Breaking News
Sikap Laki-laki Ketika Datang Wanita Menawarkan Diri
ADAB-ADAB HARI JUM’AT
ADAB TIDUR dan BERMIMPI
BOLEHKAH SEORANG MUSAFIR MENJADI IMAM DAN KHATIB ?
PILIHLAH TETANGGA SEBELUM RUMAH
RUMAH ADALAH SEKOLAH
18 CATATAN TENTANG SHALAT JAMA’ DAN QOSHOR
PERAN WANITA
RUKUN IMAN KEPADA ALLAH
7 CATATAN TENTANG DZIKIR BA’DA SHALAT
BACAAN ZIKIR BA’DA SHALAT
HUKUM MENCACI MAKI ALLAH, AGAMA, DAN RASUL-NYA
ANAKKU MENCURI !
5 MASALAH SEPUTAR SUJUD SAHWI
DOA MEMINTA PERLINDUNGAN DARI BALA YANG BERAT
MENGENAL AGAMA ISLAM DENGAN DALIL
FATWA MUI DAN ULAMA TENTANG NATAL
SUJUD SAHWI SEBELUM ATAU SESUDAH SALAM ?
SHALAT TAHIYYATUL MASJID ATAU MENDENGARKAN AZAN
SEBAB-SEBAB SUJUD SAHWI
TIDAK MENGKAFIRKAN ORANG KAFIR
NADZAR (Janji)
DZABH (MENYEMBELIH)
WASILAH YANG BENAR DAN YANG SALAH
ISTI’ADZAH
ISTIGHOTSAH
ISTI’ANAH (MEMINTA PERTOLONGAN)
PEMBATAL-PEMBATAL SHALAT
ADAB TERTAWA
HADITS SYUBUHAT
MENGENAL LEBIH DEKAT KITAB SAFINATUN NAJA
BIOGRAFI PENULIS  KITAB SAFINATUN NAJA
10 PEMBATAL KEISLAMAN (SYIRIK)
TAWAKKAL
MASA KECIL NABI MUHAMMAD DI BANI SA’AD
HARAP YANG TERPUJI DAN TERLARANG
BATASAN AURAT LAKI-LAKI
Isra’ dan Mi’raj
BATASAN AURAT WANITA
13 Amalan Penting Tentang Hujan
RABO WEKASAN, ADAKAH TUNTUNANNYA ?
HUJAN AIR YANG DIBERKAHI, HUJAN-HUJANAN YUUK..
KEDUDUKAN DUA KALIMAT SYAHADAT DALAM SYARIAT ISLAM
SYARAT-SYARAT KALIMAT TAUHID
MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT
KESYIRIKAN ZAMAN SEKARANG LEBIH PARAH DARI ZAMAN DAHULU
NASIHAT ULAMA DI BALIK MUSIBAH GEMPA
BEDA TAPI SAMA
KENAPA HANYA ALLAH YANG DISEMBAH ?
TUNTUNAN HAID, NIFAS DAN ISTIHADHOH
HUKUM SEPUTAR NAJIS
TAFSIR SURAT AN-NAAS
KAIDAH PERTAMA MEMAHAMI KESYIRIKAN
BAHAGIA ITU JIKA…
PERINTAH DAN LARANG YANG WAJIB DIKETAHUI
TAK ADA ARAH TUJUAN
BOLEHKAH MENGUSAP SEPATU (BUKAN DARI KULIT)  SAAT WUDHU ?
IBU DIMANA ?
BOLEHKAH BERSUCI DENGAN TISU ?
BELAJAR IMAN SEBELUM QUR’AN
BELAJAR ADAB DULU SEBELUM BELAJAR ILMU
JIKA  MANDI JUNUB TANPA WUDHU LALU SHALAT, BOLEHKAH ?
13 CATATAN PENTING BULAN MUHARRAM
APA YANG HARUS ANAK PERTAMA PELAJARI ?
PETUNJUK NABI DI FASE TAMYIZ
BOLEHKAH PUASA KAFFARAH TIDAK BERURUTAN ?
BERSIWAK
KAPAN PENDIDIKAN ANAK ITU DIMULAI ?
TIDAK BISA DIPISAHKAN
HARTAKU SURGAKU
11 CATATAN PENTING DALAM MENUNTUT ILMU
PERKATAAN DAN TINDAKAN YANG MENGHANTAR KEPADA KESYIRIKAN
TABLIGH AKBAR KEMERDEKAAN
AQIQAH DAN QURBAN DIGABUNGKAN BOLEHKAH ?
BELAJAR ADAB DULU BARU ILMU
10 Catatan Penting Tentang  Qurban
BAHAYA SYIRIK
ADA APA DENGAN BULAN DZUL HIJJAH
FAKTOR-FAKTOR PENGHALANG DALAM MENUNTUT ILMU
PANGGIL ANAK DENGAN JULUKAN SEBAGAI PENGHORMATAN
NASIHAT IMAM ASY SYAFII KEPADA PARA GURU
MENANTI SANG BUAH HATI
KETIKA AKU MENEMUKANNYA
WAJIB NIAT DI MALAM HARI UNTUK PUASA WAJIB
BERIKAN SEMUANYA IA HANYA MEMBERI SEPARUHNYA
PEMBAGIAN HUKUM AIR
PERAN RUMAH DALAM PENDIDIKAN
MULAILAH DENGAN TAUHID 2
SEBAB-SEBAB PENYIMPANGAN AQIDAH DAN CARA MENGATASINYA
MULAILAH DENGAN TAUHID, SEBELUM YANG LAINNYA 1
PILIH WAKTU YANG TEPAT UNTUK MENGARAHKAN
TIGA HAL YANG WAJIB DIKETAHUI Bag. I
BERIKAN SEMUANYA IA HANYA MEMBERI SEPARUHNYA
OPTIMALKAN WAKTUMU
DIMULAI DARI WANITA
MACAM-MACAM AIR
EMPAT HAL YANG WAJIB DIKETAHUI
Registrasi Member MBC
MUDIK
12 CATATAN PENTING TENTANG ZAKAT FITRAH
100 FAIDAH RAMDHAN BAGIAN 3
18  CATATAN PENTING TENTANG I’TIKAF
100 FAIDAH PUASA bagian 2
100 FAIDAH PUASA
DAURAH RAMADHAN PERDANA
MUSLIM BIKES CIANJUR SELENGGARAKAN KAJIAN, BUKA PUASA BERSAMA DAN TARAWIH
RAMADHAN DAN DO’A
DUA KEBAHAGIAAN BAGI ORANG YANG BERPUASA
MENELADANI ULAMA DALAM MEMBERI MAKANAN DI BULAN RAMADHAN
MEMBERI TAK PERNAH RUGI
MUSLIM BIKER CIANJUR ADAKAN TA’JIL ON THE ROAD
32 KESALAHAN-KESALAHAN ORANG YANG BERPUASA
ILMU DIDATANGI BUKAN MENDATANGI
12 CATATAN PENTING TENTANG TARAWIH
SIKAP LEMAH LEMBUT DALAM PENDIDIKAN ISLAM
10 HAL YANG DIMAAFKAN DALAM BERPUASA
MAKNA KEBAIKAN DAN KEBAHAGIAAN
28 CATATAN SINGKAT SEPUTAR RAMADHAN
RAMADHAN BULAN AL-QUR’AN
MENJALANKAN KOTAK AMAL SAAT KHOTIB SEDANG KHUTBAH JUM’AT
IMAM AHMAD BIN HANBAL
KISAH HARUN AR RASYID DENGAN GURU ANAKNYA
DIMULAI DARI WANITA
RAMADHAN BULAN AMPUNAN
TANGGUNG JAWAB SEORANG AYAH !
KATA MEREKA TENTANG GURU
ADAB-ADAB PUASA
HAL-HAL YANG TIDAK MEMBATALKAN PUASA
EFEK KESHALIHAN GURU PADA MURID
IJMA’ ULAMA, PEMBATAL PUASA
MUSLIM BIKER CIANJUR TOURING, NGAJI, DAN TADABBUR CIANJUR SELATAN DAN GARUT
TIDAK PUASA ATAU BUKA PUASA DI SIANG HARI TANPA ADA UDZUR SYAR’I
JADILAH GURU YANG MENGGUGAH DAN MERUBAH
BERI IA PUJIAN DAN PENGHARGAAN
Ortu Adalah Guru
BOLEHKAH MENCIUM PASANGAN SAAT PUASA ?
PUASA YANG TIDAK SEMPURNA
HUKUM PUASA WISHOL
BUKA PUASA TERBAIK DENGAN KURMA
SAHUR YANG DIBERKAHI
TERMASUK KEBAIKAN DALAM PUASA ADALAH MENYEGERAKAN WAKTU BERBUKA
HARUSKAH NIAT DI MALAM HARI UNTUK PUASA SUNNAH ?
WAJIB NIAT DI MALAM HARI UNTUK PUASA WAJIB
TAFSIR AL-FATIHAH AYAT 4
MENGAMALKAN BERITA MASUK BULAN RAMDAHAN DENGAN SATU ORANG SAKSI
APAKAH PENENTUAN RAMADHAN DENGAN HISAB ATAU RU’YAH
HUKUM PUASA DI HARI SYAK
BAGAIMANA SIFAT WANITA MUSLIMAH DALAM SURAT AT-TAHRIIM ?
LARANGAN MENDAHULUI RAMADHAN DENGAN PUASA
PILIHKAN UNTUKNYA GURU YANG SHALIH
MENGENAL LEBIH DEKAT IMAM ASY-SYAFI’I rahimahullah
NABI SAJA TAKUT DENGAN KESYIRIKAN BAGAIMANA DENGAN KITA ?
HUKUM TAYAMMUM UNTUK DUA KALI SHALAT
HUKUM MEMBACA SHODAQOLLAHUL ADHIM SETELAH MEMBACA AL-QUR’AN
KELAHIRAN DAN WAFATNYA NABI
ADA APA DENGAN BULAN SYA’BAN
INTISARI SURAT AL-KAHFI
MENDULANG HIKMAH DARI KISAH ASH-SHABUL KAHFI
CARA MANDI JUNUB
ADAB KEPADA SAHABAT NABI
TAFSIR SURAT AL-IKHLAS
BUAH KESABARAN UMMU SULAIM radhiallahu Anha
NASIHAT IMAM ABU HAMID AL GHAZALI RAHIMAHULLAH KEPADA ANAKNYA
HUKUM MERAYAKAN HARI ULANG TAHUN
HUKUM ORANG JUNUB
22 CATATAN TENTANG SHALAT
NASAB RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
INTISARI AYAT KURSI
BACALAH
ALIRAN YANG MENYIMPANG DALAM MEMAHAMI TAUHID RUBUBIYYAH
70.000 ORANG MASUK SURGA TANPA HISAB DAN ADZAB
CARA BERAGAMA YANG BENAR
8 MUTIARA HIKMAH HATIM AL A’SHAM RAHIMAHULLAH
TABLIGH AKBAR 2
ADAB MEMBACA AL-QUR’AN
MUSLIM BIKER CIANJUR (MBC)
SEMESTA BERTASBIH
HUKUM MENGUSAP KHUFF (Sepatu)
HUKUM BERSIWAK
AWALI DENGAN DO’A Bag. 1
UCAPAN YANG PALING DICINTAI ALLAH Bag. 1
ADAB TA’ZIYAH
ADAB ZIYARAH KUBUR
POTRET KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR’AN
PENGGALAN HIKMAH DARI KISAH KHADIJAH
ANAK PEREMPUAN BAGIAN DARI AYAHNYA
FASE TAMYIZ
BALIGH DALAM PANDANGAN ISLAM
KEUTAMAAN MENDIDIK ANAK PEREMPUAN
MENGAJAK ANAK KE MASJID
PRINSIP DASAR MELURUSKAN KESALAHAN
SEBAB-SEBAB KENAKALAN ANAK
PILIH WAKTU YANG TEPAT UNTUK MENGARAHKAN
KEMANA-MANA MEMBAWA BUKU
METODE PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’AN
TAFSIR AL FATIHAH AYAT 5
Syaikh Ali Thanthawi rahimahullah
WARISAN TERBAIK
MAKNA SYAHADAT
MACAM-MACAM TAUHID
CADAR DALAM KACAMATA NAHDATUL ULAMA
RISALAH CINTA UNTUK PUTRI TERCINTA
RIHLAH ULAMA DALAM MENUNTUT ILMU
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
KEUTAMAAN TAUHID 4
KAPAN DISYARI’ATKAN MEMBACA BASMALAH ?
MENGENAL LEBIH DEKAT IMAM NAWAWI AL-BANTANY
KEUTAMAAN TAUHID  3
KEUTAMAAN TAUHID 2
KEUTAMAAN TAUHID 1
HAK ALLAH DAN HAK HAMBA
DEMI MENUNTUT ILMU, IA TINGGALKAN ISTRI DALAM KEADAAN HAMIL
HUKUM AIR KENCING ORANG DEWASA
📚📚📚 TUGAS NABI DAN RASUL📚
SIKAP KEPADA ALLAH DAN ORANG TUA
TUJUAN HIDUP
TAFSIR AL FATIHAH AYAT 7
TAFSIR AL FATIHAH AYAT 6
TAFSIR ALHAMDULILLAH
AR-RAHMAN DAN AR RAHIM
ADAB MAKAN
IBNU JAUZI rahimahullah DAN MASA MUDA
ATHO BIN ABI RABAH
DAKWAH JAHRIYAH (TERANG-TERANGAN)
AWALI DENGAN DO’A Bag. 2
SIKAP TAWADHU ULAMA
TUJUAN PENDIDIKAN
DAMPAK WUDHU PADA HARI KIAMAT
MENDAHULUKAN YANG KANAN
CARA MEMBERSIHKAN JILATAN ANJING
CATATAN HAMDALAH Bag. 2
CATATAN ALHAMDULILLAH Bag. 1
JANGAN SALAH MEMILIH TEMAN
📚 PENGARUH TEMAN 📚
LARANGAN KENCING DI AIR YANG TIDAK MENGALIR
ISTINSYAQ (Menghirup Air)
ANCAMAN BAGI YANG TIDAK MENCUCI KAKI DENGAN SEMPURNA
KAPAN DISYARI’ATKAN MEMBACA BASMALAH ?
KAPAN IZTIADZAH DIBACA ?
HUKUM ISTIADZAH ATAU TA’AWWUD
ADAB MAKAN
ADAB BERSIN
ADAB BERPUASA
ADAB BEROLAH RAGA
ADAB TIDUR dan BERMIMPI
ADAB BERTAMU
ADAB BERMAJLIS
ADAB PENGHAFAL AL-QUR’AN
ADAB SEORANG PELAJAR
ADAB KEPADA ORANG TUA
ADAB KEPADA NABI MUHAMMAD Shalallahu Alaihi Wa Sallam
ADAB KEPADA ALLAH Ta’ala
HUKUM AIR KENCING BAYI
ADA APA DENGAN BULAN RAJAB ?
ORANG BERIMAN TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH
ORANG BERIMAN TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH
Muslim Yang Kuat
Tabligh Akbar – Rumahku Surgaku
Kajian Islam Ilmiyah
Pilihkan Untuknya Guru Yang Shalih
Pintar Dunia, Tapi …
Kiat Sukses Mendidik Anak
Nasihat Malam
Mengamalkan Ilmu
Pengaruh Teman
Hukuman Dalam Pendidikan Islam
Sabar Dan Menahan Emosi
Antara Uang dan Anak
Jangan Tertipu
Dampak Hasad
Antara Keinginan Dunia Atau Akhirat
Sikap Lemah Lembut
Sibuk Dengan Kekurangan Diri Sendiri
Tawadhu Seorang Guru
Sifat Pendidik Yang Sukses
Teh Hijau CKS
Paket Umroh Bersama CKS
Jangan Bosan Melatih Anak
Dahsyatnya Peran Ibu Pada Anak
Cacian Yang Berujung Pujian
Dampak Keshalihan Ulama dan Umara
Menanamkan Kejujuran dan Tidak Suka Berbohong
MENGENAL LEBIH DEKAT ABU HURAIRAH
MAKNA BULAN SHAFAR
Asas -Asas Pendidikan
AJAK IA BERMAIN
Membaca Bagian Dari Pendidikan
TAHAPAN PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM – FASE HADHONAH – Memperhatikan Penampilan dan Potongan Rambut
ADA APA DENGAN BULAN MUHARRAM
Kisah Pendidikan Islam – IBNU JAUZI rahimahullah DAN MASA MUDA
TAHAPAN PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM – CARA NABI MENDIDIK ANAK PADA USIA HADHONAH
KEGEMARAN IBNU TAIMIYAH DALAM MENELA’AH
KEUTAMAAN HARI ARAFAH
TAHAPAN PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM – FASE HADHANAH (PENGASUHAN)
Kisah Pendidikan Islam – RIHLAH ULAMA DALAM MENUNTUT ILMU
TAHAPAN PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM – FASE HADHANAH (PENGASUHAN)
BELAJAR MENGAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN
FIQHUL JUM’AH – MAKNA JUM’AT
Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik
Tahapan Pendidikan Anak dalam Islam – Penyapihan dalam Islam
Kisah Pendidikan Islam – SKALA PRIORITAS DALAM MENUNTUT ILMU
FIQHUL JUM’AH – KAPAN HARI KIAMAT TERJADI ?
Al-Imam adz-Dzahabi Rahimahullah
FIQHUL JUM’AH – Jual Beli di Hari Jum’at, Bolehkah?
KATA-KATA YANG MENGGUGAH DAN MERUBAH
TAHAPAN PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM – FASE RADHA’AH – PETUNJUK NABI DALAM MENYUSUI
Jangan Berhenti Menasehati
KAPAN WAKTU MUSTAJAB DI HARI JUMAT ITU TERJADI  ?
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Hari Ketujuh Dari Kelahiran – AQIQAH
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Memberi Nama) [13-15]
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Memberi Nama) [10-12]
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Memberi Nama) [7-9]
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Memberi Nama) [4-6]
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Memberi Nama)
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam – Fase Kelahiran (Mencukur)
Tahapan Pendidikan Anak Dalam Islam “Fase Kelahiran”
Komentar Ulama Tentang Pendidikan Anak [4]
Komentar Ulama Tentang Pendidikan Anak [3]
Komentar Ulama Tentang Pendidikan Anak [2]
Komentar Ulama Tentang Pendidikan Anak [1]
Proses Melahirkan [2]
Proses Melahirkan [1]
Do’a dan Dzikir Ibu Hamil [5]
Do’a dan Dzikir Ibu Hamil [4]
Do’a dan Dzikir Ibu Hamil [3]
Do’a dan Dzikir Ibu Hamil [2]
Do’a dan Dzikir Ibu Hamil [1]
Pendidikan Anak Pada Usia Kandungan [2]
Pendidikan Anak Pada Usia Kandungan [1]
Perhatian Islam Pada Janin [2]
PERHATIAN ISLAM PADA JANIN
Mintalah Kepada Allah [3]
Mintalah Kepada Allah [2]
Mintalah Kepada Allah [1]
Adab Jima’ [2]
Adab Jima’
Apa Yang Anda Pilih ? [3]
Apa Yang Anda Pilih ? [2]
Apa Yang Anda Pilih ? [1]
Kapan Pendidikan Anak Itu di Mulai ?
Dampak Keshalihan Guru Pada Anak [4]
Dampak Keshalihan Guru Pada Anak [3]
Dampak Keshalehan Guru Pada Anak [2]
Dampak Keshalehan Guru Pada Anak [1]
Dampak Kesholehan Orang Tua Pada Anak [3]
Dampak Keshalehan Orang Tua Pada Anak [2]
Dampak Keshalehan Orang Tua Pada Anak [1]
PERAN AYAH DALAM PENDIDIKAN ANAK [4]
PERAN AYAH DALAM PENDIDIKAN ANAK [3]
PERAN AYAH DALAM PENDIDIKAN ANAK [2]
PERAN IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK [6]
PERAN IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK [5]
PERAN IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK [4]
PERAN IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK [3]
PERAN IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK [2]
PERAN RUMAH DALAM PENDIDIKAN [2]
ORANG TUA ADALAH GURU PERTAMA [3]
ORANG TUA ADALAH GURU PERTAMA [2]
ORANG TUA ADALAH GURU PERTAMA [1]
Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik [4]
Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik [3]
Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik [2]
Petunjuk Ibnu Qoyyim Rahimahullah Ta’ala dalam Mengurus Anak di Fase Radha’ah agar Tumbuh dengan Baik [1]
Bagaimana Cara Nabi Mempengaruhi Akal Anak [5]
Bagaimana Cara Nabi Mempengaruhi Akal Anak [4]
BICARA SESUAI KADAR AKAL ANAK
Cara Nabi Mempengaruhi Akal Anak Dengan Dialog
DAMPAK KISAH PADA AKAN ANAK
Konsep Pendidikan Terbaik
SEJARAH NABI MUHAMMAD
DAKWAH JAHRIYAH (TERANG-TERANGAN)

Oleh Ust. Abu Rufaydah, Lc. MA

 

Setelah Nabi berdakwah secara sirr selama tiga tahun. Dan mendapat penerimaan dari istri, anak dan beberapa sahabat. Lalu Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk berdakwah dengan terang-tanganan kepada keluarganya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla turunkan Firman-Nya:

وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

“Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang dekat.” (QS Asy Syu’arā: 24)

Jika kit baca ayat di atas secara lengkap, maka akan kita dapati bahwa ayat sebelumnya menceritakan tentang kisah Nabi Musa dan kaumnya yaitu Bani Israil, yang berakhir dengan ditenggelamkannya Fir’aun dan para pengikutnya. Kisah ini memuat tahapan-tahapan yang dilalui Nabi Musa selama menyeru Fir’aun dan kaumnya kepada Allah.

Tahapan-tahapan Kisah Nabi Musa dan Fir’aun mesti disampaikan kepada Nabi saat menyeru kaumnya kepada Allah, agar beliau dan para sahabat memperoleh sedikit gambaran yang akan mereka hadapi, yaitu berupa pendustaan dan tekanan selagi mereka sudah menampakkan dakwah secra terang-terangan. Dengan begitu mereka bias menyadari urusan sejak permulaan dakwah. (Rahikul Makhtuum, hlm. 78).

Adapun ayat yang pertama yang turun kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah perintah untuk berdakwah secara terang-terangan kepada kaum quraisy, ‘Āisyah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhā berkata : “Saat turun ayat wa andzir ‘asyīratakal aqrabīn.” Maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam langsung berdiri dan berkata:

يَا فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ يَا صَفِيَّةُ بِنْتَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ لاَ أَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا سَلُونِي مِنْ مَالِي مَا شِئْتُ

“Wahai Fāthimah bintu Muhammad, wahai Shafiyyah bintu ‘Abdil Muththālib, wahai anak-anaknya ‘Abdul Muththālib, aku tidak bisa menolong kalian (di akhirat) sama sekali, jika ingin harta maka akan aku berikan.” (HR Muslim nomor 205)

Dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, beliau berkata:

لَمَّا أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ{ وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ } دَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُرَيْشًا فَاجْتَمَعُوا فَعَمَّ وَخَصَّ فَقَالَ يَا بَنِي كَعْبِ بْنِ لُؤَيٍّ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي مُرَّةَ بنِ كَعْبٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي عَبْدِ شَمْسٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي هَاشِمٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا فَاطِمَةُ أَنْقِذِي نَفْسَكِ مِنْ النَّارِ فَإِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا

Saat turun ayat “wa andzir ‘asyīratakal aqrabīn” maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyeru orang-orang Quraisy, maka merekapun berkumpul dan berkata:

“Wahai Bani Ka’ab bin Luay, selamatkan diri kalian dari neraka Jahannam.

Wahai Bani Murrah, selamatkanlah diri kalian dari neraka Jahannam.

Wahai Bani Abdi Syamsy, selamatkanlah diri kalian dari neraka Jahannam.

Wahai Bani Abdi Manāf, selamatkanlah diri kalian dari neraka Jahannam.

Wahai Bani Hāsyim, selamatkanlah diri kalian dari api neraka Jahannam.

Wahai Bani Abdul Muththālib, selamatkanlah diri kalian dari neraka Jahannam.

Wahai Fāthimah, selamatkanlah dirimu dari neraka Jahannam, karena sesungguhnya aku tidak bisa menolong kalian.” (HR Muslim nomor 204)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan dari yang umum ke khusus. Dan sebagaimana juga diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas, kisah ini masyhur, banyak yang meriwayatkan, diantaranya adalah ‘Āisyah, Abū Hurairah sedangkan Ibnu ‘Abbas menjelaskan dengan sedikit detail tatkala Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berdakwah pertama kali secara terang-terangan.

لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ { وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ } وَرَهْطَكَ مِنْهُمْ الْمُخْلَصِينَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى صَعِدَ الصَّفَا فَهَتَفَ يَا صَبَاحَاهْ فَقَالُوا مَنْ هَذَا الَّذِي يَهْتِفُ قَالُوا مُحَمَّدٌ فَاجْتَمَعُوا إِلَيْهِ فَقَالَ يَا بَنِي فُلَانٍ يَا بَنِي فُلَانٍ يَا بَنِي فُلَانٍ يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ يَا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَاجْتَمَعُوا إِلَيْهِ فَقَالَ أَرَأَيْتَكُمْ لَوْ أَخْبَرْتُكُمْ أَنَّ خَيْلًا تَخْرُجُ بِسَفْحِ هَذَا الْجَبَلِ أَكُنْتُمْ مُصَدِّقِيَّ قَالُوا مَا جَرَّبْنَا عَلَيْكَ كَذِبًا قَالَ فَإِنِّي نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ قَالَ فَقَالَ أَبُو لَهَبٍ تَبًّا لَكَ أَمَا جَمَعْتَنَا إِلَّا لِهَذَا ثُمَّ قَامَ فَنَزَلَتْ هَذِهِ السُّورَةُ تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَقَدْ تَبَّ

Tatkala turun ayat (“Berilah peringatan kepada kaum kerabatmu yang terdekat yaitu kaum kerabatmu yang benar-benar ikhlas.” Qs. Asy Syu’ara`: 214). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menaiki Bukit Soffa lalu berteriak:

“Wahai saudara-saudara.” Sebagian mereka tertanya, “Siapakah yang berteriak.” Sebagian mereka menjawab, “Muhammad.” Ketika mereka berkumpul, beliau bersabda:

“Wahai bani fulan! bani fulan! bani fulan! Wahai bani Abdul Manaf! Wahai bani Abdul Muththalib!”

Tatkala mereka telah menghampiri beliau, beliau bersabda:

“Apakah pendapat kalian apabila aku mengabarkan bahwa sekelompok pasukan berkuda akan keluar melalui kaki bukit ini untuk menyerang kalian. Apakah kalian akan mempercayaiku?”

Mereka menjawab:

“Kami tidak pernah mendapatimu berdusta.”

Beliau bersabda lagi:

“Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan kepada kalian tentang azab yang pedih.”

Maka Abu Lahab pun mencela:

“Celaka kamu! Apakah hanya karena ini kamu mengumpulkan kami?”

Setelah dia berlalu, turunlah surat (“Binasalah kedua tangan Abu Lahab, dan sesungguhnya dia akan celaka.”) Demikianlah Al A’masy membaca hingga akhir surat. (HR Muslim nomor 208)

Tatkala turun firman Allāh, “Berilah peringatan kepada keluarga yang terdekat.”

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam keluar dari rumahnya kemudian naik di Jabal Shafa kemudian berkata, “Yā shabāhāh (ada bahaya, panggilan kepada orang Arab untuk memperingatkan bahaya).” Orang-orang kāfir Quraisy dahulu tatkala mereka ingin memperingatkan kepada suatu bahaya, mereka naik ke atas gunung, kemudian mereka buka baju mereka, kemudian melemparkan pasir ke wajah mereka sambil berteriak, “Yā sabāhāh.” Agar manusia menghampirinya. Kemudian memberitaukan apa yang terjadi pada mereka. (Fiqh Sirah Syaikh Zaid az-Zaid, hlm. 155).

Hikmah dan pelajaran yang dapat di ambil dari kisah di atas :

  1. Apa yang terjadi pada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan sahabat. Sudah Allah jelaskan dari kisah-kisah Nabi dan Rasul sebelumnya. Agar Nabi dan sahabat mendapat gambaran, bahwa apa yang mereka hadapi akan mendapatkan tantangan dan penolakan sebagaimana Nabi dan Rasul sebelumnya.
  2. Pentingnya membaca, mempelajari dan mengkaji Kisah-kisah Nabi dan Rasul. Agar siapa saja yang meniti jalan para Nabi dan Rasul, sungguh mereka akan mendapati apa yang di dapati oleh Nabi dan Rasul.
  3. Sesungguhnya ketika Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyampaikan dakwah secara terang-terangan kepada Quraisy dan orang Arab pada umumnya, hal ini sangat mengejutkan mereka dengan sesuatu yang tidak pernah mereka pikirkan. Hal ini terlihat jelas dari reaksi Abu Lahab dan kesepakatan tokoh-tokoh Quraisy untuk memusuhinya.
  4. Hikmah dari dakwah Nabi dimulai dengan sembunyi-sembunyi selama tiga tahun, kemudian Allah perintahkan Nabi untuk berdakwah secara terang-terangan. Agar hati manusia terpaut dengan kebesaran Allah, dan mereka tidak bergantung kepada yang lain. Mereka diajak untuk mentauhidkan Allah dan memurnikan segala macam ibadah untuk-Nya.
  5. Jika kita perhatikan ayat-ayat yang turun kepada Nabi seperti dalam surat Al-Muaddatsir ayat dua yaitu berdirilah dan berikan peringatan dan surat Asy-Syu’ara ayat 24 “Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang dekat.” Menjelaskan bahwa peringatan pertama yang Allah perintahkan kepada Nabi-Nya adalah Tauhid dan acnaman bagi orang-orang yang tidak mentauhidkan Allah. Karena jika dakwah tidak dimulai dengan tauhid dan syirik, maka segala amalan ibadah yang dilakukan semuanya akan sia-sia dan tidak bernilai ibadah. Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata : “Setiap kali tauhid seorang hamba bertambah, maka ampunan Allah kepadanya sempurna, dan siapa saja yang berjumpa dengan-Nya dengan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan tidak akan mengadzabnya. (Zaadul Ma’ad, I/78).
  6. Hendaknya para da’i untuk mengingatkan manusia dengan kalimat Indzar yaitu mengingatkan manusia tentang pedihnya adzab neraka dan beratnya hisab. Karenanya kita akan dapati surat-surat Makkiyyah selalu berkaitan dengan surga dan neraka. Agar hati manusia luluh dan tunduk kepada Allah dipenuhi dengan harapan agar masuk surga dan khwatir masuk neraka.
  7. Allah memerintahkan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam untuk memulai berdakwah kepada keluarganya. Hal ini harus menjadi perhatian yang sangat penting bagi setiap muslim terutama para da’i hendaknya mereka berdakwah kepada keluarga, terutama istri,a anak-anak, orang tua dan keluarga. Oleh kerena itu pertanyakan kepada diri kita sudahkah kita memulai sebagaimana Nabi memulai.
  8. Sebenarnya orang-orang Quraisy sudah merasa bahwa ada orang yang mengikuti agama Islām. Misal, Melihat Bilāl shalāt, tetapi orang-orang Quraisy tidak menganggap itu suatu masalah. Kenapa? Karena di zaman itu juga ada orang-orang yang berada di atas millāh hanifiyyah, yang mereka mengikuti agama Ibrāhīm ‘alayhissalām dan tidak menyembah berhala dan tidak melakukan kesyirikan. Di antara orang-orang tersebut adalah Waraqah bin Naufal, Umayyah bin Abi Sofyan, Zaid bin Amr bin Naufal. Namun, mereka menganggap dakwah mulai menjadi masalah tatkala Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mendakwahkan dan menyuruh untuk meninggalkan kesyirikan, yaitu mulai mengatur aturan mereka (misalnya) menurunkan aturan hukum Islām. Adapun saat masing-masing sibuk sendiri dengan ibadahnya maka tidak mengapa.
  9. Ketika Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam naik ke bukit Sofa dan berkata “Yā shabāhāh (ada bahaya, panggilan kepada orang Arab untuk memperingatkan bahaya). Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menggunakan metode tersebut tetapi tidak membuka baju dan tidak melempar pasir ke kepala karena ini adalah adat Jāhilīyyah. Para ulamā menjelaskan terkadang kita boleh mengikuti tradisi, apabila tradisi itu benar dan tidak bertentangan dengan syari’at Islām dan ada manfaatnya dan tidak dikatakan tasyabuh. Contoh lain misalnya pada perang Khandak. Salman Alfarizi memberi ide untuk membuat khandaq (parit yang besar lebarnya 4 meter dalamnya 4 meter) agar tidak bisa dilewati oleh kuda. Padahal Khandak adalah produk dari orang-orang Persia yang beragama Majusi. Atau Tatkala Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengirim surat kepada Heraclius, kepada kaisar Romawi, kepada Qishrah raja Persia, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam tatkala ingin mengirim surat, mereka mengatakan, “Tidak akan diterima surat tersebut harus diberi tanda (stempel).” Kemudian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam membuat cincin yang tertulis “Muhammad Rasūlullāh”. Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam membuat cincin untuk mengikuti tradisi mereka karena mereka tidak akan terima surat tersebut kalau tidak ada capnya.
  10. Perkataan Abu Lahab Celaka kamu, apakah untuk ini kami dikumpulkan. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga, bahwa siapa saja yang mengajak manusia kepada Allah, amar ma’ruf dan nahi munkar, maka ia akan mendapati perkataan yang semisal. Oleh karena itu jika kita mendapati hal semacam ini, maka jangan membuat kita surut dan tidak semangat lagi untuk berdakwah.
  11. Turunnya surat al-Lahab adalah mu’jizat yang Allah berikan kepada Nabi, padahal Abu Lahab saat itu masih hidup, tapi Allah telah memberitahukan bahwa Abu Lahab akan mati dalam keadaan kafir. Hal ini sebagai dalil bagi kaum Qurasiy bahwa al-Qur’an bukan dari lisan Nabi namun dari firman Allah.
  12. Solusi bagi yang tersakiti.

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ (97) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ (98) وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (99)} [الحجر: 97 – 99

Artinya: “Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan”. “Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat)”. “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)”. QS. Al Hijr: 97-99.

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah (w: 774), ketika menafsiri ayat di atas:

أي: وإنا لنعلم يا محمد أنك يحصل لك من أذاهم لك انقباض وضيق صدر. فلا يهيدنك ذلك، ولا يثنينك عن إبلاغك رسالة الله، وتوكل على الله فإنه كافيك وناصرك عليهم، فاشتغل بذكر الله وتحميده وتسبيحه وعبادته التي هي الصلاة.

Maksudnya: “Wahai Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sesungguhya Kami benar-benar mengetahui apa yang terjadi padamu akibat intimidasi mereka kepadamu, yaitu berupa sempitnya perasaan, maka janganlah hal itu membuatmu berhenti dalam penyampaian risalah Allah, bertawakkallah kepada Allah, karena sesungguhnya Dia adalah Penjagamu dan Penolongmu dalam melawan mereka, maka sibukkan dirimu dengan mengingat Allah, memuji-Nya, mensucikan-Nya serta beribadah kepada-Nya yang mana ia adalah shalat”. (Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim.)

Berkata Syeikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah (w: 1376H) ketika mengomentari ayat ini: “Engkau wahai Muhammad,

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

(bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (salat))“, maksudnya: “Perbanyaklah berdzikir kepada Allah, bertasbih kepada-Nya, memuji-Nya dan mendirikan shalat, karena yang demikian itu meluaskan dan melapangkan dadamu dan membantumu dalam urusan-urusanmu”. (Lihat Taisir Al Karim Ar Rahman fi Tafsir Al Kalam Al Mannan, hlm.

 

Referensi :

  1. Rahikul Makhtum
  2. Zaadul Ma’aad.
  3. Fiqh Sirah Dr. Zaid bin Abdul Karim al-Zaid.
  4. Fiqh Siroh Dr. M. Said Ramadhan al-Buthy.
  5. Tafsir Ibnu Katsir.
  6. Tafsir As-Sa’dy.

About the author

Related Post

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BIKER MUSLIM CIANJUR (BMC)

Kantor BMC
Jln. Prof. Moch. Yamiin No. 119 – Sayang- Cianjur Jawa Barat

CP. 0859 38 50000 4

RUMAH QUR’AN AMINAH

RUMAH QUR’AN AMINAH

Kp. Mananti RT/RW Desa. Margajaya Kec. Lemahsugih Majalengka

Akta Yayasan No. 1 14-8-2017 SK. Kemenkumham Nomor AHU-0012680.AH.01.04. Tahun 2017 NPWP 82.610.442.4-405.000

yayibnuunib@gmail.com HP. 0823 2140 9816

 

 

 

ALAMAT KANTOR YAYASAN

Kantor 1
Kp. Pasir Sarongge RT/RW. 03/08 Desa Ciputri Kec. Pacet Cianjur Jawa Barat

Kantor II
Perumahan Prima Anggrek al-Hidayah No. 21 RT/RW. 01/07 Desa Rancagoong Kec. Cilaku Cianjur Jawa Barat

CP. 0859 38 50000 4