketika kau jatuh cinta kepadanya, engkau akan meminta kepada pemilik toko untuk memberikanmu pakaian serupa yang masih baru dalam segel. Kenapa demikian? Karena engkau ingin mengenakan pakaian yang baru, bersih dan belum tersentuh oleh tangan-tangan orang lain. Jika demikian sikapmu pada pakaian yang hendak engkau beli, maka bagaimana sikapmu pada dirimu sendiri? Tentu engkau akan lebih memantapkan ‘segel’nya, agar dia tetap ber’nilai jual’ tinggi, bukankah demikian? Saudariku, izinkan aku sedikit mengingatkanmu pada firman Rabb kita ‘Azza wa Jalla berikut ini,

“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.’” (Qs. An-Nuur: 31)

Dan firman-Nya,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Qs. Al-Ahzaab: 59)

Saudariku tercinta, Allah tidak semata-mata menurunkan perintah jilbab kepada kita tanpa ada hikmah dibalik semuanya. Allah telah mensyari’atkan jilbab atas kaum wanita, karena Allah Yang Maha Mengetahui menginginkan supaya kaum wanita mendapatkan kemuliaan dan kesucian di segala aspek kehidupan, baik dia adalah seorang anak, seorang ibu, seorang saudari, seorang bibi, atau pun sebagai seorang individu yang menjadi bagian dari masyarakat. Allah menjadikan jilbab sebagai perangkat untuk melindungi kita dari berbagai “virus” ganas yang merajalela di luar sana. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Abul Qasim Muhammad bin ‘Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya,

“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)

Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta’ala, selain shalat, puasa, dan ibadah lain yang telah engkau kerjakan. Jilbab juga merupakan konsekuensi nyata dari seorang wanita yang menyatakan bahwa dia telah beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, jilbab juga merupakan lambang kehormatan, kesucian, rasa malu, dan kecemburuan. Dan semua itu Allah jadikan baik untukmu. Tidakkah hatimu terketuk dengan kasih sayang Rabb kita yang tiada duanya ini?

“Aku Belum Berjilbab, Karena…”

1. “Hatiku masih belum mantap untuk berjilbab. Jika hatiku sudah mantap, aku akan segera berjilbab. Lagipula aku masih melaksanakan shalat, puasa dan semua perintah wajib kok..”

Wahai saudariku… Sadarkah engkau, siapa yang memerintahmu untuk mengenakan jilbab? Dia-lah Allah, Rabb-mu, Rabb seluruh manusia, Rabb alam semesta. Engkau telah melakukan berbagai perintah Allah yang berpangkal dari iman dan ketaatan, tetapi mengapa engkau beriman kepada sebagian ketetapan-Nya dan ingkar terhadap sebagian yang lain, padahal engkau mengetahui bahwa sumber dari semua perintah itu adalah satu, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Seperti shalat dan amalan lain yang senantiasa engkau kerjakan, maka berjilbab pun adalah satu amalan yang seharusnya juga engkau perhatikan. Allah Ta’ala telah menurunkan perintah hijab kepada setiap wanita mukminah. Maka itu berarti bahwa hanya wanita-wanita yang memiliki iman yang ridha mengerjakan perintah ini. Adakah engkau tidak termasuk ke dalam golongan wanita mukminah?

Ingatlah saudariku, bahwa sesungguhnya keadaanmu yang tidak berjilbab namun masih mengerjakan amalan-amalan lain, adalah seperti orang yang membawa satu kendi penuh dengan kebaikan akan tetapi kendi itu berlubang, karena engkau tidak berjilbab. Janganlah engkau sia-siakan amal shalihmu disebabkan orang-orang yang dengan bebas di setiap tempat memandangi dirimu yang tidak mengenakan jilbab. Silakan engkau bandingkan jumlah lelaki yang bukan mahram yang melihatmu tanpa jilbab setiap hari dengan jumlah pahala yang engkau peroleh, adakah sama banyaknya?

2. “Iman kan letaknya di hati. Dan yang tahu hati seseorang hanya aku dan Allah.”

Duhai saudariku…Tahukah engkau bahwa sahnya iman seseorang itu terwujud dengan tiga hal, yakni meyakini sepenuhnya dengan hati, menyebutnya dengan lisan, dan melakukannya dengan perbuatan?

Seseorang yang beramal hanya sebatas perbuatan dan lisan, tanpa disertai dengan keyakinan penuh dalam hatinya, maka dia termasuk ke dalam golongan orang munafik. Sementara seseorang yang beriman hanya dengan hatinya, tanpa direalisasikan dengan amal perbuatan yang nyata, maka dia termasuk kepada golongan orang fasik. Keduanya bukanlah bagian dari golongan orang mukmin. Karena seorang mukmin tidak hanya meyakini dengan hati, tetapi dia juga merealisasikan apa yang diyakininya melalui lisan dan amal perbuatan. Dan jika engkau telah mengimani perintah jilbab dengan hatimu dan engkau juga telah mengakuinya dengan lisanmu, maka sempurnakanlah keyakinanmu itu dengan bersegera mengamalkan perintah jilbab.

3. “Aku kan masih muda…”

Saudariku tercinta… Engkau berkata bahwa usiamu masih belia sehingga menahanmu dari mengenakan jilbab, dapatkah engkau menjamin bahwa esok masih untuk dirimu? Apakah engkau telah mengetahui jatah hidupmu di dunia, sehingga engkau berkata bahwa engkau masih muda dan masih memiliki waktu yang panjang? Belumkah engkau baca firman Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya,

“Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, jika kamu sesungguhnya mengetahui.” (Qs. Al-Mu’minuun: 114)

“Pada hari mereka melihat adzab yang diancam kepada mereka, (mereka merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) waktu pelajaran yang cukup.” (Qs. Al-Ahqaaf: 35)

Tidakkah engkau perhatikan tetanggamu atau teman karibmu yang seusia denganmu atau di bawah usiamu telah menemui Malaikat Maut karena perintah Allah ‘Azza wa Jalla? Tidakkah juga engkau perhatikan si fulanah yang kemarin masih baik-baik saja, tiba-tiba menemui ajalnya dan menjadi mayat hari ini? Tidakkah semua itu menjadi peringatan bagimu, bahwa kematian tidak hanya mengetuk pintu orang yang sekarat atau pun orang yang lanjut usia? Dan Malaikat Maut tidak akan memberimu penangguhan waktu barang sedetik pun, ketika ajalmu sudah sampai. Setiap hari berlalu sementara akhiratmu bertambah dekat dan dunia bertambah jauh. Bekal apa yang telah engkau siapkan untuk hidup sesudah mati? Ketahuilah saudariku, kematian itu datangnya lebih cepat dari detak jantungmu yang berikutnya. Jadi cepatlah, jangan sampai terlambat…

4. “Jilbab bikin rambutku jadi rontok…”

Sepertinya engkau belum mengetahui fakta terbaru mengenai ‘canggih’nya jilbab. Dr. Muhammad Nidaa berkata dalam Al-Hijaab wa Ta’tsiruuha ‘Ala Shihhah wa Salamatus Sya’ri tentang pengaruh jilbab terhadap kesehatan dan keselamatan rambut,

“Jilbab dapat melindungi rambut. Penelitian dan percobaan telah membuktikan bahwa perubahan cuaca dan cahaya matahari langsung akan menyebabkan hilangnya kecantikan rambut dan pudarnya warna rambut. Sehingga rambut menjadi kasar dan berwarna kusam. Sebagaimana juga udara luar (oksigen) dan hawa tidaklah berperan dalam pertumbuhan rambut. Karena bagian rambut yang terlihat di atas kepala yang dikenal dengan sebutan batang rambut tidak lain adalah sel-sel kornea (yang tidak memiliki kehidupan). Ia akan terus memanjang berbagi sama rata dengan rambut yang ada di dalam kulit. Bagian yang aktif inilah yang menyebabkan rambut bertambah panjang dengan ukuran sekian millimeter setiap hari. Ia mendapatkan suplai makanan dari sel-sel darah dalam kulit.

Dari sana dapat kita katakan bahwa kesehatan rambut bergantung pada kesehatan tubuh secara umum. Bahwa apa saja yang mempengaruhi kesehatan tubuh, berupa sakit atau kekurangan gizi akan menyebabkan lemahnya rambut. Dan dalam kondisi mengenakan jilbab, rambut harus dicuci dengan sabun atau shampo dua atau tiga kali dalam sepekan, menurut kadar lemak pada kulit kepala. Maksudnya apabila kulit kepala berminyak, maka hendaklah mencuci rambut tiga kali dalam sepekan. Jika tidak maka cukup mencucinya dua kali dalam sepekan. Jangan sampai kurang dari kadar ini dalam kondisi apapun. Karena sesudah tiga hari, minyak pada kulit kepala akan berubah menjadi asam dan hal itu akan menyebabkan patahnya batang rambut, dan rambut pun akan rontok.” (Terj. Banaatunaa wal Hijab hal. 66-67)

5. “Kalau aku pakai jilbab, nanti tidak ada laki-laki yang mau menikah denganku. Jadi, aku pakai jilbabnya nanti saja, sesudah menikah.”

Wahai saudariku… Tahukah engkau siapakah lelaki yang datang meminangmu itu, sementara engkau masih belum berjilbab? Dia adalah lelaki dayyuts, yang tidak memiliki perasaan cemburu melihatmu mengobral aurat sembarangan. Bagaimana engkau bisa berpendapat bahwa setelah menikah nanti, suamimu itu akan ridha membiarkanmu mengulur jilbab dan menutup aurat, sementara sebelum pernikahan itu terjadi dia masih santai saja mendapati dirimu tampil dengan pakaian ala kadarnya? Jika benar dia mencintai dirimu, maka seharusnya dia memiliki perasaan cemburu ketika melihat auratmu terbuka barang sejengkal saja. Dia akan menjaga dirimu dari pandangan liar lelaki hidung belang yang berkeliaran di luar sana. Dia akan lebih memilih dirimu yang berjilbab daripada dirimu yang tanpa jilbab. Inilah yang dinamakan pembuktian cinta yang hakiki!

Maka, jika datang seorang lelaki yang meminangmu dan ridha atas keadaanmu yang masih belum berjilbab, waspadalah. Jangan-jangan dia adalah lelaki dayyuts yang menjadi calon penghuni Neraka. Sekarang pikirkanlah olehmu saudariku, kemanakah bahtera rumah tanggamu akan bermuara apabila nahkodanya adalah calon penghuni Neraka?

6. “Pakai jilbab itu ribet dan mengganggu pekerjaan. Bisa-bisa nanti aku dipecat dari pekerjaan.”

Saudariku… Islam tidak pernah membatasi ruang gerak seseorang selama hal tersebut tidak mengandung kemaksiatan kepada Allah. Akan tetapi, Islam membatasi segala hal yang dapat membahayakan seorang wanita dalam melakukan aktivitasnya baik dari sisi dunia maupun dari sisi akhiratnya. Jilbab yang menjadi salah satu syari’at Islam adalah sebuah penghargaan sekaligus perlindungan bagi kaum wanita, terutama jika dia hendak melakukan aktivitas di luar rumahnya. Maka dengan perginya engkau untuk bekerja di luar rumah tanpa jilbab justru akan mendatangkan petaka yang seharusnya dapat engkau hindari. Alih-alih mempertahankan pekerjaan, engkau malah menggadaikan kehormatan dan harga dirimu demi setumpuk materi.

Tahukah engkau saudariku, siapa yang memberimu rizki? Bukankah Allah -Rabb yang berada di atas ‘Arsy-Nya- yang memerintahkan para malaikat untuk membagikan rizki kepada setiap hamba tanpa ada yang dikurangi barang sedikitpun? Mengapa engkau lebih mengkhawatirkan atasanmu yang juga rizkinya bergantung kepada kemurahan Allah?

Apakah jika engkau lebih memilih untuk tetap tidak berjilbab, maka atasanmu itu akan menjamin dirimu menjadi calon penghuni Surga? Ataukah Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menurunkan perintah ini kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan mengadzabmu akibat kedurhakaanmu itu? Pikirkanlah saudariku… Pikirkanlah hal ini baik-baik!

7. “Jilbab itu bikin gerah, dan aku tidak kuat kepanasan.”

Saudariku… Panas mentari yang engkau rasakan di dalam dunia ini tidak sebanding dengan panasnya Neraka yang akan kau terima kelak, jika engkau masih belum mau untuk berjilbab. Sungguh, dia tidak sebanding. Apakah engkau belum mendengar firman Allah yang berbunyi,

“Katakanlah: ‘(Api) Neraka Jahannam itu lebih sangat panas. Jika mereka mengetahui.’” (Qs. At-Taubah: 81)

Dan sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,

“Sesungguhnya api Neraka Jahannam itu dilebihkan panasnya (dari panas api di bumi sebesar) enam puluh sembilan kali lipat (bagian).” [Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2843) dan Ahmad (no. 8132). Lihat juga Shahih Al-Jaami‘ (no. 6742), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Manakah yang lebih sanggup engkau bersabar darinya, panasnya matahari di bumi ataukah panasnya Neraka di akhirat nanti? Tentu engkau bisa menimbangnya sendiri…

8. “Jilbab itu pilihan. Siapa yang mau pakai jilbab silakan, yang belum mau juga gak apa-apa. Yang penting akhlaknya saja benar.”

Duhai saudariku… Sepertinya engkau belum tahu apa yang dimaksud dengan akhlak mulia itu. Engkau menafikan jilbab dari cakupan akhlak mulia, padahal sudah jelas bahwa jilbab adalah salah satu bentuk perwujudan akhlak mulia. Jika tidak, maka Allah tidak akan memerintahkan kita untuk berjilbab, karena dia tidak termasuk ke dalam akhlak mulia.

Pikirkanlah olehmu baik-baik, adakah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berakhlak buruk? Atau adakah Allah mengadakan suatu ketentuan yang tidak termasuk dalam kebaikan dan mengandung manfaat yang sangat besar? Jika engkau menjawab tidak ada, maka dengan demikian engkau telah membantah pendapatmu sendiri dan engkau telah setuju bahwa jilbab termasuk ke dalam sekian banyak akhlak mulia yang harus kita koleksi satu persatu. Bukankah demikian?

Ketahuilah olehmu, keputusanmu untuk tidak mengenakan jilbab akan membuat Rabb-mu menjadi cemburu, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya,

“Sesungguhnya Allah itu cemburu dan seorang Mukmin juga cemburu. Adapun cemburunya Allah disebabkan oleh seorang hamba yang mengerjakan perkara yang diharamkan oleh-Nya.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 4925) dan Muslim (no. 2761)]

9. “Sepertinya Allah belum memberiku hidayah untuk segera berjilbab.”

Saudariku… Hidayah Allah tidak akan datang begitu saja, tanpa engkau melakukan apa-apa. Engkau harus menjalankan sunnatullah, yakni dengan mencari sebab-sebab datangnya hidayah tersebut.

Ketahuilah bahwa hidayah itu terbagi menjadi dua, yaitu hidayatul bayan dan hidayatut taufiqHidayatul bayan adalah bimbingan atau petunjuk kepada kebenaran, dan di dalamnya terdapat campur tangan manusia. Adapun hidayatut taufiq adalah sepenuhnya hak Allah. Dia merupakan peneguhan, penjagaan, dan pertolongan yang diberikan Allah kepada hati seseorang agar tetap dalam kebenaran. Dan hidayah ini akan datang setelah hidayatul bayan dilakukan.

Janganlah engkau jual kebahagiaanmu yang abadi dalam Surga kelak dengan dunia yang fana ini. Buanglah jauh-jauh perasaan was-wasmu itu. Tempuhlah usaha itu dengan berjilbab, sementara hatimu terus berdo’a kepada-Nya, “Allahummahdini wa saddidni. Allahumma tsabit qolbi ‘ala dinik (Yaa Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah diriku. Yaa Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

-Bersambung Insya Allah-

Penulis: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly bintu Muhammad
Murojaah: Ust. Aris Munandar hafidzahullah

***

Artikel muslimah.or.id

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/922-saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk-berjilbab-1.html

About the author

Related Post

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BIKER MUSLIM CIANJUR (BMC)

Kantor BMC
Jln. Prof. Moch. Yamiin No. 119 – Sayang- Cianjur Jawa Barat

CP. 0859 38 50000 4

RUMAH QUR’AN AMINAH

RUMAH QUR’AN AMINAH

Kp. Mananti RT/RW Desa. Margajaya Kec. Lemahsugih Majalengka

Akta Yayasan No. 1 14-8-2017 SK. Kemenkumham Nomor AHU-0012680.AH.01.04. Tahun 2017 NPWP 82.610.442.4-405.000

yayibnuunib@gmail.com HP. 0823 2140 9816

 

 

 

ALAMAT KANTOR YAYASAN

Kantor 1
Kp. Pasir Sarongge RT/RW. 03/08 Desa Ciputri Kec. Pacet Cianjur Jawa Barat

Kantor II
Perumahan Prima Anggrek al-Hidayah No. 21 RT/RW. 01/07 Desa Rancagoong Kec. Cilaku Cianjur Jawa Barat

CP. 0859 38 50000 4